Kondisi Roh Orang Kafir Saat Didatangi Malaikat Maut

Image
UCare Indonesia
Agama | Thursday, 24 Nov 2022, 10:57 WIB
sumber gambar: freepik.com/wirestock

Dalam sebuah riwayat sahih, disebutkan bahwa ketika orang kafir dalam keadaan sakratulmaut, turun kepadanya malaikat dari langit. Malaikat tersebut mendatanginya dalam rupa yang sangat menakutkan, wajah yang hitam mengerikan, berpenampilan menakutkan, dan berperangai yang sangat kasar, dengan membawa pintalan kasar yang berasal dari neraka.

Malaikat tersebut lalu duduk di atas kepala orang kafir itu dengan jarak sejauh mata memandang, dan berkata, "Wahai jiwa yang kotor, keluarlah kamu untuk menuju pada kemurkaan dan azab Allah SWT.

Malaikat tersebut kemudian akan mencerai-beraikan rohnya dari dalam jasadnya, mencabut rohnya dari jasadnya dengan sangat kasar, persis seperti mencabut rembesan air yang banyak dari bulu domba dalam keadaan basah. Malaikat tersebut akan menarik rohnya dengan keras sampai urat-urat sarafnya terputus dengan sangat menyakitkan. Roh tersebut lalu akan mengeluarkan bau tidak sedap, dan malaikat akan membungkus roh itu dengan pintalan kasar yang berasal dari neraka.

Para malaikat selanjutnya membawa roh yang berbau busuk itu naik ke atas langit. Sesampainya mereka di pintu langit dunia, para malaikat penjaga pintu langit dunia akan berkata, "Roh siapakah yang kotor dan tidak sedap baunya ini?"

Mereka menjawab, "Ini adalah rohnya si Fulan bin Fulan." Malaikat tersebut akan memberitahukan identitas roh tersebut dengan nama yang paling jelek sebagaimana namanya disebut-sebut sewaktu hidup di dunia. Kemudian para malaikat yang membawa roh tersebut memohon kepada para malaikat penjaga pintu langit agar dibukakan pintu baginya. Namun, para malaikat penjaga pintu langit menolaknya. Hal ini sebagaimana firman Allah:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat." (QS. Al-A'raaf [7]:40)

Ya, para malaikat penjaga pintu langit tidak bersedia membukakan pintu untuk roh seorang kafir. Pintu surga juga akan ditutup bagi orang yang kafir dan mengingkari ayat-ayat Allah tersebut. Allah lantas akan memerintahkan para malaikat-Nya untuk menuliskan nama orang yang kafir tersebut di dalam daftar penghuni sijjin (neraka yang paling bawah).

Allah lalu memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk mengembalikan roh orang kafir tersebut ke dalam jasadnya. Setelah roh tersebut dikembalikan ke dalam jasadnya, dia akan didatangi oleh dua malaikat dengan rupa yang sangat menyeramkan, berperangai sangat kasar, bertaring, dan bola matanya menyala-nyala.

Kedua malaikat tersebut mendudukkan orang kafir itu, lalu berkata, "Siapa Tuhanmu?" Orang kafir itu akan menjawab, "Ha? Aku tidak tahu. Sungguh, aku tidak mengetahuinya."

Kemudian kedua malaikat tersebut akan bertanya, "Apa agamamu?"

Dia akan menjawab, "Aku juga tidak tahu."

Lalu, kedua malaikat tersebut bertanya, "Siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?"

Dia menjawab, "Aku tidak tahu."

Setelah itu, terdengarlah suara dari langit, "Sesungguhnya dia telah mendustakan (kebenaran), maka berikanlah dia siksaan yang pedih, berikan dia pelaminan dari neraka, dan bukakanlah baginya pintu yang menuju ke neraka." Setelah itu, kuburnya akan dipersempit, sehingga tulang-tulang rusuknya bercampur menjadi satu.

Orang kafir tersebut lalu didatangi dalam kuburnya oleh seseorang yang sangat jelek wajahnya, berpakaian sangat kotor, dan baunya sangat busuk. Orang tersebut berkata, "Bagimu akan diberikan azab yang sangat pedih, dan inilah hari yang pernah menjanjikanmu."

Orang kafir tersebut bertanya, "Wahai orang yang buruk rupa, siapakah kamu ini sehingga kedatanganmu membawa kesengsaraan bagiku?"

Maka dia menjawab, "Sesungguhnya aku adalah amalan- amalanmu sewaktu kamu hidup di alam dunia."

Mendengarnya, orang kafir tersebut sangat ketakutan. Dia lalu berkata, "Ya Tuhan, aku mohon, jangan datangkan hari kiamat.”

Dalam riwayat lain disebutkan:

"Lalu ia dibelenggu dalam keadaan buta dan bisu. Dan baginya disediakan sebuah pemukul dari besi, sekiranya pemukul itu dipukulkan pada sebuah gunung niscaya akan menjadi debu. Laki-laki kafir itu kemudian dipukul dengan pemukul tersebut hingga suaranya dapat didengar oleh semua makhluk; dari ujung timur hingga ujung barat-kecuali jin dan manusia-hingga menjadi debu." (HR. Abu Daud)

Daftar Pustaka: Musyafa, Haidar. (2018). Hidup Sesudah Mati. Yogyakarta: Checklist

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Lembaga yang mengelola dana ZISWAF dan dana kemanusiaan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Islamofobia dan Wanita-Wanita Muslim

Image

Lapas Narkotika Purwokerto Jalin Kerjasama dengan Kantor Pos Indonesia Cabang Purwokerto

Image

Trash-Talk dalam Dunia Game Online

Image

Kaum Feminisme dalam Cengkraman Patriarki

Image

MAdinah Iman Wisata Serahkan Donasi Bantu Korban Gempa Cianjur

Image

Menebak-nebak Rambut Putih Pak Jokowi, Menggiring atau Memancing?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image