Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Brook Soulking

2023 Resesi Global? Ini Dia Investasi Tahan Resesi!

Bisnis | Monday, 07 Nov 2022, 20:40 WIB

Udang vanami, atau ada yang menyebutnya dengan vaname atau vanamai, merupakan jenis udang yang relatif mudah untuk budidayanya. Tapi harus membutuhkan kolam besar dengan penyaringan dan kualitas air yang sangat baik.

Dengan konsep tambak milenial, kini sistem tambak bisa menggunakan kolam terpal dengan diameter 10 hingga 30 meter.

Berdasar pengalaman, saya mempercayakan pembuatan tambak udang vaname dari kolam terpal bulat ke kontraktor tambak udang vaname terbaik, yaitu Tambak Milenial.

Permasalahan dari beternak udang adalah kualitas air. Sebab air ini harus teoksigenasi dengan baik, sehingga pertumbuhan udang juga lebih bagus.

Untuk memulainya, yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan kolamnya. Anda cuma perlu mempersiapkan lahannya saja, untuk pembuatan kolam dari hulu hingga hilir, bahkan untuk perawatan serta konsultasi serahkan saja ke kontraktor.

Untuk lahan, setidaknya berada di area yang tidak rawan banjir dan tidak terpengaruh oleh limpasan dari area yang menggunakan pstisida.

Selanjutnya, Anda akan ditemani oleh kontraktor untuk memastikan panen Anda berhasil dan mendapatkan penghasilan dari tambak udang tersebut.

Pasar Udang Eropa

Peluang menjadi pemasok udang putih Pasifik (Penaeus vannamei) sangat besar. Udang vaname telah mengambil alih pasar udang Eropa. Supermarket dan grosir di seluruh Eropa menjual berbagai produk frozen food udang vaname.

Untuk dapat masuk ke pasar udang Eropa dan dapat memperoleh pangsa pasar, Anda harus kompetitif. Ini bisa dari segi harga, tetapi bisa lebih mudah jika Anda bisa menonjol dalam kualitas atau sertifikasi.

Udang vaname merupakan bagian dari famili Penaediae dan juga biasa disebut sebagai udang whiteleg atau udang vannamei. Meskipun spesies ini aslinya berasal dari Amerika Selatan, dari tahun 1990-an dan seterusnya, mereka semakin banyak dibudidayakan di Asia. Saat ini, vaname adalah spesies udang yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia.

Udang vaname memasuki pasar Eropa dalam berbagai bentuk, sebagai produk akhir tetapi juga sebagai produk curah. Sebagian besar udang vaname masuk sebagai produk beku.

Ketika udang vaname diimpor sebagai produk akhir untuk pasar Northwestern, ia dapat masuk sebagai bahan mentah dan memiliki berbagai bentuk seperti head-on shell-on (HOSO), headless shell-on (HLSO) dan produk kupas. Kadang-kadang, itu dikemas ulang oleh importir dan berakhir sebagai frozen food di supermarket atau toko grosir layanan makanan.

Produk akhir yang diimpor ke Eropa Selatan biasanya diimpor sebagai kotak yang terdiri dari produk mentah atau matang dalam bentuk cangkang langsung (HOSO) atau dalam kantong dengan cangkang tanpa kepala (HLSO), produk yang sudah dikupas atau dimasak.

Udang vaname juga dapat diimpor sebagai produk curah yang ditujukan untuk industri pengolahan domestik Eropa. Di Eropa Selatan, impor massal produk HOSO mentah melayani masakan, yang mencairkan produk, memasaknya dan menjualnya di pasar sebagai produk HOSO segar yang didinginkan.

Di Eropa Barat Laut, pengolah mengimpor blok berbagai produk kupas mentah dan matang.Frozen food dicairkan, terkadang dimasak, dan kemudian dikemas ulang untuk dijual melalui saluran ritel dan layanan makanan.

Ukuran udang vaname yang tersedia di pasaran berkisar antara 20 hingga 100 potong per kilo, namun mayoritas 40 hingga 100 potong per kilo. Dalam ukuran yang lebih besar (20 hingga 40 potong per kilo), udang vaname bersaing dengan udang windu, udang merah Argentina, dan harimau laut Afrika.

Meskipun spesies lain sering dianggap lebih berkualitas, jika udang vaname dijual dengan harga lebih rendah, pelanggan cenderung membeli udang vaname. Biasanya, margin terbaik ada di ukuran yang lebih besar.

Eropa merupakan pasar terbesar ketiga di dunia untuk udang vaname, setelah Amerika Serikat dan Cina. Pada tahun 2019, Eropa mengimpor sekitar EUR 1,9 miliar dari HOSO mentah atau yang dikupas dan mentah dan dimasak, dan EUR 998 juta udang putih vaname yang dimasak dan dikupas dan bernilai tambah. Secara volume, impor udang putih Pasifik Eropa pada tahun 2019 berjumlah sekitar 370.000 ton, turun 7,5% dari tahun 2018. Importir Eropa terbesar adalah Prancis, Spanyol, Inggris, Italia, Belanda, Jerman dan Belgia, menyumbang sekitar 80% dari total impor udang vaname Eropa.

Jadi jangan ragu lagi untuk berbisnis udang vaname!

Source: Kontraktor Tambak Udang Intensif

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image