Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Bapas Nusakambangan Bapas NK

PK Bapas Nusakambangan Lakukan Litmas terhadap WBP Asing, Mengalami Pertobatan di Dalam Jeruji Besi

Edukasi | Tuesday, 25 Oct 2022, 10:19 WIB

Pada Senin tepatnya tanggal 24 Oktober 2022 para Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Nusakambangan menyambangi Lapas Narkotika untuk melakukan penggalian data litmas terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Para PK melakukan penggalian data terhadap WBP yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Terdapat salah satu WBP Asing yang menceritakan kisah hidupnya secara antusias kepada PK Bapas Nusakambangan. WBP dengan perawakan yang tampak telah lanjut usia serta postur tubuh yang kurus duduk dengan senyuman saat akan dilitmas. Suaranya yang serak serta sedikit terkendala bahasa yang dimiliki tidak menjadi hambatan baginya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh PK.

“Dulu saya ini orang jahat bu, jahat sekali. Yang saya pikirkan gimana caranya saya dapat banyak uang tapi cepat dan tidak perlu capek kerja. Saya tidak peduli pakai cara apapun asal saya dapat uang banyak” ungkap WBP tersebut yang tersandung kasus narkotika terkait pasal 114 Undang-undang Narkotika Nomor 3 Tahun 2009 dan divonis hukuman mati.

“Saya mengakui bu perbuatan saya bu sampai saya divonis hukuman mati. Dulu saya tidak terima, mengapa seperti ini sampai harus dihukum mati. Tapi ditengah saya depresi dan marah, saya mendengar lagu yang dinyanyikan oleh teman sekamar saya dulu. Tiba-tiba saya merasa tenang dan menangis mendengar lagu tersebut seperti hati saya tersentuh. Saya tanya itu lagu apa, teman saya bilang itu lagu penyembahan yang maknanya disaat kamu terjatuh dan terpuruk Tuhan tidak pernah meninggalkan” ungkap WBP tersebut mengingat kembali kenangan tersebut.

WBP tersebut juga bercerita kegiatan ibadah yang dilakukan selama berada di Lapas Narkotika. Mengisi kesehariannya dengan beribadah di Gereja seminggu sekali, serta berdoa dan membaca Alkitab setiap hari untuk mengisi waktu luangnya. WBP juga bercerita jika dirinya memiliki teman sekamar yang sering menjadi tempat berbagi cerita serta berdoa dan bernyanyi bersama di kamar selnya. Ia mengaku, mengalami perubahan besar dalam hidupnya, ia telah meninggalkan kebiasaan buruk yang selalu dilakukan dan kini berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik meskipun sedang berada didalam dinginnya tembok penjara.

“Saya percaya bu, apa yang sekarang sedang terjadi kepada saya adalah cara Tuhan untuk memperbaharui hidup saya. Tuhan itu sangat baik bu dan saya telah berjanji bahwa saya benar-benar telah bertobat. Apapun yang terjadi, saya serahkan kepada Tuhan dan berharap Tuhan akan tunjukkan jalan terbaik bagi saya” ungkapnya sambil tersenyum kepada PK sebelum mengakhiri sesi wawancara.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image