Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Win Arko

Mencari Bakat Terpendam

Pendidikan dan Literasi | Tuesday, 11 Oct 2022, 20:18 WIB
Sumber : dokumen pribadi

Buku ini sangat menarik. Yuk baca....

Judul : Lead The Innovation Game, Menjadi Pemenang Di Era Milenial

Penulis : Pambudi Sunarsihanto

Penerbit : Kaifa

Cetakan : 1, Oktober 2018

Tebal : 173 halaman

ISBN : 978-602-587-001-0

Peresensi : Supadilah

Era sekarang dipahami dengan kondisi VUCA (Volatily/ penuh gejolak uncertainty/tidak pasti, complexity/rumit, and ambiguity/serba kabur). Di era itu semua hal harus menyesuaikan. Jika tidak, maka akan tertinggal. Semua hal harus kreatif dan inovatif. Bisnis yang tidak melakukannya akan mundur atau bangkrut. Bukan hanya konsep offline menjadi online tapi mendirikan dan mengelola usaha harus bisa kreatif dan inovatif.

Hal ini dimaklumi karena dunia berubah, bisnis berubah, dan pelanggan berubah. Setiap usaha pasti mengalami hal ini dan tidak bisa mencegahnya. Berinovasi merupakan sebuah keharusan. Nokia yang tidak mengikuti arus akhirnya bangkrut. Kodak yang tetap bertahan dengan konsep lama juga akhirnya punah. Termasuk ojek pangkalan (opang) yang kian terancam dengan kehadiran ojek online (ojol).

Buku ini menghadirkan kiat-kiat usaha menghadapi era milenial supaya bisa tetap bertahan bahkan menjadi yang terdepan. Asyiknya buku ini dibaca karena disajikan dalam bentuk fiksi sehingga ringan dibaca, mudah diterima, tidak menggurui, tapi aplikatif. Penulisnya adalah Pambudi Sunarsihanto, seorang master coach lulusan Perancis. Telah bekerja di 7 negara dan mengelilingi 45 negara.

Pambudi mengatakan, sehebat apapun produk suatu saat pasti akan mengalami penurunan. Seperti halnya manusia yang lahir, tumbuh menjadi balita, kemudian dewasa, menua, dan akhirnya meninggal. Demikian juga sebuah produk yang dimulai dengan dirintis dahulu, kemudian berkembang pesat, lalu berkembang, untung banyak dan pada akhirnya menurun.

Bagi seorang milenial yang hendak memimpin sebuah perusahaan memang biasanya ada perasaan minder atau ragu. Apalagi jika didalamnya ada orang yang lebih senior. Kuncinya adalah percaya diri tetapi tetap mau belajar dari yang lain (hal 24). Seorang pemimpin penting untuk menunjukkan bahwa kita memiliki kompetensi pada yang kita kerjakan. Selain itu kita juga perlu terbuka, jujur, dan dapat dipercaya serta peduli kepada mereka tidak hanya dalam bisnis tapi juga secara pribadi.

Pambudi mengatakan, sebelum sebuah produk dalam usaha kita menurun ada baiknya disiapkan dulu produk yang baru. Untuk itu, ada lima fase inovasi yaitu discovery yaitu mengenal kembali organisasi, customer kita, dan relevansi masa depan; ideation atau melahirkan ide-ide untuk produk baru yang akan dijadikan andalan di masa depan; eksperimen yaitu membuat produk baru; commercialisation atau pengujian produk baru di pasar; dan execution yaitu meluncurkan produk baru tersebut di semua cabang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image