MENCARI GORESAN INDAH DI ATAS KANVAS KEKALAHAN

Image
Muhtar Lintang
Curhat | Friday, 07 Oct 2022, 21:05 WIB

Kalah tentu jadi kata yang ingin dihindari dari setiap kompetisi dan perlawanan, apapun levelnya. Di level ketua RT membakar semangat warganya untuk tidak menjadi pihak yang kalah di lomba 17 an yang belum lama berlalu. Sebagai warga.... harus ikut mengerti apa yang dipikirkan dan apa yang dimaui pak RT. Tidak lagi sekedar menghibur diri atau untuk lucu lucuan demi bahagia bersama, yang ada dan membuncah di angan bersama adalah frasa heroik "harus menang". Karena kemenangan akan menempatkan seseorang di area yang tidak dimiliki orang lain. Saat kemenangan digapai area kebanggan begitu terlihat luas, bahkan kadang tak terasa hingga masuk ruang kesombongan, area yang fasih dipraktikan oleh syetan yang terkutuk. Apabila hal itu terjadi, lahirlah bayi bayi keirian, ketidaksenangan, kebencian dan permusuhan. Ini baru tingkat RT dan kontennya pun untuk kesenangan bersama. Bagaimana kalau itu tingkat yang jauh tinggi dan prestisius, dan aspèk yang mengait tidak sederhana, bukan sekedar rebutan tropi empat kaki atau piala berkuping lebar maupun sempit, tapi sudah menyangkut uang dan nilai materi yang dianggapnya mampu menghidupi. Sudah tentu harga kata "menang" melambung tinggi tak tertandingi. Dalam setiap kompetisi, lomba dan pertandingan tentu saja akan dihasilkan status menang, seri atau kalah. Dari awal setiap kompetisi, lomba atau pertandingan semua pelaku tahu dan sadar bahwa kemungkinan bakal menang, seri atau kalah. Harusnya tidak perlu kaget bila kemenangan dapat diraih. Pun tidak perlu cemas dàn patah arang bila nyatanya kalah yang didapat. Harusnya juga setiap pelaku mampu menyadari itu. Sadar bahwa kubunya bisa menang juga bisa kalah, boleh menang boleh juga kalah. Sadar artinya memberi ruang kerja legowo untuk bekerja mengendalikan diri yang terkadang lepas liar tak terkekang. Menyadari bahwa kemampuan tehnik saja tidak cukup untuk memastikan kemenangan, memberi nutrisi bagi legowo bekerja semakin mudah. Namun legowo tak kan mampu bekerja baik bila terlalu kuat pengaruh luar yang terkadang tidak proposional, kurang bijak dàn berlebih. Respek terhadap kekalahan yang diderita lawan dengan perayaan sederhana jadi benteng tangguh mempertahanan suasana. Interaksi ekspresi menjadi wajah pokok goresan setelah takdir kekalahan terjadi. Tentu berharap goresan dengan warna adem namun dinamis yang tertuang dalam kanvas pertandingan, yang selalu jadi pegangan setiap pelaku tanding dan lomba. Warna goresan apapun kembali kepada kita-kita sebagai pelaku.......

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Andai andai tak kan tergapai bila tak pandai

YUUK TETAP PAKAI MASKER

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

9 Mahasiswi Magister Kebidanan Ikuti Program IPP ke Inggris

Image

INDONESIA MASUK DALAM DAFTAR WISATA HALAL TERBAIK DIDUNIA

Image

Download Video YouTube ke Lagu MP3 Gratis 2022 YTMP3

Image

Karutan Prabumulih Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2022

Image

Jadi Negara Arab yang Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, Begini Fakta The Lion Atlas

Image

Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Islam

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image