Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Windy Tiani

Belajar Wirausaha dari Petugas Kebersihan Preneur di Ranah Duplikat Surga

Bisnis | Sunday, 02 Oct 2022, 14:51 WIB

Sebagai makhluk yang pada hakikatnya diciptakan untuk beribadah, tak menjadikan pusat perhatian manusia tertumpu pada segi ibadah (mahdhah) saja, muamalah yang merupakan bagian dari ibadah ghair mahdhah berperan sangat penting dalam kehidupan, karena menyangkut interaksi dengan orang lain yang akan menentukan kesejahteraan hidup manusia akan bisa tercapai atau tidak.

Kaitan dengan muamalah ini, jual beli menjadi konteks yang sangat banyak diperbincangkan dan menjadi pusat perhatian. Pada zaman yang sudah memasuki era teknologi ini nampaknya wirausaha adalah hal yang sudah tidak aneh lagi di kalangan masyarakat, namun sebenarnya konsepnya tidak semudah itu, ada orang memiliki modal tapi tak mampu untuk berwirausaha karena tak memilki ide atau tak berniat melakukannya, pun sebaliknya, ada orang yang tak memilki modal namun memiliki ide dan niat yang kuat hingga bisa menembus keterbatasan menjadi sebuah peluang kesuksesan untuk kehidupannya.

Kita bisa belajar dari salah seorang pekerja (narasumber kami) yang tak hanya menumpukan profesinya terhenti dalam kuadaran employee saja, melainkan merambah pada kuadran businessman.

Bagaimana kisahnya hingga bisa berpikir out of the box dalam artian tak menghentikan perannya sebagai karyawan saja? Apa yang memotivasinya untuk berwirausaha? Apa yang bisa menjadikan sifat dermawan melekat erat pada dirinya? Apa saja tantangan yang didapatkannya dalam wirausahanya yang masih dalam rintisan ini?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, tiga mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam STIBA Ar Raayah Sukabumi mewawancarai narasumber yang berkaitan dengan topik ini . Adalah Ibu Yeni Sumiyati (50) seorang petugas kebersihan sekaligus penjual gorengan di STIBA Ar Raayah Sukabumi, Jawa Barat, pada hari ahad, 04 September 2022, pukul 13.00 WIB s/d selesai.

Berikut petikan wawancara dengan narasumber:

Sejak kapan ibu memulai usaha ini?

Sejak 5 tahun yang lalu (saat pertama kali bertugas menjadi karyawan di STIBA Ar Raayah Sukabumi)

Apa yang mendasari ibu berjualan ditengah profesi yang sedang dijalankan?

Inisiatif diri sendiri agar tidak bertumpu pada gaji dari bersih-bersih kampus saja, dan membantu penghasilan suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Usaha yang saya jalankan juga untuk kesejahteraan mahasiswi yang terlihat lelah karena belajar, dan menghafal. Dengan hadirnya makanan ditengah aktivitas mereka, saya rasa semangat akan kembali muncul dan tenaga akan terisi dari diri mereka.

Berapa modal yang dikeluarkan untuk berjualan dan darimana modal awal usaha ini?

Kurang lebih 700.000 atau tergantung jumlah produksi. Modal awalnya diperoleh dari gaji bersih-bersih kampus.

Apakah untung yang didapat dari usaha ini mencukupi kebutuhan ibu dan keluarga?

insyaAllah, dicukupkan saja. Tak penting besar atau tidaknya yang penting adalah berkah yang didapat. Maka dari itu saya tak hanya memusatkan penghasilan dari profesi utama saya sebagai karyawan kebersihan namun berwirausaha juga.

Apa yang ibu lakukan untuk menarik pembeli (strategi penjualan)?

Dengan melihat selera mahasiswi. Kebanyakan dari mereka menyukai gorengan, selain murah, kriuk juga bisa dijadikan teman saat makan, dan tentunya mengenyangkan. Saya juga terkadang menurunkan harga jika dagangan masih banyak tetapi waktu beranjak petang.

Bisa ceritakan sedikit kisah mengenai keluarga ibu?

Saya dan suami bersinergi untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Suami saya bekerja mencari barang bekas, dan terkadang saya pun mencarinya lalu dikumpulkan menjadi satu setelah itu dijual. Saya memiliki 5 orang anak, anak pertama sudah berkeluarga, dia pernah belajar di Ar Raayah, anak kedua sudah lulus sekolah, dan tengah mencari lowongan kerja, anak ketiga sudah tamat dari mahad Nuroh Aldera Sukabumi dan sekarang tengah bekerja di Bogor, anak keempat tengah belajar di mahad tahfidz Darul Yusr Cidahu jenjang SMP, dan yang terakhir masih di sekolah dasar, niatannya ingin memasukannya ke mahad juga seperti kakak-kakaknya.

Saya sengaja masukkan mereka ke mahad, agar mereka terhindar dari syirik dan bisa memilki adab yang baik. Ilmu boleh setinggi langit, tapi kalau tidak punya adab buat apa? Saya tak ingin mereka seperti saya yang hanya keluaran SD. Saya ingin mereka tidak ketinggalan ilmu agama dan tidak berislam karena turunna. Masalah biaya meskipun besar, tapi saya yakin Allah akan permudah jalan orang yang menuntut ilmu. Saya percaya bahwa Dia Maha Pemberi Rezeki. Saya ingin jika saya sudah meninggal nanti mereka tidak hanya menangis tapi juga mendoakan. Saya butuh doa dari anak-anak shalih yang bisa membantu saya di akhirat nanti.

Apakah ada hambatan yang ibu rasa selama berjualan ini?

Tentunya ada. Gorengan saya pernah gosong dan tentunya tak bisa saya jual. Selain itu ada juga yang tidak suka dengan usaha saya ini, mungkin hasad atau lainnya, namanya juga manusia, sudah biasa seperti itu. Saat ini saya juga tak bisa menjajakan jualan saya sendiri, jadi saya menitipkannya pada bagian kantin kampus (mengikuti kebijakan disana) dan tentunya keuntungan juga tidak milik saya sepernuhnya, ada pembagian disitu, sekitar 10% dari omset.

Apa yang ibu lakukan saat mendapati kerugian, seperti gorengan yang gosong atau tidak habis jualan gorengannya?

Jika ada gorengan yang tidak habis. Saya berikan semua pada mahasiswi, terkadang untuk pengurus kantin juga, yang penting sisa banyak atau sedikit boleh dimakan, jika memang tak ada yang mau membeli lagi. Saya tidak bawa itu ke rumah untuk makan anak-anak, karena mahasiswi sepertinya akan senang jika mendapat gratis.

Apa ibu tidak merasa rugi melakukan itu meski sisa banyak jualannya?

Tidak sama sekali, meskipun tidak habis semua jualannya, saya berikan untuk mereka. kalau mikirin untung rugi kapan mau sedekah nya, masa harus pelit terus? Amal baik apa yang akan saya bawa nanti? Pokoknya tiap hari harus mengeluarkan sedekah, minimal seminggu 2 kali.

Biodata Narasumber

Nama : Yeni Sumiyati

Tempat, Tanggal, Lahir : Sukabumi, 02 april 1972

Alamat : Kp. Pasir Kolotok, Sukabumi.

Disusun oleh kelompok 15

Ketua : Windy Tiani (200902049)

Anggota : Tika Gusnita sari (200902048) Syifa Ulhana (200902045)

Mahasiswi : STIBA Ar Raayah Sukabumi

Semester : 5 (2022/2023)

Jurusan : Komunikasi dan Penyiaran Islam

Angkatan : 3

Dosen Pengampu : Husnul Khatimah,S.Pd. M.E

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image