Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Shovi Denanda Hasyim

Kisah Petualangan Tiga Sahabat

Sastra | 2021-11-29 18:41:04
sumber:gramedia.com

Identitas novel

Judul Buku : Komet Minor

Pengarang : Tere Liye

Halaman : 376 Halaman

Penerbit : Gramedia Pustaka, Jakarta

Tanggal terbit : 09 Maret 2019

Genre : Fiksi petualangan, Fantasi

Harga buku : Rp.75.000

Novel yang berjudul Komet Minor karya Tere Liye ini merupakan bagian ketujuh dalam serial buku pertamanya yang berjudul Bumi. Masih dengan pemeran utama yang sama, yaitu Raib, Ali, dan Seli. Di bagian ini, mereka bertiga bertualang ke klan komet minor yang dalam serial sebelumnya telah berhasil mereka temukan dengan penuh perjuangan, kini mereka memiliki misi untuk menghentikan rencana jahat si Tanpa Mahkota yang ingin menguasai seluruh dunia paralel.

Hal yang sangat istimewa pada seri kali ini adalah Raib, Ali dan Seli dibantu oleh Balthazar untuk mengalahkan si Tanpa Mahkota, petarung paling hebat yang sangat sulit untuk dikalahkan. Akankah mereka berhasil mengalahkannya?

Si Tanpa Mahkota pergi ke klan komet minor dengan caranya yang licik yang sudah diceritakan sebelumnya di buku yg berjudul Komet, dia hendak mencari tiga pecahan atau potongan tombak hebat yang pernah dibuat oleh Finale, salah satu anggota pemburu hebat di klan komet minor.

Bila si Tanpa Mahkota berhasil menemukan tiga pecahan tombak pusaka tersebut maka dia akan berhasil menguasai seluruh dunia paralel. Dan, tentu saja itu merupakan hal yang sangat berbahaya, banyak pihak akan mendapat kerugian besar, termasuk seluruh penghuni klan Bumi.

Raib, Seli, Ali serta Balthazar berusaha sebaik mungkin melakukan dan mengorbankan banyak hal agar mereka lah yang berhasil mengumpulkan tiga pecahan tombak tersebut. Perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan, karena si Tanpa Mahkota selalu selangkah lebih maju dari Raib dan teman-temannya.

Di novel ini, kekuatan Raib, Ali dan Seli bertambah kuat dan hebat, rasanya selalu mengesankan setiap kali mereka berhasil mengeluarkan kekuatan di detik-detik terakhir yang menegangkan. Begitu juga dengan kekuatan Balthazar yang sungguh hebat dan banyak membantu tiga sekawan tadi.

Si Tanpa Mahkota memang sangat cerdik dan kuat, berkali-kali Raib, Ali dan Seli berpikir untuk menyerah, tapi Balthazar dan rasa persahabatan mereka selalu membuat mereka bangkit kembali dengan penuh semangat.

Ah, sungguh, akhir dari buku ini sangat mengejutkan dan memuaskan, aku sungguh berterima kasih kepada penulis karena telah membuat akhir cerita yang hebat dan mengesankan.

Tapi, seperti biasa, akhir cerita bukanlah akhir yang benar-benar akhir, karena justru malah memunculkan pertanyaan baru yang lebih membuat pembaca penasaran dan tak sabar akan serial buku selanjutnya. Karena, perjuangan mereka masih panjang dan banyak hal yang masih belum terpecahkan.

Keunggulan buku ini sangat banyak, saya benar-benar tak habis pikir bagaimana cara Tere Liye membuat alur cerita yang sangat menakjubkan, dari manakah asal imajinasi penulis yang tak terbatas ini?. Pertama, alur cerita yang membangkitkan perasaan masyarakat pembacanya sebab dibuat sedemikian menarik, berurutan, dan bagus. Meski begitu, sebagai pembaca pun saya dituntut untuk berpikir lebih keras agar dapat memahami alur ceritanya, tetapi apabila sudah mengikuti dan membaca serial Bumi ini dari novel yang pertama, kalian akan terbiasa dan mudah memahami alur cerita yang ditulis oleh sang penulis.

Kedua, visualisasi karakter tokoh juga sangat terperinci sehingga para pembaca dapat mengilustrasikan tokoh-tokoh di dalam pikirannya dengan mudah. Terlebih, saat melakukan pertarungan yang mana kemampuan dari para tokoh digambarkan secara mendetail sehingga pembaca tidak ambil pusing terkait hal tersebut dan dapat lebih fokus ke alur cerita yang dibuat.

Ketiga, seperti novel-novel sebelumnya dari serial Bumi ini, pada novel Komet Minor bukan hanya mengisahkan petualangan dan penjelajahan ke berbagai klan dunia paralel, tetapi Tere Liye selalu menyisipkan pesan moral serta pengetahuan yang mampu diambil dan diterapkan di kehidupan sehari-hari. Meski terkadang menggunakan istilah ilmiah dalam memaparkan beberapa teori, tetapi tetap mudah untuk dipahami sebab selalu ada penjelasannya setelah itu.

Dan saya sangat menyukai cara penulis menyisipkan berbagai macam pengetahuan umum dalam cerita, seperti, di pusar manusia ternyata terdapat kehidupan selebat hutan tropis, saya baru mengetahuinya ketika membaca novel ini.

Bahkan di enam serial sebelumnya pun Tere Liye selalu memuat pengetahuan unik yang tidak banyak orang mengetahuinya. Setiap lembar buku ini, selalu membuat pembaca tidak sabar membuka lembar berikutnya karena sangat seru dan membuat penasaran.

Untuk kelemahannya, saya rasa hanya terletak pada penjelasan karakter tokoh antagonis, yakni si Tanpa Mahkota. Penggambaran karakter dari si Tanpa Mahkota kurang dijelaskan secara terperinci berdasarkan perspektif dirinya sendiri, terlebih latar belakang mengapa ia sangat menginginkan senjata pusaka dan ingin sekali menguasai seluruh klan yang ada.Maka alangkah baiknya sang penulis menjelaskan melalui sudut pandang si Tanpa Mahkota terkait hal-hal tersebut.Kesimpulannya buku ini tidak seperti buku sebelumnya BUMI, BULAN, MATAHARI, BINTANG, Buku komet minor ini tidak dapat berdiri sendiri. Dan juga beberapa kata-kata yang typo sedikit mengganggu.

Tere Liye selaku penulis, selalu menyisipkan pesan moral dalam setiap karya tulisnya. Meski novel Komet Minor adalah novel bergenre fiksi fantasi, tetapi di dalamnya memuat banyak pesan moral yang hendak disampaikan oleh sang penulis.

Buku ini cocok dibaca usia remaja sampai dewasa, untuk kalian yang menyukai genre aksi sekaligus fantasi saya sangat menyarankan kalian untuk membaca buku ini sampai habis.

*)Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang

Nama : Shovi Denanda Hasyim

Tempat, Tanggal Lahir : Malang, 11 Juli 2001

Alamat : Rt 30 Rw 09, Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung,Kab.Malang

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image