Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image prajurit Cuan

Cara Melakukan Pembibitan Sawo Mentega dan Potensi Bisnis Bibit Sawo Mentega

Edukasi | Monday, 08 Aug 2022, 01:54 WIB

Menjalankan usaha bibit sawo mentega termasuk kategori usaha yang mudah. Tetapi bukan berarti sama sekali tanpa kendala. Bibit sawo mentega agak sensitif terutama pada kelembaban dan genangan air. Maka dari itu kontrol asupan air dan sinar matahari merupakan poin penting dalam proses pembibitan.

Berikut ini 6 poin penting dalam melakukan pembibitan sawo mentega :

Pilihlah tanah dengan sifat gembur, sedikit berpasir dan mengandung banyak unsur organik.Gunakan polybag sesuai ukuran bibit, jangan sampai polybag sempit.Asupan pupuk yang terbaik adalah campuran antara Bio Organic Cair Super (BOCS) dan Vitamin B1 cair. Lakukan pemupukan rutin setiap 3 bulan sekali pada bibit.Bibit sawo mentega sangat membutuhkan sinar matahari, paling tidak pastikan bibit terkena sinar matahari selama minimal 6 jam.Bibit sawo mentega memiliki akar yang rentan busuk, karenanya lakukan penyiraman hanya 1 kali sehari dan pastikan tak ada genangan air pada wadah atau polybag. Namun Anda juga harus tetap melakukan penyiraman rutin, karena akar semut kerap kali menjadi rumah semut. Siraman air akan mencegah terbentuknya sarang semut yang dapat merusak akar.Berikan jarak antar polybag. Jika bibit yang Anda tata berdesakan akan membuat bibit mudah stres dan akhirnya layu. Satu tips yang bisa Anda praktekan dalam membudidayakan bibit sawo mentega adalah dengan menggabungkan secara vegetatif dua varian sawo, yakni jenis lokal yang terkenal dengan akar yang kuat dan kokoh serta yang memiliki keunggulan pada buah.

Baca juga : Tips Agar Sawo rajin Berbuah

Potensi Usaha Bibit Sawo Jumbo

Buah sawo jumbo memang unik, berkat ukurannya yang terbilang tak biasa. Hal ini mendorong ketertarikan baik dari para konsumen juga dari para pelaku usaha agro. Penanaman bibit sawo jumbo baik sebagai tanaman penghias pekarangan ataupun sebagai budidaya komersial mulai banyak berjalan. Dari sinilah peluang usaha penyediaan bibit sawo jumbo terbuka. Dalam beberapa waktu belakangan ini, permintaan akan bibit sawo jumbo bermunculan. Permintaan datang dari berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi dan Papua. Tingginya minat budidaya kini bermunculan dari berbagai wilayah, karena penanaman bibit sawo jumbo tidak memerlukan syarat lahan yang sulit. Sawo jumbo bisa tumbuh sehat pada lahan di dataran rendah hingga dataran tinggi, dari ketinggian 500m dpl hingga 1200m dpl. Untuk pengoperasian usaha pembibitan, Anda juga tidak memerlukan banyak modal. Lahan yang Anda perlukan sebagai tempat pembibitan juga tak perlu seluas jika Anda menjalankan usaha budidaya buahnya. Beberapa pelaku usaha pembibitan mengaku hanya menggunakan lahan seluas 0,5Ha. Dari lahan ini dapat membibitkan sekitar 10 ribu bibit sawo. Dalam hal harga, bibit sawo jumbo jauh lebih potensial jika Anda bandingkan dengan harga bibit sawo lokal. Untuk bibit berukuran 1 m, pedagang akan membandrol dengan harga 100 ribu. Sedang pada bibit berukuran 80 cm, mendapat harga sekitar Rp 85 ribu. Jika ada permintaan dalam jumlah besar, harga ini masih bisa mendapat potongan hingga 20 %. Coba Anda bayangkan potensinya! Beberapa penjual dalam usaha bibit sawo jumbo ini mengaku telah mampu memperoleh omset hingga 50 juta perbulan dengan nilai keuntungan bersih sekitar 70 – 80 %. Mereka juga menilai potensi bisnis ini masih terbuka lebar, karena hingga kini mereka mengaku masih sering menolak pesanan karena kurangnya ketersediaan stok bibit sawo jumbo. Anda bisa bayangkan begitu besar potensi bisnisnya.

Source : https://ath-anekatanamanhias.blogspot.com

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image