Peran Aktif Indonesia dalam ASEAN

Image
Sekar Setyo Rini
Politik | Thursday, 25 Nov 2021, 08:42 WIB

ASEAN ( Association of Southeast Asian Nations ) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara merupakan sebuah organisasi regional di kawasan Asia Tenggara yang mengatur tentang masalah ekonomi dan geopolitik negara-negara anggotanya serta memiliki tujuan untuk kesejahteraan bersama. ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Pada tahun 1960-an negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara mengalami berbagai konflik dan masa sulit seperti konflik militer yang terjadi di Laos, Kamboja, dan Vietnam. Letak kawasan Asia Tenggara yang strategis menyebabkan negara-negara di dalamnya rentan menjadi basis blok, baik blok Timur atau blok Barat. Terjadinya berbagai konflik ini memberikan dampak pada stabilitas politik dan ekonomi bagi negara-negara yang berada di Kawasan Asia Tenggara sehingga beberapa pemimpin negara tersebut berinisiatif membentuk ASEAN dengan tujuan untuk dapat menciptakan perdamaian dan menciptakan suasana yang aman. Berdirinya ASEAN diawali dengan pertemuan dari 5 perwakilan Menteri luar negeri yaitu Adam Malik perwakilan dari Indonesia, Tun Abdul Razak perwakilan dari Malaysia, Sinnathamby Rajaratman perwakilan dari Singapura, Narciso Ramos perwakilan dari Filipina, dan Thanat Koman perwakilan dari Thailand. Selain didasari dengan adanya berbagai konflik, pembentukan ASEAN juga didasari oleh berbagai faktor, pertama adalah persamaan geografis dimana negara-negara anggota ASEAN berada di antara Benua Australia dan Benua Asia, serta terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Kedua, negara-negara anggota ASEAN memiliki persamaan budaya, penduduk yang tinggal di Kawasan Asia Tenggara memiliki satu keturunan yang sama yaitu ras Malayan Mongoloid. Ketiga, anggota ASEAN memiliki kepentingan yang sama yaitu untuk dapat menciptakan kesejahteraan, perdamaian, keamanan, dan ketertiban baik di dalam lingkungan nasional maupun regional. Keempat yaitu adanya persamaan nasib dimana negara-negara anggota ASEAN memiliki kesamaan nasib di masa lalu yang pernah dijajah oleh bangsa lain kecuali Thailand. Hingga saat ini sudah 10 negara yang bergabung di dalam ASEAN antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Laos, Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Myanmar.

Sebagai bagian dari ASEAN, menurut saya Indonesia telah berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh ASEAN sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bersifat bebas dan aktif. Bebas berarti Indonesia tidak memihak pada salah satu blok dan aktif berarti Indonesia aktif dalam menjalankan hubungan internasional dengan tujuan untuk dapat membantu mewujudkan ketertiban dunia. Dengan adanya politik luar negeri bebas dan aktif maka Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat bebas dalam menentukan sikap, keinginan, dan menentukan arah. Selain menjadi penggagas terbentuknya ASEAN, Indonesia juga berperan aktif sebagai penyelenggara KTT ASEAN pertama di Bali pada tanggal 23-24 Februari 1976. Dalam konflik yang terjadi di Kamboja, Indonesia juga turut berperan aktif sebagai penengah konflik tersebut. Saat itu, sebagai penengah konflik Indonesia mengundang empat fraksi Kamboja yang sedang mengalami konflik dan melakukan sebuah pertemuan yang dilakukan di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas tentang pemulihan hubungan dan dilanjut dengan Konferensi Paris yang dipimpin oleh Indonesia dan Paris serta diikuti oleh 19 negara. Hasil dari konferensi tersebut dibentuk Dewan Nasional Kamboja yang bertugas untuk mengakhiri konflik. Selain peran aktif Indonesia di ASEAN pada bidang politik dengan cara menjadi penengah konflik, Indonesia juga berperan dalam menjaga perdamaian dunia. Contohnya, Indonesia mendukung adanya ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan mendukung gerakan zona bebas nuklir pada kawasan Association Of South East Asian Nations (ASEAN). Peran aktif Indonesia dalam ASEAN pada bidang ekonomi juga diwujudkan dengan adanya pedoman persatuan kementerian tentang makanan dan minuman halal dengan cara bekerja sama dengan tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk dapat menaungi berbagai produksi minuman dan makanan halal yang diperdagangkan di ASEAN mengingat Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Pada bidang sosial budaya, Indonesia juga memberikan peran aktif dimana Indonesia mengusulkan adanya pentas seni antar negara-negara anggota ASEAN. Tujuan dari usulan tersebut adalah agar semakin banyak karya Indonesia yang dapat menambah atau memperkaya kebudayaan yang ada di Kawasan Asia Tenggara. Indonesia juga menjadi anggota ASEAN yang aktif dalam memerangi isu narkotika dan diwujudkan dengan menjadi inisiator dibentuknya ASEAN Seaport on Counter Interdiction Task Force (ASITF).

Hingga saat ini Indonesia masih menjadi negara yang paling berpengaruh di ASEAN. Indonesia berkontribusi dengan cara berperan aktif dalam berbagai hal yang dilakukan di ASEAN dengan tujuan untuk dapat mendorong adanya stabilitas ekonomi, keamanan, dan politik yang kuat di Kawasan Asia Tenggara. Kerja sama antara Indonesia dan ASEAN pada bidang politik menciptakan adanya ASEAN Regional Forum (ARF) yang bertujuan untuk membahas berbagai kasus yang sedang menjadi perhatian di Kawasan Asia Tenggara. Adanya hubungan pada bidang politik inilah yang menyebabkan hingga saat ini Indonesia masih berperan aktif dan berpengaruh besar dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan ASEAN.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Peran Aktif Indonesia dalam ASEAN

Mengenal Bentuk Pemerintahan Amerika Serikat

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Terbaru !!! Item Build Clint Hero Marsman Mobile Legends Tersakit Season Ini Tahun 2021

Image

Link Download Snack Video Apk Terbaru

Image

Gaes Buruan Ini Kode Undangan Snack Video Bonus Besar

Image

Download Youtube Go Apk versi Lama & Terbaru 2021 OFFICIAL

Image

2 Aplikasi Penghasil Uang Ini, Bisa Dapat Jutaan Perhari?

Image

Pandangan Hukum Islam terhadap Perkembangan Fintech

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image