Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Khoirul Taqwim

Puisi Hujan Batu

Sastra | Thursday, 21 Jul 2022, 00:03 WIB

Hujan batu

Sejak sore menerjangku

Menimpuk segala sendi-sendi rasaku

Hingga membuat diriku lara menggerutu

Hingga menerjang segala sendi-sendi jiwaku

Sampai aku linglung dan kaku

Engkau ketika memberi jawaban tentangku

Begitu pedih mengiris segala sukmaku

Engkau meneteskan air mata bisu

Saat memberi jawaban yang tak sesuai dengan harapku

Namun apa daya daku

Bila tangan dan jiwaku sudah tak mampu meraihmu

Sungguh membuatku dalam kesedihan yang sendu

Saat engkau melepaskan bahasa yang membuat aku ngilu

Aku tak menyalahkanmu

Jalan hidup itu pilihan dan kebebasan itu ada padamu

Engkau ingin kemana dan lari kemana, tentunya itu hakmu

Namun yang perlu engkau ingat jawabanmu itu menyakitkan nalarku

Biarlah! Jawabanmu menjadi batu dan menghujani seluruh jiwaku

Hujan batu mengiris segala lukaku

Hujan batu

Sudah tak peduli tentang apapun itu

Karena aku sudah kalah dalam kamusmu

Biarlah! Aku bejalan bersama puisiku

Mengarungi segala resah jiwaku

Suatu saat pasti akan ada jalan terangku

Tak selamanya hujan batu itu menghancurkanku

Walaupun masuk di segenap sendi poriku

Hujan batu membuatku membisu

Jiwaku mengarungi kesedihan yang beku

Hingga aku terasa kaku

Menyelimuti rasa jiwaku

Saat menelusuri keadaan yang sulit berliku

Karena sakit sudah menderu debu

Membuat diri hancur lebur tak tersisa pada diriku

Sampai lukaku membiru

Hujan batu menerkam segala jiwaku

Semua kupasrahkan kepada semesta rindu

Biar suatu saat ada jawaban membuat bahagia naluriku

Biar hatiku bisa suka cita dan tak lagi risau

Walapun ada jawaban yang tak sesuai harapku

Aku tetap berusaha mensucikan laku nafasku

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image