Ciri-ciri Lomba Palsu yang Perlu Diketahui

Image
Pewarta Berita Indonesia
Lomba | Monday, 04 Jul 2022, 09:30 WIB
Ilustrasi penipuan

Saat ini informasi lomba terbaru terus bermunculan di internet. Bahkan info lomba tersebut dengan mudahnya ditemukan di media sosial semacam Facebook, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya.

Postingan pengumuman lomba itu diselenggarakan oleh berbagai sumber. Penyelenggaranya pun beragam, mulai dari kalangan instansi, perusahaan, sampai komunitas atau organisasi kenamaan. Namun di antara sekian banyak penyelenggara, ada saja ulah oknum-oknum nakal yang berniat jahat dengan berkedok mengadakan perlombaan.

Kejahatan siber berkedok lomba tentunya harus diwaspadai. Cara mewaspadai keberadaan lomba-lomba palsu tersebut bisa diketahui dengan mengenali ciri-cirinya.

Adapun ciri-ciri penipuan lomba palsu tersebut dapat dikenali dalam 5 tanda utama, seperti dijabarkan melalui penjelasan berikut.

1. Harus membayar

Tujuan mengikuti lomba adalah untuk mendapatkan keuntungan berupa hadiah. Maka tak lazim jika peserta justru diharuskan membayar demi mengikutinya.

Meski ada alasan tertentu yang mengharuskan peserta membayar administrasi lomba, namun jika dicermati harusnya keperluan apapun sudah semestinya menjadi bahan pertimbangan panitia jika ingin mengadakan lomba.

2. Kredibilitas penyelenggara meragukan

Akan jadi percuma sekian waktu yang Anda manfaatkan untuk belajar tips sukses menang lomba jika ternyata panitia penyelenggara terdiri dari oknum-oknum nakal. Karena selain mengindikasikan lomba yang mereka gelar itu palsu, tentunya reputasi tersebut patut dipertanyakan.

Jadi, bijaknya sebelum mendaftar sebuah event lomba selalu cek terlebih dahulu seperti apa reputasi penyelenggara sejauh ini.

3. Hadiah berupa publikasi karya sistem print on demand atau self-publishing

Untuk poin ketiga ini sedikit berbeda. Penipuan lomba palsu biasanya menggunakan modus sistem print on demand atau self-publishing.

Jika menang, peserta diberi hadiah publikasi karya, namun dengan sistem print on demand. atau self-publishing. Kurang lebih artinya, penulis harus merogoh kocek untuk membeli buku yang diterbitkan panitia lomba.

Secara tidak sadar, peserta digiring untuk jadi konsumen penyelenggara lomba, yang biasanya penerbit baru.

4. Wajib banyak (sekali) tag akun medsos teman

Ini yang paling umum dijumpai, yaitu kewajiban melakukan mention atau tag ke sejumlah teman di media sosial agar mengetahui bahkan turut mengikuti lomba secara paksa.

Mengikuti lomba didasari atas kemauan si calon peserta, tanpa kewajiban untuk mengajak orang lain untuk ikut juga mengikutinya.

5. Syarat dan tenggat waktu lomba amat lentur

Soal tenggat waktu, lomba bisa diperpanjang periode penyelenggaraannya jika kuota peserta belum terlampaui. Namun akan jadi terasa aneh jika pengumuman soal perpanjangan dilakukan secara terus-menerus.

Bisa jadi ada modus yang sedang direncanakan si penyelenggara.

Harusnya, berapapun jumlah peserta tidak lantas membuat peraturan soal periodik waktu kemudian dapat diubah-ubah seenak kemauan penyelenggaranya. Karena peserta yang telah lebih dulu mendaftar akan dirugikan dengan molornya penyelenggaraan lomba tersebut.

Sumber: Sayembara.net

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Kumpulan berita Indonesia terkini 2022, isu terhangat, trending topic, terpopuler dan viral hari ini di Indonesia dari Pewarta.co.id

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Hakikat Kemerdekaan

Image

Meriahkan HDKD ke-77, Kepala Rutan Kelas IIB Majene Gelar Sepeda Santai Bersama Pegawai dan DWP

Image

Abonie Digital Music, Distributor Musik Terkemuka Asal Riau

Image

Kompak! Pegawai Rutan Kudus Ikuti Virtual Run 7,7 KM

Image

Mp3 Juice: Free Download Musik Tanpa Batas 2022 Cepat Sekaligus Mudah

Image

Savefrom Net : Cara Mudah Anti Ribet Download Mp4 Dan Mp3 Youtube Tanpa Aplikasi Plus Gratis Disini

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image