Bahasa Indonesia Telah Berubah

Image
AZMIRIZAL
Sastra | Wednesday, 27 Oct 2021, 16:15 WIB
pixabay.com)" />
Bahasa Indonesia di kalangan remaja mengalami perubahan seiring berkembangnya tekhnologi (sumber: pixabay.com)

Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung tinggi Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Itulah bunyi Alinea ketiga dari ikrar sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928. Setidaknya hal itu yang tercatat dalam sejarah Indonesia. Ikrar dan janji para pemuda pendiri bangsa Indonesia itu memiliki tujuan yang jelas. Yaitu menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Bangsa Indonesia.

Bahasa memiliki peran yang penting sebagai identitas suatu negara. Seperti Indonesia yang memiliki beragam bahasa daerah yang memperjelas identitas bangsa kita. Namun keberagaman bahasa itu mampu disatukan dengan satu bahasa, yaitu Bahasa Indonesia layaknya yang tertera dalam ikrar sumpah pemuda.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan wajib diterapkan dalam kegiatan kenegaraan kita.Selain itu, Bahasa Indonesia juga dijadikan bahasa pengantar di ruang lingkup pendidikan. Hal itu bertujuan agar keberadaan Bahasa Indonesia tetap terlihat diterapkan dan masih relevan di tengah masyarakat.

Apakah hal tersebut sudah berhasil? Apakah Bahasa Indonesia masih digunakan sebagai bahasa pengantar di masyarakat? Dewasa ini penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di masyarakat belum sepenuhnya digunakan dan terdapat pergesaran bahasa, terutama di kalangan remaja.

Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat ini sulit ditemukan dan cukup memprihatinkan. Pasalnya remaja zaman sekarang cenderung menggunakan bahasa yang dianggap kekinian yang lebih kita kenal sebagai bahasa gaul. Dengan adanya media sosial juga mempengaruhi penggunaan bahasa remaja kita. Mereka menjadi tahu dan menggunakan ungkapan-ungkapan yang sedang menjadi tren di seluruh dunia.

Disadari atau tidak, interferensi bahasa gaul saat ini kerap muncul tidak hanya di pergaulan. Bahasa gaul terkadang muncul di situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak baik dan salah.

Apakah kita sadar pergesaran bahasa yang terjadi. Tanpa disadari kita menggunakan kata udah, aja, emang padahal kata yang sebenarnnya adalah sudah, saja, memang. Contoh lainnya gimana yang seharusnnya bagaimana, gini, gitu yang seharusnya begini, begitu. bener, sebel, seneng yang seharusnya benar, sebal, senang dan masih banyak contoh lainnya.

Perlu diingat bahwa bahasa itu akan selalu berkembang setiap waktunya. Apabila hal semacam ini dibiarkan, lambat laun Bahasa Indonesia yang baik dan benar akan terancam tersisihkan oleh Bahasa Indonesia yang tidak baik ini. Berbahasa erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Jika generasi Indonesia semakin jauh dengan Bahasa Indonesia yang seharusnnya, mungkin keberadaan Bahasa Indonesia akan semakin berat dalam memikul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa Indonesia.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Kontribusi Generasi Milenial dalam Pertumbuhan Industri Syariah

Image

INSTRUMEN PEMBIAYAAN INOVATIF UNTUK MEMPROMOSIKAN PENGEMBANGAN KEUANGAN MIKRO SYARIAH MELALUI SUKUK

Image

Investasi Saham Syariah

Image

Keterbukaan Informasi Publik (KIP)

Image

Informasi publik dalam keterbukaan informasi

Image

Aku dan Guru Madrasah dalam Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image