Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Venecia Calista Limiago

Mengatasi Handphone Yang Mendadak Mati Sendiri Dengan Mencari Penyebabnya

Teknologi | Tuesday, 21 Jun 2022, 08:56 WIB

Mengatasi Handphone Yang Mendadak Mati Sendiri Dengan Mencari Penyebabnya

Handphone Mati Sendiri masih menjadi hal yang membuat pemilih handphone geregetan dan bertanya-tanya. Apalagi ketika handphone mendadak mati ketika saat digunakan dalam waktu yang penting dan mendesak. Karena penyebabnya tidak diketahui secara langsung sehingga tidak dapat diatasi dengan cepat.

Dalam kehidupan jaman sekarang handphone merupakan perangkat yang sangat penting untuk berhubungan dengan orang lain. Sehingga orang senantiasa mengandalkannya untuk membantu mempermudah aktivitas sehari-hari yang dilakukan.

Handphone Mati Sendiri Dan Cara Mengatasinya

Meskipun handphone jaman sekarang sudah dibuat dengan teknologi yang paling canggih sekalipun, namun nyatanya handphone masih mengalami banyak kendala yang merepotkan. Termasuk handpone mati sendiri yang mengganggu aktivitas dan pekerjaan yang sedang dilakukan.

1. Akibat Kondisi Baterai Drop

Jangan sedih ketika suatu hari handphone yang digunakan mendadak mati sendiri dan susah hidup kembali, bisa jadi penyebabnya adalah karena baterainya drop. Sebaiknya Anda segera memeriksanya terlebih dahulu, mungkin kondisi baterai yang digunakan sudah tidak dalam kondisi yang baik.

Karena pemakaian baterai yang sudah terlalu lama juga dapat menjadi penyebab handphone mati sendiri Ciri-ciri yang dapat dikenali adalah persentase baterai yang cepat sekali menurun, meskipun belum terlalu lama diisi sampai penuh.

Apalagi ketika pemakaian handphone sangat normal, tidak digunakan untuk melakukan aktivitas yang berat. Seperti bermain game atau mengedit foto dan video yang memerlukan daya baterai yang cukup besar.

Ketika Anda mendapati bahwa penyebab handphone mati sendiri adalah baterai yang rusak ataupun drop maka untuk mengatasinya harus membeli baterai yang baru. Penyebab handphone mati sendiri terkadang juga karena melakukan pengisian daya ketika handphone dalam kondisi panas atau overheat.

Sebaiknya ditunggu dulu sebentar sampai kondisinya menjadi dingin terlebih dahulu, Kemudian baru diisi kembali. Kalau baterainya sudah rusak sebaiknya segera diganti baru, karena dapat mempengaruhi performa ponsel.

2. Terlalu Banyak Beban File Sampah

Lalu salah satu handphone mati sendiri lainnya adalah terlalu banyak timbunan sampah cache. File sampah yang biasanya disimpan oleh ponsel secara otomatis ini ketika menumpuk akan membuat kinerja smartphone menjadi semakin berat dan lambat.

Efek paling buruk dari banyaknya timbunan file sampah ini adalah handphone akan sering mati mendadak atau shutdown sendiri. Sebaiknya pengguna rajin membersihkan semua cache dengan aplikasi bawaan maupun tambahan. Agar membantu kinerja handphone menjadi lebih ringan sehingga tidak lemot.

3. Mengalami Kerusakan Sistem Aplikasi

Terkadang kerusakan pada sistem aplikasi juga menjadi salah satu penyebab handphone mati sendiri. Cara untuk mengatasi masalah ini sebenarnya juga tidak susah, karena pengguna cukup melakukan pembaruan perangkat lunak atau software update secara berkala.

Manfaat dari pembaruan yang sering tidak disadari oleh pengguna adalah memperbaiki bug firmware. Selain itu juga dapat mempercepat kinerja handphone saat digunakan melakukan pekerjaan yang cukup berat. Sehingga tidak berjalan lambat, boros baterai dan mengalami ketidakstabilan sistem.

Bug atau kerusakan yang terjadi pada perangkat lunak ini mudah dikenali dengan handphone yang sering mati atau nyala sendiri. Terkadang juga muncul notifikasi pop up bahwa aplikasi ini telah terhenti. Semakin lama hal ini akan menyebabkan handphone mati sendiri.

4. Handphone Mengalami Overheat

Ketikan handphone yang digunakan mengalami overheat, pengguna dapat langsung mengenalinya karena terasa panas. Overheat juga menjadi pemicu handphone mendadak mati sendiri karena sistem akan bekerja terlalu keras untuk melakukan semuanya.

Agar tidak mengalami handphone mati sendiri maka suhu normal yang dibutuhkan adalah 40 derajat celsius. Usahakan jangan sampai lebih dari suhu tersebut karena tidak hanya mendadak mati, namun bisa menyebabkan kebakaran ketika terjadi korsleting.

Ketika mendapati handphone yang digunakan ternyata sedang overheat, maka gunakanlah mode hemat daya agar kinerja ponsel tidak menjadi berat. Selain itu juga menghindari rusaknya komponen yang ada dalam perangkat handphone tersebut.

Agar handphone semakin ringan lagi jangan lupa untuk mematikan GPS, Wifi dan juga bluetooth. Karena ketiga fitur ini memperberat kinerja handphone untuk mencari konektivitas. Agar terhindar dari handphone mati sendiri maka tutup dahulu aplikasi yang digunakan, jangan langsung kembali ke home screen

Selain itu agar mengurangi resiko handphone mengalami overheat pengguna dapat menggunakan charger fast charging. Hindari menggunakan charger dan aksesoris yang tidak orisinil agar tidak terkena masalah. Termasuk memilih case hape yang salah juga dapat memperberat resiko handphone mengalami overheat.

Perhatikan juga untuk tidak menggunakan handphone ketika sedang diisi dayanya atau ketika koneksi jaringan tidak stabil. Karena hal ini juga dapat memicu kerusakan yang dapat mengakibatkan handphone mati sendiri.

5. Efek Samping Root

Untuk mendapatkan akses seluruh sistem ponsel yang sebelumnya terbatas pengguna akan memilih menggunakan root. Namun karena adanya akses yang berlebihan pada sistem perangkat keras atau hardware membuat handphone menjadi bekerja terlalu keras.

Akses yang terlalu berlebihan inilah yang dapat menyebabkan handphone mengalami kerusakan. Karena sesungguhnya tindakan root ini sama dengan mengubah paksa sistem perangkat lunak atau software. Yang lebih mengerikan adalah ketika terjadi kesalahan dalam proses rooting, dapat menyebabkan handphone mati sendiri.

Orang terkadang tidak bisa membedakan root dengan teknik flashing, Karena sebenarnya flash atau flashing adalah proses install kembali sistem operasi Android. Tujuannya agar smartphone dapat kembali seperti baru.

Prosedur yang digunakan untuk melakukan flashing, bisa dengan menggunakan ROM atau custom ROM Android yang sesuai agar terhindar dari bootloop. Alangkah baiknya proses flash maupun root dilakukan di PC agar terhindar dari risiko handphone mati sendiri.

Hati-hatilah ketika melakukan root pada smartphone, untuk menghindari kerusakan yang tak diinginkan. Apalagi tindakan ini dapat mengakibatkan resiko kerusakan perangkat dan juga rentan terkena virus maupun bug. Karena kerusakan akibat root tidak akan dijamin oleh garansi dari produsen.

6. Chipset dan Memori RAM Sudah Overload

Yang menjadi Handphone mati sendiri berikutnya adalah masalah pada Chipset yang digunakan terlalu tinggi. Sehingga RAM yang digunakan menjadi overload, bahkan lamanya pemakaian akan menyebabkan CPU mengatur ulang sehingga ponsel mendadak mati.

Hal seperti ini sering dialami oleh para gamer, karena sudah terbiasa menggunakannya untuk memainkan aplikasi game yang cukup berat. Sehingga lama kelamaan handphone dapat menjadi panas karena terlalu diforsir dalam pemakaiannya.

Agar tidak mengalami handphone mati sendiri yang sangat merepotkan maka hindari menggunakan aplikasi yang berat dalam waktu yang lama. Batasi juga aplikasi yang diunduh dan juga istirahatkan handphone secara berkala.

7. Komponennya Mengalami Kerusakan

Kadang-kadang penyebab handphone mati sendiri juga dikarenakan oleh rusaknya komponen pada handphone yang bersangkutan. Bisa pada perangkat keras atau hardware, misalnya rusaknya tombol power yang memiliki kegunaan untuk menghidupkan dan mematikan ponsel.

7 hal yang menjadi penyebab handphone mati sendiri tadi dapat dijadikan acuan bagi pengguna yang mengalaminya. Meskipun masih ada banyak penyebab lainnya, setidaknya dapat membantu menganalisa penyebab yang mungkin terjadi. Dapatkan informasi lainnya seputar teknologi di https://www.1suara.com/ .

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image