Patut Dipuji, Sikap Diplomasi Prabowo Sampai Kutip Nelson Mandela

Image
Rangga Sahputra
Info Terkini | Tuesday, 21 Jun 2022, 06:07 WIB

Sikap bangsa Indonesia dalam kancah Internasional selalu berpegang pada politik bebas aktif. Bahkan, bangsa kita menjunjung tinggi perdamaian dan ikut aktif dalam upaya perdamaian melalui organisasi.

Sebut saja Perserikatan Bangsa-bangsa, ASEAN, Gerakan Non Blok, yang menyatakan posisi Indonesia. Bangsa Indonesia tegas dalam menyikapi tidak akan bergabung dalam sebuah aliansi militer manapun di dunia.

Bahkan, tidak akan melakukan provokasi, konflik ataupun konfrontasi dengan negara lain. Sebab, bangsa Indonesia selalu menghormati bangsa lain dan turut menjaga perdamaian dunia.

Disamping itu, secara tegas menolak adanya invasi ataupun penjajahan yang terjadi antar sebuah negara. Sikap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam menjalankan politik luar negeri patut dipuji.

Menyikapi soal Laut China Selatan dan kepulauan Natuna terkadang menyeret konflik Indonesia dengan China.

Sikap bijak dan diplomasi Prabowo patut diacungi jempol, dengan mengutip Presiden Afrika Nelson Mandela.

Apakah dia menganggap Fidel Castro, Mohammad Kadafi menjadi ikon atau menjadi contoh yang baik. Jawabannya adalah musuhmu tidak perlu menjadi musuhku juga, yang memiliki makna tidak ikut serta dalam konflik tersebut.

Banyak pendapat menyatakan bahwa jatuhnya kekuasaan Fidel Castro dan Mohammad Kadafi ada "peran" Amerika. Namun, sikap bijak Prabowo ditunjukkan bahwa Amerika dan Indonesia memiliki hubungan serta kerjasama yang baik.

Bahkan, dengan China bangsa Indonesia juga memiliki hubungan yang sangat baik menyebutnya sebagai rekan yang baik. Setiap negara harus bisa memutuskan prioritasnya sendiri dengan tetap menjalin hubungan baik dengan kekuatan besar.

Sebagaimana diketahui, Director-General and Chief Executive of the International Institute for Strategic Studies (IISS), John Chipman menyinggung soal konflik China dan Indonesia. Hal itu disampaikan dia saat menjadi moderator dalam Forum IISS Shangri-La Dialogue 2022 kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Untuk Bapak Prabowo, ini menyinggung tentang Laut China Selatan dan Kepulauan Natuna yang terkadang membawa konflik antara China dan Indonesia. Kemudian apakah AUKUS dan Quad sesuai dengan Asian Way dari pertahanan diplomasi?" tanya Chipman, seperti dilihat detikcom di situs IISS, Selasa (14/6/2022).

Prabowo menjelaskan, sebelum merdeka, Indonesia sudah memutuskan sikap terkait persekutuan militer. Prabowo menyebut Indonesia menghormati semua kekuatan-kekuatan besar dan negara-negara di sekitarnya.

"Dimulai jauh-jauh hari, sebelum kita menjadi negara yang berdaulat secara resmi, kami memilih secara sadar untuk bebas dan tidak terikat dengan persekutuan militer. Ini karena sikap atau pandangan kami di mana kami menganggap diri kami menghormati semua kekuatan-kekuatan besar dan negara-negara tetangga kami. Itu adalah sumber yang sangat mendasar akan pengakuan ini," ungkap Prabowo.

Prabowo lalu mengutip jawaban tokoh dunia, Nelson Mandela, terkait politik dunia. "Dan saya juga ingin mengatakan jawaban yang terkenal dari salah satu pemimpin terbaik dunia yang menjadi korban dari ketidakadilan, Nelson Mandela, ketika dia ditanya, saat meeting di New York, apakah dia menganggap Fidel Castro, Mohammad Kadafi menjadi ikon atau menjadi contoh yang baik. Jawabannya adalah musuhmu tidak perlu menjadi musuhku juga," sambung Prabowo menirukan jawaban Nelson Mandela.

Prabowo tak langsung mengarahkan jawaban pada hubungan Indonesia dengan China. Dia menjelaskan terlebih dulu soal hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan negara lainnnya.

"Kemudian posisi kita memiliki hubungan yang baik, kita didukung oleh Amerika saat kemerdekaan kita. Amerika membantu kita di banyak hal. Kita juga dibantu oleh Australia pada saat perjuangan menuju kemerdekaan," tutur Prabowo.

tak langsung mengarahkan jawaban pada hubungan Indonesia dengan China. Dia menjelaskan terlebih dulu soal hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan negara lainnnya.

Kemudian posisi kita memiliki hubungan yang baik, kita didukung oleh Amerika saat kemerdekaan kita. Amerika membantu kita di banyak hal. Kita juga dibantu oleh Australia pada saat perjuangan menuju kemerdekaan," tutur Prabowo.

"Kita ingat persatuan buruh-buruh Australia menginginkan kemerdekaan untuk negara kita. Kita ingat pekerja-pekerja Australia menolak untuk menangani Kargo Belanda. Dan kita juga ingat saat Russia membantu Indonesia, pada saat itu Uni Soviet," imbuh Prabowo.

Prabowo lalu menyampaikan China adalah negara sahabat Indonesia, meski memiliki perbedaan. Kendati demikian, lanjut Prabowo, suatu negara harus memutuskan sendiri sikap dan prioritasnya.

"Dan China selalu menjadi rekan yang sangat baik dengan Indonesia. Kita memiliki perbedaan, tetapi saat ini Asian Way adalah setiap negara memiliki caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalannya. Tetapi setiap negara harus menjaga hubungan dengan negara-negara tetangga dan semua kekuatan-kekuatan besar dunia," jelas Prabowo.

"Jadi, kalau saya ditanya tentang hal tersebut, maka jawaban saya, setiap negara harus bisa memutuskan dirinya sendiri apa prioritas mereka, keamanan apa yang dibutuhkan," lanjut dia.

Sumber: Detik.com

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Writer

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Pastikan Dapur Dalam Keadaan Bersih, Lapas Purwokerto Lakukan Inspeksi Hygiene Sanitasi

Image

Opini tentang APBN 2022

Image

Menelaah lebih dalam mengenai Konsep dalam Bisnis Syar'iah

Image

Tambahan Pelunasan Utang Karena Ta'widh dalam Ekonomi Syariah apakah Termasuk Riba?

Image

Opini tentang APBN 2022

Image

Rori Perwira Jadi Calon Kuat Ketum Imarindo

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image