Bikin Bangga, Pesawat dan Helikopter Produksi PTDI Buat Kebutuhan Operasi TNI AL

Image
AL Debaran
Info Terkini | Monday, 20 Jun 2022, 06:04 WIB

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan alat utama sistem senjata (alutsista) berupa sebuah pesawat terbang dan dua unit helikopter pesanan Kementerian Pertahanan, untuk digunakan TNI Angkatan Laut (AL).

Semoga tambahan pesawat terbang dan dua helikopter ini bisa membantu TNI AL dalam menjaga keamanan negara.

Kagum dan senang hati industri pertahanan negara kita mulai berkembang. Sebuah prestasi baik untuk lebih baik lagi kedepan.

Senang mendengar informasi ini PT DI mampu menghasilkan karya untuk membantu pertahanan negara.

Dengan harapan kedepan alutsista dari hasil produksi industri pertahanan dalam negeri.

PT Dirgantara Indonesia (DI) menyerahkan pesawat militer dan dua helikopter untuk Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Tiga unit pesawat militer itu merupakan kerja sama antara PT DI dan Kemhan untuk memperkuat TNI Angkatan Laut (AL).

PT DI menyerahkan berupa tiga pesawat militer, yakni CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA), dan dua unit helikopter anti kapal selam.

Hasil ini adalah prestasi yang harus diapresiasi oleh masyarakat Indonesia.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sempat mengecek pesawat pemberian PT DI itu secara langsung.

Prabowo juga mendorong agar PT DI terus bekerja lebih inovatif dan efisien. Ia berharap produksi pesawat PT DI terus meningkat.

"Presiden sudah merestui (peningkatan produksi). Lima tahun ke depan minimal produksi 20 CN 235. Kemudian, 219 (pesawat N 219) sudah mendapat pesanan dari Kemhan," kata Prabowo.

Prabowo juga mengatakan sejumlah pesawat jenis lainnya telah dipesan.

Diketahui CN 235-220 MPA merupakan pesawat yang didesain untuk menunjang kebutuhan operasi TNI AL, khususnya dalam kebutuhan misi patroli.

Di samping kemampuan misi patroli maritim, CN 235-220 MPA ini adalah pesawat PT DI pertama yang telah dimodifikasi dan di-upgrade seluruh sistemnya.

Sementara itu, dikutip dari laman resmi PT DI, CN 235-220 MPA merupakan pesawat tangguh untuk melakukan berbagai misi khusus seperti Search and Rescue (SAR), kontrol Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), pencegahan dan pengontrolan pencemaran laut, pengawasan dan keamanan laut dan Anti-Surface Warfare (ASuW).

CN235-220 MPA dengan kemampuan penuh dapat bertahan lebih dari 11 jam, sementara time on station di radius 200 NM lebih dari 9 jam.

Pesawat ini juga dilengkapi berbagai sistem atau sensor, seperti tactical integration system (TIS) with N operator workstation, comm system, self protection system (SPS), dan lainnya.

Sumber: Detik.com

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Konten Writer

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Pastikan Dapur Dalam Keadaan Bersih, Lapas Purwokerto Lakukan Inspeksi Hygiene Sanitasi

Image

Opini tentang APBN 2022

Image

Menelaah lebih dalam mengenai Konsep dalam Bisnis Syar'iah

Image

Tambahan Pelunasan Utang Karena Ta'widh dalam Ekonomi Syariah apakah Termasuk Riba?

Image

Opini tentang APBN 2022

Image

Rori Perwira Jadi Calon Kuat Ketum Imarindo

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image