Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Devi Nopita Sari

Ini Dia Salah Satu Destinasi Museum Murah di Jaksel, Wajib Kesini!

Wisata | Sunday, 19 Jun 2022, 10:38 WIB

Basoeki Abdullah, begitulah nama museum ini yang diambil dari nama asli sang pemilik. Museum ini berisikan koleksi berupa lukisan, wayang, senjata, dan barang milik peninggalan beliau. Berlokasikan di kawasan Jakarta Selatan, lebih tepatnya di Jl. Keuangan Raya No. 19, Cilandak Barat, Cilandak.

Sang Maestro Seni Lukis Indonesia Basoeki Abdullah. Memiliki nama asli Fransiskus Xaverius Basoeki Abdullah yang lahir pada 27 Januari 1915 di Surakarta Solo. Namanya masuk dalam jajaran pelukis ternama di Indonesia bahkan terkenal di dataran Eropa. Sepanjang hidupnya sebagai seorang pelukis handal, beliau telah menikah selama empat kali. Dua kali dengan wanita Eropa dan dua kali dengan wanita asal Thailand.

Setelah beliau wafat pada tahun 1993 dan dimakamkan di Yogyakarta, ia memberikan wasiat dengan menghibahkan sebagian karyanya serta rumahnya kepada Negara dan diterima oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang kini dijadikan Museum dibawah naungan Kementerian.

Museum ini cocok untuk destinasi wisata pilihan maupun destinasi pembelajaran. Gedung museum ini terbagi menjadi dua bagian, gedung I dan gedung II. “dalam gedung satu merupakan rumah tinggal asli mendiang Basoeki Abdullah dan di gedung sebelahnya merupakan gedung baru yaitu tempat pengembangan area museum yang diperuntukan untuk masyarakat seperti adanya pameran terbatas” tutur Artika, Konsevator Museum.

Ada banyak lukisan-lukisan yang menarik di dalamnya, hampir semua yang di dalam museum merupakan hasil tangan langsung Pak Basoeki. Museum ini rutin bekerja sama dengan komunitas-komunitas lukis di Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung ataupun kota-kota lainnya. Beliau sangat dekat dengan orang-orang pemerintahan masa itu dan pernah ditunjuk langsung oleh Presiden Soeharto untuk melukis seluruh kepala Negara.

Beliau merupakan seniman lukis yang menganut aliran Naturalis dan Realism, beliau lebih sering dan sangat suka melukis potret wanita. Terdapat lukisan-lukisan wanita terkenal pada masa itu. Namun, ada satu lukisan yang paling menarik yaitu potret Ratu Juliana asal Belanda. Yang saat itu sedang mengadakan lomba melukis di Eropa kemudian diikuti oleh Pak Basoeki dan harus bersaing dengan pelukis-pelukis handal Eropa dan lukisan Pak Basoeki lah yang menang saat itu.

Beliau juga sangat menyukai wayang dan terdapat ruang khusus wayang. Beliau juga sering memerankan pentas seni wayang bersama kerabat bahkan hingga luar negeri. Tak hanya itu dalam museum juga terdapat peninggalan-peninggalan serta koleksi pribadi yang ia punya seperti pakaian miliknya, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, senjata, aksesoris, topeng, pajangan, buah tangan, dan koleksi-koleksi lainnya yang dia sukai pada saat itu.

Dalam ruang tidur miliknya kita bisa melihat makna yang lebih dalam hidup seorang Basoeki Abdullah. Dimana ruang pribadinya merupakan tempat dimana ia bisa berkomunikasi dengan Tuhannya dengan doa dan merupakan tempat ia menambah wawasan seperti membaca. Adanya ruang tidur beserta barang yang mendukung memiliki makna khusus yang berkaitan dengan wafatnya beliau.

Barang-barang milik beliau di letakan benar-benar seperti sedia kala. Yang tak kalah menariknya, dalam museum terdapat barang milik beliau yang masih utuh bahkan terlihat bercak darah di kacamata yang ia kenakan saat mati dibunuh oleh perampok. Beliau dibunuh saat tidur menggunakan senapan panjang bukan dengan cara ditembak, melainkan dipukul oleh kayu gagang senapan tepat di tekuk leher beliau hingga meninggal dunia. Para perampok berhasil merampok barang-barang berharga milik beliau dan dipajang dalam kaca museum.

Kini museum ini juga telah dilengkapi fasilitas aula auditorium di lantai atas khusus untuk tempat acara. Dengan mengunjungi museum ini kita bisa menambah wawasan, pengetahuan dan informasi baru mengenai seni lukis dan mengenal siapakah Sang Maestro Lukis Indonesia Basoeki Abdullah. Untuk tiket masuk tak perlu khawatir dengan harganya, hanya cukup membayar dua ribu rupiah saja untuk bisa menikmati keseluruhan museum dan memanjakan mata dengan arsitektur ruangan museum yang keren.

Gak cuma itu, transportasi menuju museum ini cukup mudah lho. Kita bisa menggunakan transportasi umum seperti MRT atau kamu juga bisa menggunakan Transjakarta. Museum ini bahkan dilengkapi fasilitas bagi para penyandang disabilitas seperti lift serta huruf Braille. Museum ternyata juga cocok banget nih buat para generasi muda yang suka ber-swa foto, dijamin aestethic banget tempatnya buat di apload ke social media kamu.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image