Mau Jadi Smart Trader Saham, Jangan Hanya Ikut-ikutan Rekomendasi

Image
Imam Pamuji
Bisnis | Tuesday, 21 Sep 2021, 09:18 WIB

PT Indo Premier Sekuritas berkomitmen meningkatkan kualitas literasi investor maupun calon investor dengan kampanye #SemuaBisaInvestasi, salah satunya melalui edukasi yang disusun secara berjenjang, berkala dan berkelanjutan seperti halnya melalui webinar XPert Saham pada Sabtu, 18 September 2021.

Diketahui, webinar XPert Saham adalah edukasi berkelanjutan untuk nasabah IPOT agar makin expert dalam menggunakan aplikasi, melakukan analisis fundamental dan teknikal sehingga bisa makin aktif dalam investasi dan tradingnya.

Menghadirkan Technical Trader & Stock Influencer, Andy Senjaya yang membawakan materi "Charting-Charting Cuan: Trading Cerdas, Trading Cuan" dengan moderator Investment Specialist and Trainer at Indo Premier Sekuritas, Peni Rahmadani, webinar XPert Saham kali ini mengedukasi ribuan investor IPOT agar makin mahir dalam investasi dan trading saham.

Andy Senjaya dalam paparannya menegaskan bahwa trading saham perlu pondasi analisis teknikal. Analisis teknikal yang dipraktikkan akan membuat portofolio growing. Analisis teknikal bermanfaat untuk melihat ke mana arah harga yang sebenarnya.

"Kita semua bisa menjadi smart trader. Smart trader itu bisa melakukan analisis sendiri dan melalukan trading plan sendiri. Jadi, nggak perlu ragu dengan kemampuan diri sendiri dan tidak mencari-cari dan ikut-ikutan opini atau rekomendasi orang lain," tandas Andy Senjaya yang sudah berpengalaman selama 9 tahun dalam trading.

Belajar analisis teknikal itu penting untuk menganilis pergerakan harga di masa lalu untuk menentukan pergerakan harga di masa yang akan datang. Adapun 5 elemen penting dalam analisis teknikal saham yang wajib dipahami adalah trend, support & resistance, chart pattern, candlestick pattern dan indicators.

Jika melihat trend, terangnya, probability profit sudah meningkat 50% sesuai dengan arah market. Selanjutnya, investor atau trader bisa konfirm lagi dengan elemen lain untuk melihat harga selanjutnya mau bergerak ke mana.

"Support and resistance adalah area dimana harga memiliki probabilitas untuk berhenti dan berbalik arah. Support sendiri dimengerti sebagai area yang berpotensi membuat penurunan harga berhenti dan berbalik naik, karena ada permintaan (demand) yang besar, sementara itu resistance dipahami sebagai area yang berpotensi membuat kenaikan harga berhenti dan berbalik turun, karena ada penawaran (supply) yang besar," tegasnya.

Ia menegaskan tujuan melihat support dan resistance ini adalah melakukan entry yakni buy on weakness (support) dan buy on breakout (resistance), menentukan area stop loss dan menentukan area take profit.

"Dengan mengetahui elemen lainnya maka ada benefit untuk trading jauh lebih akurat dan jauh lebih pasti lagi. Tapi harus ingat, kita tidak bisa mencapai 100%. Kalau kita ingin mengetahui dengan pasti ke mana arah market berikutnya dalam analisis teknikal, itu kita tidak bisa 100%. Alasannya, nobody knows the future price at the beginning," pungkasnya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Menkumham Yasonna H Laoly Beri Pemahaman Sejak Dini ke Murid SD dan SMP

Image

Melalui DJKI Mengajar, Kemenkumham Jateng Kenalkan Kekayaan Intelektual Sejak Dini

Image

Warga Binaan Lapas Purwokerto Ikuti Sosialisasi HIV/AIDS, Hepatitis C dan Siphilis

Image

Menkumham Yasonna H Laoly Beri Pemahaman Sejak Dini ke Murid SD dan SMP

Image

Tingkatkan Skill Jurnalisme, Solusinya Kelas Pembelajaran Jurnalistik Online dan Offline

Image

Sesditjenpas Meninjau Langsung Pembangunan 3 Proyek Lapas Baru di Nusakambangan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image