Tak Ada Angin Segar bagi Pendidikan

Image
yulia pita
Eduaksi | Thursday, 09 Sep 2021, 09:17 WIB

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudrisrek), Nadiem Makarim, memutuskan tidak akan memberlakukan ketentuan jumlah minimum siswa dalam persyaratan penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) regular. Namun, polemik terkait hal ini belum usai lantaran ketentuan tersebut hanya berlaku hingga 2022. (Republika.co.id, Rabu , 08 Sep 2021).

Jadi di Tahun 2022 akan menjadi tahun eksekusi bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki murid lebih dari 60 orang. Sekolah-sekolah ini harus siap bertahan sendirian karena tak akan lagi mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah dengan dalih efisiensi anggaran.

Nasib sekolah khususnya lembaga pendidikan swasta, banyak yang kembang kempis akibat kekurangan dana. Apalagi ketika masuk era pandemi. Banyak orangtua murid yang kesulitan membayar SPP anak-anaknya. Walhasil, sekolah pun tak sanggup memenuhi biaya operasional termasuk membayar tenaga pengajar yang sebelumnya juga dibayar seadanya.

Padahal diakui atau tidak, kehadiran sekolah swasta selama ini berperan besar dalam membantu negara menyelenggarakan pendidikan yang justru menjadi kewajibannya. Bahkan sekolah swasta mampu menjangkau level masyarakat paling rendah hingga ke pelosok-pelosok wilayah Indonesia.

Hal ini tentu di luar problem minimnya sarana prasarana pendidikan lainnya, seperti kursi, meja, alat bantu maupun fasilitas penunjang lainnya. Padahal, ketersediaan sarana prasarana, di samping tenaga pendidik yang memadai menjadi salah satu faktor yang membantu menyukseskan penyelenggaraan pendidikan berkualitas.

Esensinya pendidikan itu penting, negara bertanggung jawab penuh memastikan pendidikan terselenggara dalam format paling ideal. Dengan adanya sumber daya alam yang melimpah dengan kondisi sumber daya alam tersebut tidak boleh dimiliki swasta tapi wajib dikelola negara untuk sebesar-besar kemaslahatan umat. Walhasil negara dapat memberikan dana maksimal bagi pendidikan.

Yulia Dwi P

Guru SMA Swasta

Plemahan Kediri

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Syukur dan Sabar di tahun Baru Muharram

Tak Ada Angin Segar bagi Pendidikan

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Staff Registrasi Bapas Semarang Siap Menyajikan Data yang Akuntabel

Image

APK Bapas Semarang Turun Ke Ladang Untuk Melakukan Pengawasan Program Asimilasi Dalam Lapas

Image

Tingkatkan Akuntabilitas Bapas Semarang Laporkan Capaian Output Melalui E-Monev

Image

Sepakat dengan Menhan Prabowo Dukung Kriteria Calon Taruna

Image

Dari Gunungkidul ke Solo, SMA Muhammadiyah Al Mujahiddin Jalin Kerjasama dengan UMS

Image

Pelatihan Persyaratan dan Pengenalan serta Dokumentasi ISO 9001:2015 MPP Grobogan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image