5 Langkah Mudah Menuliskan Artikel Opini

Image
Hamdani
Eduaksi | Tuesday, 07 Sep 2021, 22:10 WIB
(Ilustrasi Menulis Artikel Opini/Lifehack)

Kata orang-orang menulis itu gampang-gampang susah. Maksudnya kadang mudah, kadang sulit, benar enggak sih? Katanya lagi, menuliskan sebuah artikel opini itu juga tidak mudah? Nah itu kata mereka, Bagaimana menurut kamu?

Mungkin apa yang diungkapkan oleh mereka diatas ada benarnya, sulit. Tetapi bukan berarti tidak bisa. Apalagi bila kamu dapat menggunakan 5 langkah teknik menuliskan artikel opini yang akan kita bahas dalam tulisan ini. Insyaallah akan dimudahkan.

Sebenarnya menulis itu hampir sama dengan berbicara. Bedanya kalau berbicara menggunakan lisan, mengeluarkan suara (vokal) berbentuk kata. Sementara kalau menulis menggunakan tangan, tanpa suara tetapi menghasilkan kata-kata yang tersusun menjadi kalimat. Jadi bedanya hanya sedikit saja.

Nah, jika seseorang bisa berbicara dengan baik, maka pasti ia juga bisa menulis dengan baik. Yakinlah tidak ada kesulitan yaitu berarti.

Baiklah, berikut saya ingin membagikan tip bagaimana menulis opini dengan mudah. Materi ini saya dapatkan ketika mengikuti Workshop Digital Jurnalistik Milenial yang diadakan oleh Republika.co.id beberapa hari lalu.

Menurut pemateri Karta Raharja Ucu menulis itu gampang, semudah minum air. Terbayang nggak? Ya semudah minum air. Begitulah tidak ada yang sulit. Yang ada hanyalah kita menutup pikiran kita sendiri dengan sugesti "sulit".

Pengetahuan terkait bidang

Penulis wajib memiliki pengetahuan akan bidang atau terkait masalah yang menjadi topik tulisan. Tulisan yang ditulis oleh orang yang ahli di bidangnya, seperti dokter, pengacara, guru, ulama bisa lebih menarik ketimbang orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang tersebut. Pembaca akan lebih percaya tulisan tentang agama yang dituliskan ulama.

Ide tulisan

Ide merupakan tema besar sebuah tulisan. Ide bisa diperoleh dari mana saja tidak terbatas ruang dan lintas batas. Ide ada disekitar kita. Anda bisa memperoleh ide dari membaca buku, menonton film, media sosial, atau mengembangkan pengalaman pribadi yang bermanfaat/menginspirasi orang lain.

Argumentasi

Dalam menulis sebuah opini, sangat disarankan untuk menggunakan kalimat-kalimat argumentatif, selain kalimat informatif, dan persuasif.

Penulis perlu memasukkan argumentasi, sehingga menjadi poin penting. Opini yang ditulis sesuai dengan pengetahuan akan lebih mudah dilakukan oleh penulisnya. Dari tulisan opini pembaca bisa menilai seberapa tinggi argumentasi penulis dalam kasus yang dibicarakan.

Guna menguatkan argumentasi, penulis bisa memaparkan data-data kuantitatif dalam narasi-narasi yang dibangun.

Teknik penulisan

Menulis opini usahakan tidak terlalu panjang dan menggunakan bahasa yang rumit. Tapi disesuaikan dengan media dan segmen pembaca.

Jika di media cetak jumlah karakter pada umumnya hingga 1.200 sedangkan di media online bisa lebih sampai 1.500, walaupun begitu tulisan yang panjang relatif menimbulkan kebosanan pembaca kecuali ditulis dengan sangat menarik.

Kemudian gunakan kata atau istilah yang familiar dikalangan pembaca. Boleh juga diberikan istilah-istilah baru sebagai (novelti) atau pembeda dengan tulisan opini milik orang lain. Namun tidak terlalu mendominasi.

Bahasa yang sederhana, elegan, dan mudah dipahami oleh kalangan pembaca akan mempermudah sampainya pesan dari sebuah tulisan kepada khalayak.

Tingkatkan pengetahuan bahasa

Memperhatikan penggunaan bahasa, kalimat, dan istilah atau diksi sangat penting dilakukan penulis opini. Jangan sampai menggunakan diksi yang keren namun tidak dimengerti oleh orang yang membacanya. Akan lebih baik menggunakan diksi yang tidak rumit tetapi mudah dimengerti dan pahami.

Disini penulis juga perlu memahami struktur kalimat. Usahakan kalimat tidak panjang-panjang dalam satu paragraf. Sehingga paragraf menjadi 10-15 kalimat. Hal ini sangat tidak efektif, apalagi jika pembaca menggunakan gawai (smartphone) saat membaca opini kita.

Nah pembaca yang budiman! Itulah tip dalam lima langkah bagaimana menghasilkan sebuah tulisan opini yang berkualitas selain berlatih terus menerus. Mudah bukan?

Oya, kita memang harus bedakan antara menulis artikel opini dengan artikel ilmiah.

Secara konsep artikel opini dapat dikatakan sebagai jenis tulisan yang berisi pendapat, gagasan, pikiran, atau kritik terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat, biasanya ditulis dengan bahasa ilmiah populer.

Semoga tulisan sederhana ini ada manfaatnya. Selamat mencoba ya. (*)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Menyukai Tulisan-tulisan Sosial, Humaniora, Ekonomi, dan Agama. Pegiat UMKM, Praktisi Pajak, Konsultan Keuangan, TPU KKP.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Urgensi Assesmen Autentik dalam dunia Pendidikan

Image

APA ITU BPKH???

Image

BPKH dan Mimpi Haji yang Semakin Realistis Bagi Rakyat Kecil

Image

Asas Manfaat & Perlindungan Terhadap Haji, Pelopori Lahirnya BPKH

Image

KONTRIBUSI BPKH UNTUK UMAT

Image

Snack Video Mod Apk Unlimited Money Dan Coin Versi Terbaru

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image