Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sutanto

Mujiman: Pejuang Pramuka Itu Tutup Usia

Info Terkini | 2021-08-12 14:23:25
Mujiman bersama istri, putra putrinya

Plok plok pok J

Plok plok pok O

Plok plok pok S

Plok plok pok JOS

Plok plok pok JOS JOS JOS

Itulah â Tepuk Josâ ciri khas gaya membina yang dilakukan oleh Mujiman, seorang pembina penyandang gelar Mahir Penggalang, salah satu dedengkot pembina pramuka Gerakan Pramuka Kwarcab Bantul, Kwarda XII DIY.

Perjuangannya sebagai Pembina Pramuka yang dilakoni sejak 1980 harus berakhir karena dipanggil Allah SWT dalam usianya yang ke-57, Senin malam (9/8/2021) di Rumah Sakit Elisabeth Bambanglipuro Bantul.

Mujiman yang beralamat di Ceme RT.05 DK.02 Srigading Sanden Bantul DIY tersebut meninggalkan Sumartanti (istri) dan 2 anak (Adi Nur Rohman & Afifah Nur Sansidar setelah menderita sakit.

Dalam pengabdiannya menjadi pembina selama 41 tahun tersebut sudah tak terhitung lagi peserta didik yang pernah dididiknya dengan gaya candanya yang khas.

Hampir semua sekolah di Kawasan Bantul pernah dibinanya. Sejak masih ada Sekolah Pendidikan Guru (SPGN) Bantul dia ikut andil mencetak kader pembina yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Sampir akhir hidupnya dia masih aktif menjadi pembina di: SD Wuluhadeg, SD Bonggalan, SD Grogol, SMPN 1 Kretek, SMPN 2 Sanden,MTsN 5 Bantul dan juga sebagai Andalan Urusan Sako Kwarcab Bantul.

Apabila ada acara renungan di kegiatan kwarcab, Mujiman menjadi langganan memberikan wejangan kepada para penegak/pandega.

Mujiman saat memimpin kegiatan kemah

Selain berkiprah di kepramukaan, alumni SMPN Sanden tersebut masih tercatat sebagai staf

Pamong Kalurahan Srigading dan telah mengabdi selama 27 tahun, berperan aktif mengembangkan Desa Budaya Srigading.

Mujiman adalah pribadi yang multi talenta, selain piawai membina, dia juga seorang Master of Ceremony Bahasa Jawa, dagelan, bermain ketoprak, secara otodidak melukis dengan media tembok, kanvas, sak semen, bekas banner, ban bekas, membuat relief dinding, juga tekun membuat hiasan dari kayu bekas dan akar kayu .

Baginya pramuka bukan suatu ilmu yang dipelajari, namun benar-benar diterapkan dalam masyarakat. Sebagai pembina dia juga melaksanakan apa yang terkandung dalam Tri Satya, ikut serta membangun masyarakat dengan kiprahnya sebagai pembina Bank Sampah Alam Lestari sejak awal berdiri hingga kini tetap eksis.

Ketika ada kunjungan tamu dari luar yang studi banding, dialah yang menjadi corong memberikan penjelasan seluk beluk Bank Sampah.

Mujiman memberikan penjelasan kepada tamu yang datang di Bank Sampah Alam Lestari Ceme

Aktivitas lainnya sering mengisi pengajian dan banyak dimintai bantuan masyarakat yang memiliki berbagai permasalahan hidup.

Gaya orasinya cukup memikat sehingga banyak disukai orang. Bakat orasinya sudah terlihat sejak masih duduk di SMPN Sanden.

Sahabat karib Mujiman, yang juga seorang dai KH.Thoyib Hidayat memberi kesaksian bahwa dirinya banyak belajar dari sosoknya saat masih sama-sama sekolah.

â Saya banyak belajar dari Kang Mujiman dalam berorasi sejak masih sama-sama SMP. Dia sosok yang humoris di mata teman-teman,â ungkap Thoyib.

Foto terakhir Mujiman dengan sahabat karibnya KH.Thoyib Hidayat
Mujiman saat berkarya dengan ban bekas

Selamat jalan pejuang Pramuka, aktivis masyarakat multi talenta
Semoga namamu, jasamu, pengabdianmu tetap abadi selamanya

https://studio.youtube.com/video/KIpqJZ09FIg/edit

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image