MARI MAKMURKAN MASJID-MASJID/MUSHOLAH DAN BERTAUBATLAH!

Image
Faisal Abu Fayadh
Agama | Wednesday, 04 Aug 2021, 16:11 WIB
Mari Makmukan Rumah ALLOH Tabarokta wa Ta'ala dan Tulisan ini di dekasikan untuk Mas Apip Paripudin bin Iding dan UMAT Islam...

Bismillahirrahmanirrahim

*MARI MAKMURKAN MASJID-MASJID/MUSHOLAH DAN BERTAUBATLAH!*

???? Oleh:

*Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani, S.Pd, M.MPd, M.Pd, I* -Hafidzhahulloh Ta'ala-

*Prolog*

Segala Puji dan Puja hanya untuk Alloh, Sholawat serta salam tercurah pada Baginda Rasululloh Shallallohu' Alaihi wa Sallam, Keluarganya, shabatnya, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan pengikut setia yang membela Millah/Ajarannya.

Suatu hari tepatnya (Ahad, 17 Januari 2021) Penulis ke salah satu daerah (Batujaya, Karawang-Jawa Barat) disana miris sekali tempat Ibadah (Musholah) sepi padahal sudah mau masuk Sholat Dzuhur, didepan Pintu Musholah terdapat tulisan tidak melaksanakan Sholat berjama'ah (lantaran Covid19) lebih baik Sholat di Rumah masing masing, tapi anehnya tidak jauh dari situ kok tempat ibadah Non Muslim malah rame ada kegiatan Keagamaan ada apakah ini..., Jadi ingat akan Firman Alloh, dan Alloh berfirman:

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Alloh hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Alloh. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. At-Taubah Ayat:18).

Sedangkan, Rasululloh Shallallohu'Alaihi wa Sallam. bersabda, Apabila kamu melihat seseorang biasa pergi ke masjid maka saksikanlah ia benar-benar beriman, karena sesungguhnya Alloh Tabarokta Wa Ta'ala. berfirman; Sesungguhnya hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir. (HR. At-Tirmidzi dari Abu Said al-Khudry).

______________________________

*Apa perlu kita tutup Masjid/Musholah, menggulung karpet, dan larangan Jum'at, hanya karena Covid19/Corona?*

Jawabannya : *TIDAK* perlu kita tutup masjid, gulung karpet, dan larang Jum'at gara2 Corona, dalilnya :

1. Alloh wajibkan kita sholat berjamaah saat perang, padahal musuhnya terlihat dan pasti, sedangkan di masjid Covid19/Corona tidak terlihat dan blm pasti ada. Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

....

*_Dan jika kau berada di tengah2 mereka (musuh), lalu engkau hendak melaksanakan sholat, maka hendaklah yg lain berdiri di belakangmu (bermakmum)..._*.

2. Wabah dan penyakit salah satu bentuk hukuman Alloh, kalau dihukum, harusnya minta maaf dan mendekat kpd yg menghukum, bukan menjauh. Alloh berfirman :

*_apapun yang menimpa kalian dari musibah adalah (teguran) karena (kesalahan) yang dilakukan oleh manusia (diantara kalian).._*

Alloh juga berfirman :

.

*_terjadi kerusakan (musibah) di darat dan di laut, akibat (kesalahan) manusia, agar mereka merasakan (menyadari) akibat perbuatan mereka dan mereka segera kembali.._*. Kembali adalah taubat dan memperbanyak ibadah, bukan meninggalkannya.

3. Semua yg terjadi, tidak lepas dari rencana Alloh, termasuk kematian. Alloh berfirman :

*_tidak terjadi musibah di bumi atau pada diri kalian, melainkan sesuai yg di kitab (ditaqdirkan) sebelum Alloh ciptakan bumi itu sendiri.._*.

*_Katakan (wahai Muhammad), tidak menimpa kita kecuali apa yanh telah dituliskan (ditaqdirkan) untuk kita_*.

*_Katakan (wahai Muhammad), walaupun kalian di rumah kalian, pasti akan mendatangi kematian kepada yang telah ditaqdirkan.._*

Rasululloh Shalallohu' Alaihi wa Sallam bersabda :

(( )) .

*_Ketahuilah, kalau umat berkumpul untuk memberi manfaat kepadamu, tidak akan terjadi melainkan sesuai taqdirnya. Begitu juga jika mereka akan menimpakan mudhorat, tidak akan terjadi, melainkan sesuai taqdirnya_*. (HR. Turmudzi)

4. Nabi Shallallohu' Alaihi wa Sallam telah memberi tuntunan utk menghindari wabah Tho'un (penyakit berbahaya di masa beliau), *_jika engkau berada di luar wilayah wabah Tho'un, maka jangan masuk, jika di dalam maka jangan keluar_*. (HR. Muttafaq 'Alaih/Bukhori dan Muslim). Beliau tdk memerintahkan kita meninggal sholat berjamaah dan Jumat.

5. Di masa Umar pernah terjadi wabah serupa di Syam, beliau tdk pernah perintahkan kosongkan masjid.

6. Alloh berikan solusi dari segala masalah yaitu sabar dan sholat. Alloh berfirman :

*_minta pertolonganlah dgn sabar dan sholat_*.

Jadi, bukan dgn meninggalkan sholat.

7. Nabi Shalallohu' Alaihi wa Sallam jamin bagi yg sholat Subuh berjamaah, akan berada dalam perlindungan Allah sepanjang harinya. Kalo kita tinggalkan, siapa yg melindungi? Rasululloh Shallallohu' Alaihi wa Sallam bersabda :

..

*_siapa yg sholat subuh berjamaah, maka ia berada dalam lindungan Alloh.._*.

8. Pernah ada orang buta yang minta izin kepada Nabi untuk sholat Subuh di rumah, beliau tidak izinkan, padahal tidak ada yg menuntunnya, dan jalanan saat itu gelap dan berduri. Bagaimana mungkin kita meninggalkan sholat Jumat dan Jamaah padahal bahayanya belum pasti.

9. Nabi Shallallohu' Alaihi wa Sallam kalo ada masalah, langsung berwudhu dan sholat (hajat), bukan malah meninggal kewajiban Jumat dan Jamaah.

10. Dulu, setiap kota hanya ada satu bahkan 2 masjid saja, dan tdk pernah ada ulama terdahulu memfatwakan kalau ada wabah, tutup masjidnya, padahal wabah telah terjadi berkali-kali sepanjang masa.

Kesimpulan : *_hati-hati dari tertular Corona/Covid19 dianjurkan sama dengan dianjurkan berobat, tapi tidak dengan menutup Masjid/Musholah, meniadakan sholat Berjama'ah dan Jum'at Astaghfirulloh Innalillahi wa innailaihi rojiun Miris Fitnah Akhir Zaman_*. Ayo Makmurkan RUMAH ALLOH Subhanahu' Wa Ta'ala dikala Pandemi VIRUS Wuhan karena bukankah dulu juga pernah ada Wabah Tho'un ya Saudaraku kenapa harus takut untuk Beribadah...?! Jadi ingat dulu (Penulis) ikut Pramuka Kakak Pembina Yakni *Kak Amar, S.Pd* mengatakan kenapa Baju Pramuka berwarna Coklat karena filosofi Warna Coklat itu Kita Kembali ke Tanah (Akan Wafat) jadi ngak usah takut Kotor, nah untuk itu Wahai Kaum Muslimin Takutlah Kepada ALLOH Subhanahu' Wa Ta'ala saja dan Mari Makmurkan rumah rumah Alloh (Masjid maupun Musholah).

Semoga bermanfaat, Barokallohu' fiikum.

Salam Ahadun Ahad Allohu Akbar Isy Kariman Aw Mut Syahidan,

Ba'da Sholat Dzuhur, *MASJID Al-Jamiah Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta*, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, 23 Zulhijah 1442 H,

Alfaqir ilalloh Azza wa Jalla,

*Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani, S.Pd, M.MPd, M.Pd, I* -Hafidzhahulloh Ta'ala- bin Dr. Subo Sukamto Abu Ramadhan, M.Sc bin Mbah Robikun -Rahimahulloh Ta'ala-

@AbuFayadhMuh.Faisal

(Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan, Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Domisili di Bekasi Kota Jawa Barat)

Semoga Husnul Khotimah Saudaraku, Aamiin Allohumma Amiin Ya Mujibas Sa'ilin...
Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Memberdayakan Kelompok Usaha Emak-Emak Dengan Fintech Syariah

Image

Momentum Lahirnya BSI Dalam Memperkuat Ekosistem Halal Indonesia.

Image

Cara Mengganti Kartu Tsel Tanpa Perlu Ke GraPARI

Image

Berapa Lama Rehabilitasi Narkoba Dijalankan?

Image

3 Tips Dasar yang Wajib Diketahui Calon Investor Saham

Image

Khutbah Memperingati Ulang Tahun Al Jamiyatul Washliyah

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image