Guru Harus Terus Belajar

Image
Sutanto
Eduaksi | Wednesday, 28 Jul 2021, 20:44 WIB

Agar tidak seperti Katak dalam tempurung setiap orang mesti terus mengasah kemampuannya agar dapat berkembang. Seperti halnya orang yang berprosisi sebagai guru tentu harus mau terus dan terus belajar, terutama keterampilan menulis.

Kegiatan yang bertajuk Workshop Online GURU MENULIS yang diselenggarakan oleh Republika aku pikir memberi jawaban atas hal itu. Ratusan guru mengikuti acara yang dipandu Host Yudha Manggala ini. Untuk BATCH# 3 dilaksanakan Kamis ( 22/7/2021) berlangsung sejak jam 1 siang sampai magrib.

Tiga narasumber yang mengisi acara ini adalah Subroto Karjo (Menulis Opini di Media Massa), Nur Hasan Murtiaji (Media Digital Untuk Mengajar), Aris Setyawan (Teknik Presentasi dapat Menarik).

Menurut Subroto, banyak tojoh yang terkenal bukan karena buku atau jurnal yang ditulis, tetapi karena tulisannya di media massa. Menulis opini harus jeli, di media apa? Isu yang dipilih cocok untuk lokal atau nasional, terangnya.

Banyak keuntungan menulis opini, diantaranya : bisa menyampaikan gagasan, menambah wawasan, aktualisasi diri, terkenal, menambah pendapatan.

Tema yang dipilih harus disesuaikan dengan segmen pembaca berguna bagi publik, referensi cukup, dan belum ditulis atau angle berbeda.

Mengutip dari APP ANNIE (JAN 2021) STATEOFMOBILE2021.COM, Nur Hasan menjelaskan bahwa pengguna terbanyak saat ini adalah Tik Tok, Facebook, WhatsApp, Instagram dan Shopee.

Dengan demikian guru mesti pandai-pandai memanfaatkan medsos tersebut untuk membuat pembelajaran semakin menarik, tandasnya.

Jumlah gadget melebihi penduduk. Sepertiga waktu anak muda berinteraksi dg internet. 170 juta penduduk Indonesia terhubung media sosial. Video streaming dan medsos jadi tontonan. Pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lainnya. Kecakapan pengguna dalam pemanfaatan media digital baik di sekolah, rumah maupun lingkungan harus dilakukan secara bijak, cerdas, cermat serta tepat sesuai kegunaan.

Sedangkan Aris Setyawan menjelaskan, bahwa layaknya seorang professional, sebaiknya guru juga melengkapi diri dengan piranti pendukung online seperti slide/video, laptop, buku, notulen, LCD, layer, mik, sound sistem, clicker, headset, roun down serta daftar peserta. Gerak tubuh juga memberi kontribusi terbesar yang bisa mempengaruhi audiens, meliputi kontak mata, ekspresi wajah, olah suara dan gerak tangan.

Salahsatu peserta dari MTsN 3 Bantul, Sutanto merasa beruntung mendapat kesempatan mengikuti webinar tersebut. Dia sangat senang karena mendapat pengalaman langsung dari praktisi media massa.

Tidak menyangka bisa ikut even menarik ini. Apalagi narasumnber yang memberi materi adalah ahli di bidangnya. Semoga dengan mentoring yang diberikan kemampuan saya dalam menulisnya semaking terasah, harapnya. (tan)

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Celep RT.07 DK.02 Srigading Sanden Bantul DIY

Guru Harus Terus Belajar

Jathilan, Ikon Dusun Ceme

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Kenali Ragam Produk Tembakau Alternatif

Image

Petualangan Tim PHP2D Ormawa Matematika UNPAM dalam Naungan Citugu

Image

4 SISTEM PERENCANAAN TATA KELOLA BIG DATA PEMERINTAHAN TERPADU DI MASA PANDEMI

Image

Pengelola Dana Haji Harus Berinovasi Tiada Henti

Image

PB Al Washliyah dan PUI Bertemu Bahas Penguatan Umat Islam

Image

Kiprah Mualaf dimasa Rasul, yang mana idolamu ?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image