Tolak Pembelajaran Yang Membosankan PMM UMM Melakukan Kegiatan Belajar dan Bermain

Image
pmm umm batukerbuy
Eduaksi | Friday, 16 Jul 2021, 09:48 WIB
Pelaksanaan kegiatan belajar dan bermain

Pasti kalian sudah tau dari judulnya, artikel ini akan membahas tentang apa? Ya benar kali ini kita akan membahas mengenai kegiatan belajar dan bermain. Sebelumnya kita bahas terlebih dahulu apa itu belajar dan apa itu bermain. Menurut KBBI, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu dan bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat tertentu atau tidak) yang bersifat spontan, fleksibel, dan sukarela.

Dari definisi diatas kita dapat melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan agar kegiatan pembelajar yang dilakukan tidak membosankan serta membuat anak-anak semangat, senang dan kembali kedefinisi awal yaitu dapat dilakukan dengan sukarela. Kegiatan bisa disebut belajar dan bermain bila anak-anak melakukan kegiatan pembelajaran secara sukarela namun tetap memperoleh pengetahuan yang dapat melatih kemampuan intelektual anak-anak dan merangsang keingintahuan mereka.

Oleh karena itu Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melakukan PMM (Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa) sebagai pengganti KKN melakukan kegiatan Belajar dan Bermain di Desa Batukerbuy tempat mereka melaksanakan PMM, lebih tepatnya di TPQ Al-Hidayah Dusun Bakong Desa Batukerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan Madura bersama dengan anak-anak setempat.

PMM ini terbetuk dari kelompok kecil yang beranggotakan 5 mahasiswa dan 1 DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), PMM Bhaktiku Negeri Kelompok 19 Gelombang 8 beranggotakan Rifka Khairiyah, Recka Serelita Rentiana, Safira Amaliyah Riska, Rizqa Kamila, dan Noer Aini Mila Safitri Devi yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Maharani Putri Kumalasani, M.Pd.

Belajar dan bermain dilakukan dengan cara membagi anak-anak terlebih dahulu menjadi dua kelompok. TK sampai SD kelas 2 menjadi kelompok 1, dan Anak SD kelas 3-6 menjadi kelompok 2. Setelah terbagi menjadi 2 kelompok anak-anak berbaris untuk bergantian mendapatkan pertanyaan yang sudah di sesuaikan dengan kelas masing-masing. Anak yang bisa menjawab mendapatkan hadiah dan jika jawaban salah akan di coret menggunakan bedak.

Kegiatan berjalan dengan sangat gembira karena antusias anak-anak untuk berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan, dan hadiah disini adalah sebagai bentuk apresiasi karena sudah burusaha untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.

Harapan dari kegiatan belajar dan bermain ini agar anak-anak bisa lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran dan meningkatkan semangat anak-anak untuk terus belajar. Karena bisa dilihat selama masa pandemi ini anak-anak melakukan pembelajaran secara daring yang membuat anak-anak kurang bersemangat dan aktif dalam dalam proses pembelajaran.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Wacana Presiden Tiga Periode, Celaka Demokrasi Indonesia

Image

Lomba Membuat Komik: siapa pahlawan anticovid?

Image

ANDAI PANDEMI PERGI, WAJAH BARU PENDIDIKAN KITA DIMULAI

Image

Kapal Selam Nuklir Australia Dan Panasnya Hubungan Aussie - Prancis

Image

Revolusi Hijau Pasca Pandemi

Image

STORYTELLING DAN TRANSFORMASI DIGITAL

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image