Tawakal Sebagai Kunci Rejeki

Image
Muhammad Bambang
Bisnis | Thursday, 24 Jun 2021, 10:41 WIB

Di tengah-tengah masyarakat masih ada anggapan bahwa antara usaha dan tawakal adalah hal terpisah. Padahal menurut para ulama bahwa tawakal merupakan bagian dari usaha, bahkan usaha yang paling utama dalam meraih keberhasilan.

Allah Taala berfirman dalam Al Quran Surat ath-Thalaaq:2-3

Artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan ke luar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluan)nya (QS ath-Thalaaq:2-3).

Dalam ayat tersebut mengandung makna barangsiapa yang percaya kepada Allah dalam menyerahkan (semua) urusan kepada-Nya maka Dia akan mencukupi (segala) keperluannya.

Dengan demikian jika seorang hamba benar-benar bertawakal secara benar, maka tawakalnya menjadi sebab utama berhasilnya dalam usaha, baik dalam urusan dunia maupun agama, bahkan akan menjadi sebab kemudahan dari Allah Taala bagi hamba tersebut untuk meraih segala kebaikan dan perlindungan dari segala keburukan.

Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda:

Artinya : Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Seandainya kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi di waktu pagi dalam keadaan lapar dan kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang. (HR. Ahmad, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya, dan Al-Hakim. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Ahmad, 1:30; Tirmidzi, no. 2344; Ibnu Majah, no. 4164; dan Ibnu Hibban, no. 402. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini kuat dan perawinya tsiqqah, terpercaya, termasuk perawi shahihain, selain Abdullah bin Hubairah yang merupakan perawi Imam Muslim].

Imam al-Munawi ketika menjelaskan makna hadits ini, beliau berkata: Artinya: burung itu pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali waktu petang dalam keadaan perutnya telah penuh (kenyang). Namun, melakukan usaha (sebab) bukanlah ini yang mendatangkan rezki (dengan sendirinya), karena yang melimpahkan rezki adalah Allah Taala (semata).

Dalam hadits ini Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam mengisyaratkan bahwa tawakal (yang sebenarnya) bukanlah berarti bermalas-malasan dan enggan melakukan usaha (untuk mendapatkan rezki), bahkan (tawakal yang benar) harus dengan melakukan (berbagai) macam sebab (yang dihalalkan untuk mendapatkan rezki).

Oleh karena itu, Imam Ahmad (ketika mengomentari hadits ini) berkata: Hadits ini tidak menunjukkan larangan melakukan usaha (sebab), bahkan (sebaliknya) menunjukkan (kewajiban) mencari rezki (yang halal), karena makna hadits ini adalah: kalau manusia bertawakal kepada Allah ketika mereka pergi (untuk mencari rezki), ketika kembali, dan ketika mereka mengerjakan semua aktifitas mereka, dengan mereka meyakini bahwa semua kebaikan ada di tangan-Nya, maka pasti mereka akan kembali dalam keadaan selamat dan mendapatkan limpahan rezki (dari-Nya), sebagaimana keadaan burung

Untuk itu marilah kita berusahalah dengan sungguh-sungguh dalam mencari rezki yang halal, akan tetapi jangan lupa untuk menyandarkan hati kita kepada Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu, bukan kepada usaha yang kita lakukan. Semoga Allah Taala melimpahkan rezki yang halal dan berkah bagi kita semua, serta menolong kita untuk selalu istiqamah di atas petunjuk-Nya sampai di akhir hayat kita, Amin.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Lainnya

Image

Sejarah Ilmu Nahwu dan Perkembangannya

Image

Untuk Saudaraku yang Menjadi Guru

Image

Tepo Seliro, Cara Yogyakarta Merdeka dari Pandemi Covid-19

Image

Hanya Allah

Image

Gerobak Sapi Sebagai Transportasi Wisata

Image

Pak Harto, Benny dan Luhut

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image