Rumus Menghitung Biaya BPHTB

Image
SUGENG
Eduaksi | Wednesday, 23 Jun 2021, 06:39 WIB
Ilustrasi diperagakan model. (Foto: SG)

JAKARTA, Retizen - Tak banyak yang paham tentang rumus cara menghitung Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Apalagi, tanah merupakan salah satu aset sebagai investasi yang harganya terus meroket karena seiring tingginya permintaan hunian.

BACA JUGA: Tak Bisa Urus Administrasi Karena PBB Terutang? Begini Caranya!

Nah untuk lebih jelasnya bagaimana cara menghitung tarif BPHTB adalah Tarif Pajak 5% dikalikan Dasar Pengenaan pajak (NPOP-NPOPTKP). Besarnya NPOPTKP di masing-masing wilayah berbeda-beda, namun berdasarkan Undang-Undang No. 28 tahun 2009 pasal 87 ayat 4 ditetapkan besaran paling rendah sebesar Rp 60 juta untuk setiap wajib pajak.

BACA JUGA: Tips Menghitung Denda PBB

Kendati demikian, apabila perolehan hak berasal dari waris atau hibah wasiat yang diterima orang pribadi yang masih memiliki hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat ke bawah, termasuk istri, maka NPOPTKP ditetapkan paling rendah senilai Rp300 juta.

Besaran pokok pajak BPHTB yang terutang dihitung dengan mengalikan tarif dengan Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) setelah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). NPOPTKP merupakan nilai pengurangan NPOP sebelum dikenakan tarif BPHTB.

BACA JUGA: Kiat Proses Take Over KPR Secara Mudah

Kemudian, untuk memenuhi unsur legalitas, proses pemindahtanganan hak atas tanah dan/atau bangunan dibantu oleh pejabat pembuat akta tanah (PPAT)/notaris. Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam memperoleh hak tersebut secara legal sebagaimana diatur dalam Pasal 91 dan Pasal 92 UU PDRD.

Pertama, setelah wajib pajak menyerahkan bukti pembayaran pajak, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)/notaris dapat menandatangani akta pemindahan hak atas tanah dan/atau bangunan.

Kedua, kepala kantor yang membidangi pelayanan lelang negara dan kepala yang membidangi pertanahan juga hanya dapat menandatangani risalah lelang perolehan hak tersebut setelah wajib pajak menyerahkan bukti pembayaran pajak.

Ketiga, pembuatan akta atau risalah lelang akan dilaporkan kepada kepada kepala daerah paling lambat pada tanggal 10 bulan berikutnya.

Adapun risalah lelang adalah kutipan risalah lelang yang ditandatangani oleh kepala kantor yang membidangi pelayanan lelang negara.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Lainnya

Image

Tanya Senja

Image

Jangan Lengah, Kasus Covid Masih Tinggi

Image

Guru Harus Terus Belajar

Image

Gubernur WH Lepas 10 Ribu Bantuan Paket Sembako

Image

Saat Pandemi, Pendidikan Dipastikan Tak Berhenti!

Image

Kepsek di Banten Diminta jadi Satgas Covid 19, Begini Intruksinya!

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image