Zakat Vs Pajak

Image
tobagus hasanuddin
Olahraga | Thursday, 17 Jun 2021, 13:41 WIB
pajak merupakan hukum dari Allah S.W.T sedangkan manusia tidak berhak membuat hukum, tapi hanya sebagai eksekutor. Sistem pajak menghambat kebebasan manusia di muka bumi.

Pajak merupakan kewajiban kita sebagai warga negara untuk berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Dipastikan semua negara pasti memungut pajak dari rakyat/masyarakat. Pernah tidak anda merasa berfikir, bahwa pajak itu adalah perampasan harta yang dimiliki oleh warga negaranya dari hasil yang kita peroleh misalnya: pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak pendapatan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPn), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), pajak perjalanan, pajak up kendaraan motor&mobil, bea dan cukai, pajak tontonan dan hiburan, pajak pembelian di supermarket dan seterusnya.

Apa bedanya pajak dengan sistem Tanam Paksa di zaman Daendles dulu, kecuali bentuk pajak yang tidak lagi berupa lada dan kopi. Memang seorang tobagusiyasah tidak menyukai yang namanya sistem pajak, sukanya zakat dan infak. Tapi ada aja masyarakat yang kurang ilmu pengetahuannya mengatakan "bahwa pajakan itu kan untuk membangun fasilitas publik dan lain sebagainya". Hmmmm.

Broo and sister, pemerintah untuk membangun fasilitas publik itu kebanyakan meminjam UANGnya dari IMF&Bank dunia. Sehingga bunga terus bertambah dan utang negara bertambah juga. Bahwa penciptaan utang-utang Nasional pada dasarnya merupakan trik dari para BANKIR untuk melipatgandakan kekayaan sendiri[1]. Jadi, tidak mungkin membangun fasilitas publik secara besar-besaran memakai pajak yang kita bayar. Emangnya kata bangun fasilitas publik itu kayak beli rumah mainan apa. Itulah strategi IMF dan Bank dunia untuk menghancurkan negara baru dan Islam. Agar negara mengikuti jalannya kapitalisme.

Apalagi jumlah penduduk Indonesia itu sekitar 240 juta jiwa, berarti setiap penduduk Indonesia, termasuk bayi yang baru lahir, terbebani Utang negara sekitar Rp 13 Juta[2]. 178. Ingat Rasulullah tidak pernah memungut Uang rakyat yang namanya pajak, karena itu dapat membebani rakyatnya. Tapi Rasulullah pakai sistem zakat dan infak itu lebih baik. Zakat dan pajak itu beda yak nak. Pajak ketentuan dari manusia/pemerintah, sedangkan zakat dan infak ketentuan dari hukum Allah .

Pajak sudah pasti memakai sistem ribaatau bunga dan utang. Sedangkan zakat justru tidak ada kaitannya dengan riba tetapi membersihkan harta yang kita peroleh dan memperjuangkan hartanya di jalan Allah . Tentunya zakat merupakan sebagai salah satu Rukun Islam yang ke tiga. Bener ngak sih, Kurang apa coba bangsa ini, sudah memakai sistem pajak di tambah pakai zakat juga pula. Tapi masih aja utang Indonesia belom lunas sampai sekarang. Malahan utangnya nambah terus sampai bengkak.

Semoga tulisan ini memberikan keterbukaan informasi kepada ANDA yang baru membaca, melihat dan mendengarkannya. Tentunya tulisan yang saya buat bukan semata-mata hanya argumentasi saja, tapi Karena Allah dan Melihat dari literatur yang terpercaya dan menelitinya.

referensi:

[1] Ir. HH. Zaim Saidi, MPA. 2019. Runtuhnya Demokrasi dan Solusinya. Depok: Pustaka Adina, hal 185.

[2] Ibid hal 178.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Zakat Vs Pajak

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Pembelajaran Abad 21

Image

Tim Misi Kemanusiaan feat OSIS SMA Malahayati, Berbagi Masker Gratis Untuk Masyarakat

Image

Partai Politik: Dapatkah Memperkuat Demokrasi?

Image

Beli Rumah Secara Online, Tidak Cocok Uang Booking Bisa Direfund 100%

Image

Perkuat Ketahanan Pangan, Provinsi Banten Perluas 37 Hektare

Image

3 Langkah Mudah Menebus Saham Right Issue dan Warrant

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image