Apa Itu Gerhana Bulan? Kenali Tiga Jenisnya

Image
Yudha Manggala P Putra
Info Terkini | Monday, 24 May 2021, 22:38 WIB
Sumber: republika.co.id

Fenomena langka bakal terjadi beberapa hari lagi. Gerhana Bulan Total atau 'Super Blood Moon' diperkirakan berlangsung pada 26 Mei 2021. Fenomena ini sempat terjadi 2019 silam, namun tidak pada 2020. Tahun ini, ia bisa kembali disaksikan di beberapa negara termasuk Indonesia.

Apa sih itu gerhana bulan? Well, gerhana bulan terjadi saat bumi berada di antara matahari dan bulan. Ia menghalangi cahaya matahari ke bulan. Saat terjadi gerhana tersebut, yang kita lihat sebenarnya bayangan bumi muncul di permukaan bulan.

Perbedaannya dengan Gerhana Matahari mungkin ada pada posisi bulan. Bulan, dalam kasus ini, ada di tengah matahari dan bumi. Sementara pada Gerhana Bulan, ia berada di balik bumi, berseberangan dengan matahari.

Tidak seperti Gerhana Matahari, fenomena Gerhana Bulan dapat diamati dari tempat mana pun di planet kita. Khususnya di mana bulan berada di atas cakrawala pada waktu gerhana.

Setidaknya ada tiga jenis gerhana bulan. Apa saja? Berikut rangkumannya:

1. Gerhana Bulan Total (GBT)

Sumber: NASA

Nah, ini jenis gerhana bulan yang akan kita saksikan 26 Mei mendatang. Menurut badan antariksa Amerika Serikat NASA, selama gerhana bulan total, bumi ada di tengah, menghalangi sinar matahari langsung menerpa bulan.

Namun, masih ada sebagian sinar matahari yang tetap mencapai bulan. Sebagian besarnya tersaring atmosfer bumi dan menyebabkan cahaya bulan terlihat oranye atau cenderung memerah. Karena itu ia kemudian dijuluki juga sebagai "Blood Moon" atau "Bulan Darah".

Karena diameter planet kita empat kali lebih besar dari diameter bulan, bayangannya juga jauh lebih lebar. Itu menyebabkan totalitas gerhana bulan bisa bertahan lama.

Untuk 26 Mei besok GBT diperkirakan berlangsung dengan durasi parsialitas selama 3 jam 8 menit 12 detik. Sedangkan durasi totalitas cukup singkat, yakni selama 18 menit 28 detik.

2. Gerhana Bulan Parsial

Sumber: republika.co.id

Melirik pada namanya, gerhana jenis ini memang terjadi secara parsial atau sebagian. Hanya sebagian bulan yang memasuki bayangan bumi. Warnanya pun bergantung pada besarnya gerhana. Anda dapat melihat bayangan merah tua, kadang juga berkarat atau abu-abu arang muncul di area permukaan bulan yang gelap.

Itu terjadi karena kontras antara area yang terkena bayangan dan permukaan bulan yang cerah tak terpengaruh bayangan. Gerhana pasrial dapat terjadi setidaknya dua kali setahun.

3. Gerhana Bulan Penumbra

Sumber: republika.co.id

Gerhana ini paling halus ketimbang kedua jenis lain. Ia terjadi ketika bulan melewati bayangan penumbra bumi, yaitu bayangan yang jauh lebih redup. Penampakkannya bergantung pada bagian bulan yang memasuki wilayah penumbra. Semakin kecil, umumnya semakin sulit untuk diamati. Biasanya hanya ilmuwan dan pengamat antariksa yang sering mengamati gerhana jenis ini.

*Sumber: Republika.co.id, BBC Indonesia

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pewarta. Penggemar olah-canda. Penikmat musik dan film. Peminum kopi. Penyuka mi ayam. Pemula yang masih butuh belajar banyak hal.

Tepuk Jidat

Secangkir Kopi untuk Seteru

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Urgensi Assesmen Autentik dalam dunia Pendidikan

Image

APA ITU BPKH???

Image

BPKH dan Mimpi Haji yang Semakin Realistis Bagi Rakyat Kecil

Image

Asas Manfaat & Perlindungan Terhadap Haji, Pelopori Lahirnya BPKH

Image

KONTRIBUSI BPKH UNTUK UMAT

Image

Snack Video Mod Apk Unlimited Money Dan Coin Versi Terbaru

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image