Tantangan Pendidikan Jarak Jauh di Masa Pandemi

Image
Okti Mahendri
Info Terkini | Monday, 24 May 2021, 11:02 WIB

Penulis: Okti Mahendri, Mahasiswa PGSD

Universitas Muhammadiyah Purworejo

Dalam bidang pendidikan menjadi dasar pemerintah terus melaksanakan pembelajaran jarak jauh secara daring di semua jenjang pendidikan. Para guru, siswa, dosen dan mahasiswa dipaksa untuk belajar secara terpisah di tempat masing-masing dengan memanfaatkan beragam produk teknologi informasi serta peralatan pendukungnya. Namun pembelajaran jarak jauh secara daring yang terus-menerus menimbulkan berbagai masalah baru baik bagi pendidik maupun peserta didik. Paling tidak terjadi kebosanan karena masing-masing tidak bisa berinteraksi secara langsung sampai munculnya kasus-kasus depresi, kekerasan orang tua pada anak, bahkan ada siswa yang bunuh diri karena tidak tahan dengan kondisi pembelajaran daring yang kurang mendukung dan merasa membebani.

Kondisi itu ditambah dengan berbagai kendala yang dihadapi seperti susah sinyal, internet lambat, bahkan masih banyak daerah yang belum terjangkau jaringan internet sehingga para siswa harus mencari tempat-tempat yang punya jaringan internet bagus. Perangkat pembelajaran juga menjadi masalah karena tidak semua orang tua punya kemampuan untuk membeli handphone atau bahkan laptop yang bisa dipakai pada saat pembelajaran daring Situasi pendidikan seperti ini menjadi dilema tersendiri bagi pendidik dan para peserta didik. Di satu sisi mereka dipaksa harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh agar memutus mata rantai penyebaran Covid-19, namun di sisi lain timbul kebosanan karena berbagai kendala yang dihadapi, serta keinginan untuk berinteraksi secara langsung yang menjadi pemaksa untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung. Apalagi pembelajaran tatap muka meskipun dengan protokol kesehatan ketat tetap meningkatkan risiko terpapar Covid-19.

Masyarakat juga ingin segera merasakan situasi pulih anak-anak mereka bisa sekolah seperti biasa. Tuntutan agar sekolah dibuka kembali banyak dilontarkan oleh para orang tua/wali murid meskipun banyak pula yang tetap menginginkan pembelajaran jarak jauh. Tetapi hingga saat ini, pemerintah tetap dalam keputusannya untuk laksanakan pembelajaran jarak jauh karena resiko yang dihadapi tidak ringan. Keputusan tersebut mendapat dukungan dari seluruh warga masyarakat yang mempunyai anak-anak usia sekolah karena terbukti secara nyata bahwa Covid-19 akan semakin menyebar manusia berinteraksi secara langsung dan berdekatan. Apalagi untuk jenjang pendidikan sekolah dasar mustahil mengontrol mereka untuk menjaga jarak. Oleh karena itu semua para orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat harus menjadi pendukung utama upaya pemutus mata rantai Covid-19 melalui dunia pendidikan dengan tetap mematuhi aturan dan tidak memaksakan pembelajaran secara langsung.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Ramai Aji Mumpung Pejabat Saat Pandemi

Image

Adab Kering Saat Belajar Daring

Image

Pandemi Musnah, Kebiasaan Baik Tidak Hanya Sekadar Singgah

Image

Andai Pandemi Pergi, Ingin Kembali Aku Jelajahi Bumi

Image

STP Khoiru Ummah Jember Ajak Orangtua Melatih Anak Berempati

Image

Kembali Bertemu

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image