Kopi Yellow Caturra: Ini 8 Fakta Uniknya

Image
Elba Damhuri
Kuliner | Friday, 14 May 2021, 22:29 WIB
Kopi Yellow Caturra, unik rasa dan karakternya.

Salah satu kopi yang cukup ngehits dan langka belakangan ini adalah kopi jenis Yellow Caturra. Sesuai namanya, kulit kopi ini berwarna kuning jika matang.

Pada umumnya, kulit kopi-kopi arabika, robusta, dan liberia berwarna merah jika sudah matang. Yellow Caturra merupakan bagian dari keluarga arabika yang ditanam di ketinggian tertentu.

Seperti kopi-kopi lainnya, kopi Yellow Caturra dapat dinikmati dengan beragam cara. Bisa dengan seduh tubruk, seduh dengan kertas filter, seduh mesin, hingga menikmati kopi Yellow Caturra dengan dicampur susu, es, maupun gula aren.

Rasanya unik. Ada asam buah yang terasa, ada pahit dan manis, dan juga sensasi floral.

Berikut ini 8 fakta kopi Yellow Caturra:

1. Yellow Caturra berasal dari Kolombia, Nikaragua, dan Costa Rica. Kopi ini kemudian berkembang di Brazil dan ke banyak negara.

2. Yellow Caturra pada umumnya ditanam di atas ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl). Makin tinggi makin bagus dengan tetap melihat kondisi tanah, air, dan cahaya.

3. Yellow Caturra termasuk varian dari arabika karena syarat penanamannya memang harus tinggi. Di beberapa daerah mencoba menanam di di dataran rendah namun hasilnya kurang memuaskan.

4. Yellow Caturra masuk ke Indonesia sejak zaman Belanda menjajah Indonesia. Saat itu, Indonesia dikenal sebagai Hindia Belanda. Kopi ini ditanam di Jawa Barat, Jawa Timur, dan NTT.

5. Berbeda dengan kopi arabika lainnya, kopi Yellow Caturra termasuk yang agak sulit ditanam dengan menghasilkan kopi yang bagus. Ada teknik khusus dari mulai penanaman, pemupukan, pengelolaan saat tumbuh biji hijau-kuning, hingga pengolahan pasca-panen.

6. Di Indonesia, salah satu jenis kopi Yellow Caturra yang terkenal berasal dari Bajawa, NTT.

7. Para penikmat kopi di Asia Timur seperti Jepang, Korea, China, hingga Eropa dan Amerika Serikat (AS) menggemari kopi Yellow Caturra ini.

8. Yellow Caturra punya saudara kembar yang bernama Red Caturra. Kedua varian ini sempat terlupakan setelah era penjajahan Belanda berakhir. Namun seiring makin menggeliatnya bisnis kopi, keduanya mulai bangkit lagi.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jurnalis

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Image

Kangen Piknik : Bersama Alam Kembali Menjadi Manusia

Image

Andai Pandemi Pergi : Harapan dan Kesadaran Diri

Image

Pendidikan Kolaboratif Berbasis Terapi Mental dalam Pembelajaran Tatap Muka

Image

Evaluasi PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas) : Lanjutkan..!!

Image

Kangen Piknik : Rindu Suasana Ramai di Luar

Image

ANDAI PANDEMI PERGI, KAMI SEBAGAI MAHASISWA KESEHATAN SANGAT MEMBUTUHKAN PRAKTIKUM DI LAPANGAN BUKAN

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image