Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Fergi Nadira Bachruddin

Semakin Dekat dengan Kematian

Sastra | Sunday, 25 Apr 2021, 23:54 WIB
Painting of uncle Alm. Agus Suhendar

Berhenti bernapas,

kuasa Sang Welas.

Tak lagi menginjakan kaki di Bumi,

menjadi rencana mutlak Sang Pencipta Bumi.

Kita memiliki tujuan menjadi makhluk Allah yang rahmatan lil alamin.

Namun realita kadang tak berjalan beriring menuju yang Dia ingin.

Hingga badan digerogoti usia,

Hingga jiwa dimakan pikiran-pikiran yang khawatir akan masa depan,

menyesal akan masa lalu,

sampai lupa masa kini.

Kita lupa akan tujuan awal.

Tuhan

Ruh-Nya.

Masa tumbuh.

Di sini.

Kini

Sadar.

Bergelimang cahaya.

Utuh.

Lama tenang.

Sedih

Sendu.

Sadar kembali.

Pola berulang.

Kadang hidup memang suka biru

Kadang juga banyak mengeluh

Kadang bergembira melulu

Sampai syukur tak lupa dielu.

Sampai habis batas usia.

Serah akan KetentuanNya.

Sebab,

Usia tak berprediksi

Nikmati detik ini.

Ps: Turut bersimpati, berbelasungkawa, dan berdoa atas tenggelamnya kapal Selam Nanggala 402.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image