Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Alifa Zakiya Azmi

Menyampaikan Suara Lewat Secarik Puisi

Agama | 2026-01-05 12:46:48
Editan Penulis

Bentuk menyuarakan pendapat atas penindasan dan pembungkaman suara rakyat tak hanya dapat diungkapkan lewat lisan. Suara tersebut dapat diungkapkan lewat secarik puisi. Hal ini dilakukan W.S. Rendra dan Wiji Thukul. Keduanya sama-sama menyuarakan kritik sosial terhadap pembungkamn yang dialami rakyat pada masa itu.

W.S Rendra pada puisinya yang berjudul “Aku Tulis Pamflet Ini” menyampaikan keresahannya terhadap kondisi rakyat yang mengalami banyak tekanan. Ia mengungkapkan perasaannya mengenai lembaga yang seharusnya mendengarkan keluh kesah rakyat justru tak mendengarkan, seolah telinga mereka ditutupi “jaring laba-laba”

“Karena lembaga pendapat umum

Ditutupi jaring labah-labah”

Kebebasan untuk berpendapat dibatasi, rakyat dipaksa setuju atas semua perlakuan penguasa, tak boleh mengkritik, tak boleh mengeluh.

Tak hanya Rendra, Wiji Thukul pada puisinya yang berjudul “Bunga dan Tembok” secara spesifik menyampaikan suaranya mewakili rakyat kecil yang tak didengar. Demi kesenangan orang-orang yang berkuasa, “menyingkirkan” rakya-rakyat kecil dari tanahnya sendiri. Bunga diibaratkan sebagai rakyat kecil dan Tembok diibaratkan sebagai bangunan yang dibangun penguasa. Puisinya juga memberikan semangat bagi rakyat-rakyat kecil untuk berani menyampaikan pendapat dan menuntut hal-hal yang seharusnya menjadi milik mereka.

”Telah kami sebar biji-biji

Suatu saat kami akan tumbuh bersama

Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Dalam keyakinan kami

Di manapun - tirani harus tumbang!”

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image