Resensi Buku: Gaya Bahasa Majas dalam Perspektif Al-Quran
Agama | 2026-11-06 16:13:46
Nama : John Hamidi
NIM : 1251200157
Mata Kuliah : Literatur Tafsir
Resensi Buku
Judul: Gaya Bahasa Majaz dalam Perspektif al-Qur’an
Penulis: Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A.
Pengantar: Prof. Dr. Drs. KH. Muhammad Amin Suma, B.A., S.H., M.A., M.M.
Penyunting: Aep Syaiful HamidinPenerbit: Manggu Makmur Tanjung Lestari, Bandung
Tahun terbit: 2022
Tebal: 138 halaman (14,5 cm × 21 cm)
ISBN: 978-623-6003-79-4
Pendahuluan
Al-Qur’an dikenal bukan hanya sebagai petunjuk, tetapi juga sebagai teks dengan keindahan bahasa yang tak tertandingi. Buku ini mengajak pembaca menelusuri salah satu sisi keindahan itu, yaitu majaz. Sebagai dosen Ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, penulis memosisikan kajian majaz sebagai bagian penting dari upaya memahami al-Qur’an. Buku ini dibuka dengan sambutan Wali Kota Tangerang Selatan dan kata pengantar Prof. Muhammad Amin Suma.Sinopsis dan Ulasan IsiBuku ini terdiri atas empat bab.
Bab I menjadi landasan kajian. Penulis menegaskan bahwa al-Qur’an adalah wahyu universal untuk seluruh manusia, tetapi tidak boleh dimitoskan sehingga berjarak dari realitas sosial. Karena itu, tafsir dan kajian majaz diperlukan untuk menyingkap maksud ayat. Bab ini juga memuat rumusan masalah, tujuan dan manfaat kajian, perdebatan akademik seputar majaz, serta metodologi penelitian. Catatan kaki yang kaya rujukan menjadi ciri bab ini. Salah satunya mengutip al-Zarqani bahwa kata “turun” dalam kaitannya dengan al-Qur’an lebih tepat dipahami secara majazi daripada secara fisik.
Bab II menelusuri asal-usul dan perkembangan konsep majaz sejak tradisi awal. Bab ini mengurai makna majaz menurut ahli bahasa dan ulama al-Qur’an dari masa klasik hingga modern, hubungan sastra dengan tafsir, serta urgensi ilmu majaz dalam menafsirkan al-Qur’an.
Bab III membahas piranti gaya bahasa al-Qur’an: tasybih, majaz, isti’arah, kinayah, dan tauriyah. Bab ini ditutup dengan pembahasan pergeseran makna dari hakiki ke majazi.
Bab IV menerapkan teori pada ayat-ayat al-Qur’an. Penulis mengelompokkan ayat ke dalam tiga jenis: majaz mursal dengan hubungan juz’iyyah (bagian), majaz mursal dengan hubungan kulliyyah (keseluruhan), dan majaz ‘aqli.
Kesimpulan
Seperti dicatat Prof. Amin Suma dalam pengantarnya, buku ini lebih banyak menyoroti sisi majazi daripada sisi hakiki. Padahal kaidah dasarnya menyatakan bahwa pada prinsipnya makna suatu ucapan adalah makna hakikinya, sehingga makna majazi baru dipakai bila ada dalil atau alasan logis yang kuat.
Keunggulan
1. Struktur sistematis. Alurnya runtut dari landasan teoretis, sejarah, dan perangkat gaya bahasa, hingga penerapan pada ayat. Ini memudahkan pembaca pemula maupun mahasiswa.
2. Rujukan akademik kuat. Catatan kaki memuat banyak sumber klasik dan modern, termasuk kajian bahasa dan teologi.
3. Ketebalan yang ringkas. Dengan 138 halaman, buku ini praktis dibaca sebagai pengantar studi majaz.
4. Pendekatan seimbang. Kajian tidak berhenti di teori, tetapi dilanjutkan dengan analisis ayat per jenis majaz.
5. Otoritas penulis. Penulis adalah akademisi tafsir yang produktif, dan pengantar dari guru besar menambah bobot buku.
Kelemahan
1. Kesalahan penyuntingan. Nama penulis ditulis tidak konsisten. Pengantar menyebut “Dr. K.H. Hasani Samsuri, M.Ag.” dan “Dr. Ahsani”, sedangkan sampul menulis “Dr. H. Hasani Ahmad Said”. Gelar di halaman hak cipta juga tertulis keliru (“S..I.”). Selain itu, ada salah ketik dan transliterasi yang belum seragam, misalnya “Al-Isra>” atau “Kequr’anan”.
2. Pembahasan yang terkesan berat sebelah. Fokus pada majaz kurang diimbangi pembahasan batas dan kritik atas penafsiran majazi, padahal perdebatan itu disebut di Bab I.
3. Gaya bahasa akademik yang padat. Banyak istilah Arab dan catatan kaki panjang dapat menyulitkan pembaca awam.
4. Daftar isi kurang rapi. Penomoran subbab tidak sepenuhnya urut (misalnya bagian “E” terlewat).
Penutup
Gaya Bahasa Majaz dalam Perspektif al-Qur’an adalah sumbangan yang berguna bagi kajian ilmu al-Qur’an dan tafsir di Indonesia. Buku ini layak dibaca mahasiswa, dosen, dan pegiat tafsir yang ingin memahami bagaimana bahasa kiasan membantu menyingkap makna ayat. Dengan penyuntingan yang lebih cermat, buku ini bisa menjadi rujukan pengantar yang semakin baik.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
