Semangat Jadi Mahasiswa Baru, Kok Malah Pengen Pulang?
Curhat | 2026-10-22 12:15:28Selamat datang di dunia homesick, perasaan rindu rumah dan orang-orang terdekat ketika sedang berada jauh dari mereka. Bagi mahasiswa yang baru pertama kali ngekos, perasaan ini cukup wajar karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, dan kebiasaan yang berbeda. Apalagi ketika pulang kuliah, kamar kos menyambut dengan kesunyian, sementara cucian sudah menumpuk seperti tugas kuliaang tidak ada habisnya.
Ngekos Itu Bukan Cuma Belajar Mandiri
Menjadi anak kos ternyata bukan sekadar belajar mengatur uang bulanan. Kita juga harus belajar mencuci baju, mencari makan, menjaga kesehatan, dan mengatasi rasa sepi. Dulu kalau lapar tinggal membuka tudung saji, sekarang harus berpikir mau makan apa dan apakah saldo masih mendukung. Belum lagi ketika sakit, rasanya ingin langsung pulang dan mendapat perhatian dari keluarga.
Namun, jangan buru-buru menganggap diri sendiri manja. Merindukan rumah bukan berarti gagal menjadi mandiri. Kita tetap bisa menikmati kehidupan kampus sambil sesekali merasa ingin pulang. Dua hal itu bisa berjalan bersamaan, kok!
Biar Nggak Kangen Rumah Terus, Harus Gimana?
Ada beberapa cara sederhana untuk membantu menghadapi homesick. Pertama, sempatkan menelepon keluarga atau melakukan panggilan video. Kedua, cobalah berkenalan dengan teman kos atau teman kuliah agar punya teman cerita. Ketiga, buat kamar kos terasa nyaman dan tetap jaga pola tidur serta makan.
Kalau masih merasa kesepian, jangan memaksakan diri untuk langsung betah. Beradaptasi membutuhkan waktu, bukan seperti memasak mi instan yang tiga menit langsung jadi. Jika rasa sedih berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, cobalah bercerita kepada orang tepercaya atau mencari bantuan konselor.
Pelan-Pelan, Kos Juga Bisa Jadi Rumah Kedua
Untuk kamu yang sedang berjuang tinggal jauh dari keluarga, ingat bahwa kamu tidak sendirian. Ada banyak mahasiswa lain yang mungkin diam-diam mengalami hal serupa. Kamu boleh merasa sedih, boleh menelepon rumah berkali-kali, dan boleh mengakui bahwa ternyata menjadi anak kos tidak semudah konten a day in my life di media sosial.
Seiring waktu, kamu akan mulai terbiasa dengan lingkungan baru, menemukan teman yang cocok, dan belajar menghadapi berbagai hal sendiri.
Menjadi dewasa bukan berarti berhenti merindukan rumah, tetapi belajar menjalani kehidupan jauh dari rumah tanpa melupakan tempat kita pulang.
Jadi, semangat, ya, anak kos! Kalau hari ini masih kangen rumah, nggak apa-apa. Yang penting, jangan sampai baru tiga hari ngekos sudah ingin mengajukan surat pengunduran diri sebagai perantau!
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
