Peran Bimbingan dan Konseling dalam Membentuk Siswa yang Bijak Bermedia Sosial di Era Digital
Teknologi | 2026-10-20 17:56:48
Perkembangan media sosial memberikan kemudahan bagi siswa untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan mengembangkan kreativitas. Namun, penggunaan media sosial yang tidak bijak juga dapat menimbulkan tantangan, seperti perundungan siber, tekanan untuk mendapatkan pengakuan, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, serta penyebaran informasi yang belum tentu benar.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memiliki keterampilan mengelola emosi dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dalam hal ini, Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam membantu siswa menghadapi tantangan di ruang digital.
Guru BK dapat memberikan bimbingan mengenai etika berkomunikasi di internet, cara menghadapi komentar negatif, pentingnya menjaga privasi, serta kemampuan menyaring informasi. Siswa juga perlu memahami bahwa apa yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh. Dengan pemahaman tersebut, mereka diharapkan tidak mudah terjebak dalam perbandingan sosial yang dapat memengaruhi kepercayaan diri.
Selain itu, guru BK perlu menciptakan ruang konseling yang aman agar siswa berani menceritakan pengalaman tidak menyenangkan di dunia digital. Pendampingan dilakukan tanpa menghakimi, disertai upaya membantu siswa menemukan solusi yang sesuai. Jika diperlukan, guru BK dapat bekerja sama dengan orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan perlindungan serta dukungan lanjutan.
Sekolah juga perlu membangun kebiasaan digital yang sehat melalui edukasi, diskusi kelompok, dan kegiatan yang mendorong interaksi sosial secara langsung. Penggunaan teknologi sebaiknya diarahkan untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas, bukan sampai mengabaikan waktu istirahat, tanggung jawab akademik, maupun hubungan dengan lingkungan sekitar.
Dengan demikian, layanan Bimbingan dan Konseling perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Tujuannya bukan melarang siswa menggunakan media sosial, melainkan membekali mereka agar mampu memanfaatkannya secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Kecakapan digital yang disertai kesehatan emosional menjadi bekal penting bagi siswa untuk tumbuh di tengah perkembangan teknologi.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
