Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image vicky ordiz

Dokter Muda Indonesia Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Internasional

Pendidikan | 2026-10-16 07:19:43

PADANG — Membawa gagasan di bidang kesehatan kulit ke forum internasional menjadi pengalaman tersendiri bagi Refa Rahmaddiansyah, dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand). Ia berhasil meraih medali emas kategori Novice Innovation dalam The 16th Symposium on Innovation and Creativity (SIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perlis, Malaysia.

Refa mengikuti kompetisi tersebut dengan membawa sebuah gagasan inovasi yang berkaitan dengan kesehatan kulit dan pengembangan pendekatan pendukung untuk penanganan scar hypertrophic. Gagasan tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan menjadi bagian dari ketertarikannya untuk menghubungkan ilmu kedokteran dengan penelitian dan inovasi, khususnya dalam integrasi herbal medicine dengan kesehatan dermatologi yang menjadi perhatian risetnya.

SIC 2026 merupakan forum internasional yang mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari peneliti, akademisi, inovator hingga pelajar. Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat 127 inovasi yang dipresentasikan dalam kompetisi dengan latar belakang dan bidang yang beragam.

Refa berpartisipasi pada kategori Novice Innovation. Kategori ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk membawa gagasan yang masih berada pada tahap awal, sehingga sebuah inovasi belum harus memiliki produk yang siap digunakan. Konsep, simulasi, mock-up, model, maupun prototipe awal dapat menjadi bagian dari presentasi.

Bagi Refa, keberhasilan memperoleh medali emas tidak hanya menjadi sebuah pencapaian personal, tetapi juga kesempatan untuk menguji sebuah gagasan di lingkungan ilmiah yang lebih luas.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa membawa gagasan ini ke forum ilmiah internasional. Bagi saya, medali emas ini bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan penelitian, khususnya di bidang kesehatan kulit,” ujar Refa.

Ia menyadari bahwa gagasan yang masih berada pada tahap awal membutuhkan perjalanan yang panjang sebelum dapat diterapkan secara nyata. Karena itu, Refa berharap penghargaan yang diperoleh dapat menjadi pemicu untuk melanjutkan gagasan tersebut melalui penelitian yang lebih mendalam.

Menurutnya, sebuah inovasi seharusnya tidak berhenti pada kompetisi. Setelah mendapatkan apresiasi, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa gagasan tersebut dapat dikembangkan secara ilmiah dan, apabila terbukti memiliki manfaat, dapat diarahkan menuju penerapan yang lebih luas.

Rangkaian SIC 2026 dimulai sejak Juni 2026, dengan pengumpulan materi inovasi pada September. Setelah melalui tahapan presentasi, pengumuman pemenang dilaksanakan pada 15 Oktober 2026.

Medali emas yang diraih Refa menjadi bagian dari perjalanan akademik dan profesionalnya sebagai dokter, sekaligus memperkuat langkahnya untuk terus mengeksplorasi bidang penelitian dan inovasi kesehatan.

Ia berharap capaian tersebut tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi awal dari proses yang lebih panjang untuk menghasilkan gagasan kesehatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image