Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Khrisna

Mahasiswa UNPAM sebagai Calon Sumber Daya Manusia Unggul di Era Digital

Pendidikan | 2026-10-15 21:36:38
Foto Kampus 1 UNPAM (Pusat) sumber: Muhammad.Khrisna

Artikel Opini - Universitas Pamulang Pendidikan dengan tema pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Oleh: Muhammad Khrisna

Pendahuluan

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam kemajuan suatu organisasi maupun negara. Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan dunia kerja yang semakin tinggi, kebutuhan terhadap SDM yang memiliki kompetensi, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi semakin besar. Dalam kondisi tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata. Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) sebagai bagian dari generasi muda memiliki kesempatan besar untuk mempersiapkan diri menjadi SDM yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja.

Foto Tantangan Dunia Kerja sumber: SukabumiHitz

Mahasiswa UNPAM dan Tantangan Dunia Kerja

Mahasiswa UNPAM memiliki latar belakang dan aktivitas yang beragam. Sebagian mahasiswa tidak hanya menjalani perkuliahan, tetapi juga bekerja dan menjalankan usaha. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena mahasiswa harus mampu membagi waktu antara pekerjaan, pendidikan, dan kehidupan pribadi. Namun, menurut saya, kondisi tersebut juga dapat menjadi keunggulan karena mahasiswa memperoleh pengalaman praktis sekaligus pendidikan akademik.

Mahasiswa yang bekerja selama kuliah dapat belajar mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, komunikasi, kerja sama tim, serta cara menyelesaikan permasalahan di lingkungan kerja. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal ketika mereka memasuki dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan demikian, proses pembentukan SDM tidak hanya terjadi melalui kegiatan perkuliahan, tetapi juga melalui pengalaman dan aktivitas yang dilakukan mahasiswa di luar kampus.

Pentingnya Pengembangan Kompetensi

Menurut saya, memiliki ijazah saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja saat ini. Mahasiswa perlu memiliki kompetensi tambahan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri. Kemampuan menggunakan teknologi, mengolah informasi, berkomunikasi, berpikir kritis, bekerja dalam tim, serta memahami perkembangan kecerdasan buatan menjadi beberapa kemampuan yang semakin penting.

Mahasiswa UNPAM dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui organisasi, kegiatan akademik, seminar, pelatihan, kegiatan kewirausahaan, maupun pengalaman kerja. Semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, semakin besar pula peluang mahasiswa untuk beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.

Foto Mahasiswa Pekerja sumber: Muhammad.Khrisna

Contoh Kasus Mahasiswa Pekerja

Sebagai contoh, seorang mahasiswa UNPAM bekerja sebagai karyawan pada siang hari dan mengikuti perkuliahan setelah jam kerja. Ia harus menyelesaikan target pekerjaan sekaligus mengerjakan tugas kuliah dan mempersiapkan ujian. Kondisi tersebut tentu tidak mudah, tetapi secara tidak langsung melatih kemampuan manajemen waktu dan tanggung jawab.

Jika mahasiswa tersebut mampu mengatur jadwal dengan baik, menyelesaikan pekerjaan secara profesional, dan tetap menjaga kualitas akademiknya, pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah ketika mencari pekerjaan setelah lulus. Sebaliknya, apabila tidak mampu mengatur waktu, kesibukan bekerja dapat mengganggu proses pendidikan. Oleh karena itu, keseimbangan antara pekerjaan dan kuliah sangat penting.

Foto Seminar Nasional Kepemimpinan Muda Bersama Menko AHY sumber: Universitas Pamulang

Peran UNPAM dalam Mempersiapkan SDM

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membantu mahasiswa menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. UNPAM dapat terus mendorong pembelajaran yang menggabungkan teori dengan praktik, meningkatkan kegiatan pengembangan keterampilan, serta memperluas kerja sama dengan dunia industri. Mahasiswa juga perlu diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proyek nyata sehingga dapat memahami bagaimana ilmu yang dipelajari diterapkan di lingkungan profesional.

Namun, keberhasilan pengembangan SDM tidak hanya bergantung pada kampus. Mahasiswa sendiri harus memiliki kemauan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan. Menurut saya, mahasiswa yang aktif mencari pengalaman, mengikuti perkembangan teknologi, membangun jaringan, dan berani mencoba hal baru akan lebih siap menghadapi persaingan setelah lulus.

Kesimpulan

Mahasiswa UNPAM memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari SDM unggul Indonesia. Pendidikan yang diperoleh di perguruan tinggi dapat menjadi dasar pengetahuan, sedangkan pengalaman bekerja, berorganisasi, dan mengikuti berbagai kegiatan dapat membentuk keterampilan praktis. Menurut saya, kombinasi antara pendidikan, pengalaman, karakter, dan kemampuan beradaptasi merupakan modal penting untuk menghadapi dunia kerja di era digital. Oleh karena itu, mahasiswa UNPAM sebaiknya tidak hanya berorientasi pada memperoleh gelar, tetapi juga memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi dan pengalaman agar mampu menjadi SDM yang produktif, profesional, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Daftar Sumber/Referensi

  1. Mangkunegara, A. A. Anwar Prabu. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  2. Badrudin. (2020). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.
  3. Dessler, G. (2020). Human Resource Management. Pearson.
  4. Badan Pusat Statistik. (2024). Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: BPS.
  5. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2020). Merdeka Belajar: Kampus Merdeka. Jakarta.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image