Public Speaking: Bekal yang Sering Terlupakan Mahasiswa Manajemen Keuangan
Pendidikan dan Literasi | 2026-09-30 13:25:36
Ketika mendengar kata “Manajemen Keuangan”, banyak orang mungkin langsung membayangkan angka, laporan keuangan, rumus, grafik, dan berbagai perhitungan. Tidak salah, karena kemampuan mengolah dan menganalisis angka memang menjadi bagian penting dalam bidang keuangan. Namun, ada satu kemampuan yang terkadang kurang mendapat perhatian, yaitu public speaking.
Padahal, kemampuan berbicara di depan orang lain memiliki peran yang cukup penting bagi mahasiswa Manajemen Keuangan. Sehebat apa pun seseorang dalam menganalisis data keuangan, hasil analisis tersebut tetap perlu disampaikan kepada orang lain. Di sinilah kemampuan berkomunikasi menjadi penting.
Bukan Hanya Pandai Menghitung
Mahasiswa Manajemen Keuangan tidak hanya akan berhadapan dengan angka. Dalam dunia perkuliahan maupun pekerjaan, mereka juga akan berhadapan dengan dosen, teman satu tim, atasan, klien, investor, maupun pihak lain yang membutuhkan penjelasan mengenai informasi keuangan.
Misalnya, ketika seorang mahasiswa melakukan analisis terhadap laporan keuangan sebuah perusahaan. Ia mungkin mampu menghitung rasio keuangan, menganalisis laba, atau menjelaskan kondisi keuangan perusahaan dengan baik. Namun, ketika diminta mempresentasikan hasil tersebut, ia justru gugup, berbicara terlalu cepat, atau kesulitan menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknis dan kemampuan komunikasi sebenarnya saling melengkapi. Angka memberikan informasi, tetapi kemampuan berbicara membantu orang lain memahami informasi tersebut.
Mengubah Angka Menjadi Bahasa yang Mudah Dipahami
Salah satu tantangan dalam bidang keuangan adalah bagaimana menyampaikan informasi yang terkadang cukup rumit menjadi lebih sederhana.
Tidak semua orang memahami istilah seperti rasio profitabilitas, likuiditas, leverage, return saham, atau earning per share. Seorang yang bekerja di bidang keuangan perlu mampu menjelaskan istilah tersebut dengan cara yang sesuai dengan lawan bicaranya.
Misalnya, daripada hanya mengatakan bahwa “current ratio perusahaan mengalami penurunan”, seseorang dapat menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Kemampuan seperti ini tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap materi, tetapi juga kemampuan berbicara dan menyusun pesan dengan baik. Dengan public speaking yang baik, seseorang dapat menyampaikan informasi secara lebih jelas, terstruktur, dan mudah diterima.
Public Speaking Dimulai dari Hal Sederhana
Public speaking sering kali dianggap sebagai kemampuan untuk berbicara di atas panggung di hadapan banyak orang. Padahal, penerapannya jauh lebih luas.
Presentasi di depan kelas, menyampaikan pendapat ketika berdiskusi, bertanya kepada dosen, mengikuti wawancara kerja, menjelaskan suatu laporan kepada atasan, bahkan berbicara dengan klien merupakan bagian dari kemampuan komunikasi.
Karena itu, mahasiswa tidak perlu menunggu sampai memasuki dunia kerja untuk mulai melatih public speaking. Kebiasaan sederhana seperti berani menyampaikan pendapat di kelas, melakukan presentasi dengan persiapan yang baik, atau mencoba menjelaskan suatu materi tanpa membaca teks dapat menjadi latihan yang berharga.
Rasa gugup juga merupakan hal yang wajar. Kemampuan berbicara dengan percaya diri bukan sesuatu yang muncul begitu saja, tetapi terbentuk melalui latihan dan pengalaman.
Bekal Menghadapi Dunia Kerja
Dunia kerja menuntut seseorang tidak hanya mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga mampu bekerja sama dan menyampaikan hasil pekerjaannya kepada orang lain.
Bagi mahasiswa Manajemen Keuangan, kemampuan public speaking dapat menjadi salah satu bekal ketika memasuki dunia kerja. Seorang staf keuangan, misalnya, mungkin harus menjelaskan laporan kepada pimpinan. Seorang analis keuangan perlu menyampaikan hasil analisisnya. Bahkan dalam proses wawancara kerja, kemampuan berkomunikasi sudah mulai dinilai.
Artinya, kemampuan menguasai angka perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menyampaikan informasi. Keduanya dapat menjadi bekal yang saling melengkapi dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
Jangan Sampai Angka Berhenti di Laporan
Pada akhirnya, kemampuan di bidang keuangan bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan sebuah angka, tetapi juga bagaimana memahami dan menyampaikan arti dari angka tersebut.
Mahasiswa Manajemen Keuangan perlu melihat public speaking bukan sebagai kemampuan tambahan yang hanya digunakan ketika presentasi di kelas. Public speaking merupakan salah satu keterampilan yang dapat membantu seseorang menyampaikan ide, menjelaskan informasi, membangun kepercayaan, dan berkomunikasi dengan berbagai pihak.
Karena itu, mulai sekarang jangan hanya belajar bagaimana menghitung dan menganalisis. Belajarlah juga bagaimana menjelaskan hasilnya. Sebab, angka yang dipahami akan lebih bermanfaat ketika mampu disampaikan dengan jelas kepada orang lain.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
