Bupati Barru: Kepemimpinan Diukur dari Kepercayaan
Kabar | 2026-09-10 07:40:31
Makassar - Pejabat administrator merupakan wajah negara yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Kewenangan yang melekat pada jabatan itu harus diterjemahkan menjadi keputusan yang bertanggung jawab dan pelayanan yang membangun kepercayaan publik.
Hal tersebut disampaikan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH., M.Si., saat memberikan ceramah Wawasan Kebangsaan, Kepemimpinan Pancasila, dan Integritas kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III di Auditorium Hasanuddin, Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN RI, Makassar, Rabu (9/9/2026).
“Pejabat administrator ini bukan sekadar sebagai pengelola administrasi, tetapi adalah wajah negara di garis pelaksanaan,” kata Andi Ina.
Menurut dia, administrator berada pada titik yang menghubungkan visi pimpinan, sistem birokrasi, dan pengalaman masyarakat. Karena itu, nilai Pancasila dan integritas harus diterjemahkan menjadi keputusan dan tindakan, bukan berhenti sebagai prinsip.
Pancasila Jadi Pijakan Kepemimpinan
Ahmad Sukarno, S.IP., M.Adm.SDA., selaku moderator, melihat ceramah dalam pembelajaran PKA Angkatan III sebagai bagian penting dalam membangun perspektif kepemimpinan administrator.
Nilai kebangsaan, Pancasila, dan integritas tidak cukup dipahami sebagai konsep, tetapi perlu dihadirkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan.
Dari titik itu, administrator diposisikan bukan sekadar sebagai pengelola organisasi, melainkan sebagai pemimpin yang membutuhkan pijakan nilai dalam menggunakan kewenangan dan mengambil keputusan.
Sebelum memberikan ceramah, Bupati Barru bersama Sekda Kab Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., dan sejumlah pimpinan perangkat daerah tiba di ruang Tamu Pimpinan.
Rombongan diterima Kepala Pusjar SKMP LAN RI Dr. Muh. Aswad, M.Si., Kepala Balai Layanan Pemetaan Kompetensi LAN Makassar Sudarmi Narwis, SE., MM., dan Ketua Tim Penjamin Mutu Pusjar SKMP LAN Andi Salviah, S.IP., MM.
Nilai Menjadi Aksi
Andi Ina mengaitkan pesan tersebut dengan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Barru. Visi pembangunan daerah 2025–2029, yakni “Barru Berkeadilan, Barru Maju Berkelanjutan, dan Barru Sejahtera Lebih Cepat”, dijabarkan melalui lima misi, termasuk pengentasan kemiskinan, pembangunan manusia, penguatan infrastruktur, good governance, serta peningkatan produktivitas ekonomi.
Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan banyaknya nilai yang disampaikan, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah. “Ukuran kepemimpinan di daerah itu bukan seberapa banyak kita berbicara tentang nilai-nilai, tetapi yang terpenting adalah apakah masyarakat merasakan kita hadir, negara hadir,” ujarnya dalam catatan Tim Humas.
Menurut Bupati Barru, masyarakat tidak berhadapan dengan teori pemerintahan. Mereka merasakan negara melalui pelayanan, keputusan, dan perlakuan yang diterima.
Pelayanan dan Integritas
Dalam praktik pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Barru mengembangkan Mal Pelayanan Publik dan mendorong prinsip One Agency, One Innovation, dengan setiap perangkat daerah didorong menghasilkan inovasi untuk memperbaiki layanan.
Andi Ina meminta peserta PKA menjadikan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai budaya kerja. Ia juga menekankan meritokrasi dalam pengelolaan aparatur serta penguatan SPBE sebagai instrumen transparansi dan pengawasan untuk mempersempit celah korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Menurut dia, kepemimpinan publik juga harus menempatkan kewenangan sebagai amanah pelayanan. “Walaupun saya Bupati, saya bukan penguasa. Tetapi saya juga adalah pelayan masyarakat,” katanya.
Ketahanan Daerah Menopang NKRI
Andi Ina menghubungkan kepemimpinan daerah dengan ketahanan nasional. Menurut dia, daerah yang mandiri secara ekonomi dan kokoh secara ideologi turut menentukan kekuatan NKRI. “Karena daerah yang mandiri secara ekonomi dan kokoh secara ideologi itulah yang akan memperkuat negara,” tuturnya.
Ia meminta pemimpin daerah memahami dinamika global sekaligus menjaga potensi lokal. Di Barru, potensi tersebut antara lain pertanian, kelautan, dan pelabuhan.
Ceramah pagi itu menjadi bagian dari proses pembelajaran PKA Angkatan III di Pusjar SKMP LAN. Ahmad Sukarno, yang memoderatori sesi itu, mengarahkan pembelajaran pada pemaknaan kepemimpinan yang tidak berhenti pada kewenangan, tetapi tercermin dalam kualitas keputusan dan pelayanan kepada masyarakat.
Perspektif tersebut menempatkan kompetensi ASN sebagai bagian dari upaya memperbaiki pengalaman masyarakat dalam menerima layanan publik. Semangat Bigger, Smarter, Better pun diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan, adaptif, dan berdampak, sehingga terwujud ASN Kompeten, Rakyat Sejahtera.
Tim Humas Pusjar SKMP LAN
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
