Waspada!!! Siasat Board of Peace
Agama | 2026-08-09 08:59:20
WASPADA!! Siasat Board of Peace
Bangsa Zionis Israel sudah terkenal sebagai penjahat kelas kakap yang banyak mengingkari janji. Setiap kali perjanjian damai ditandatangani dengan bangsa Palestina, serangan militer keji masih tetap Zionis jalankan tanpa rasa manusiawi.
Menurut informasi terbaru dari jazirah.com, aksi pelanggaran gencatan senjata Israel terhadap Palestina sejak bulan Oktober 2025 hingga Juli 2026 sudah mencapai 3.795 kali. Baik berupa penembakan langsung para warga, maupun serangan udara dan artileri yang menewaskan banyak korban jiwa. (7/08/2026)
Parahnya, Amerika yang saat ini menjadi negara adidaya yang mengaku mencintai kedamaian justru lebih memilih menjadi pendukung setia Israel. Berbagai fakta berita sudah menunjukkan hal tersebut. Mulai dari Amerika yang senantiasa mengalirkan dana besar-besaran untuk aksi militer Israel yang kejam, hingga jalan diplomasi ala Amerika yang sudah berulang kali menunjukkan ketidakadilan. Contohnya, seperti solusi dua negara, gencatan senjata, dan lain-lain yang tidak pernah membuat Palestina kembali menggenggam hak-hak mereka.
Lantas jika demikian, apakah BoP yang dibentuk oleh Amerika sudah bisa dipandang sebagai lembaga penegak keadilan terhadap konflik Palestina dan Israel? Sekalipun BoP baru saja menyusun suatu kebijakan kontemporer yang dianggap mampu menguatkan perdamaian dan keamanan bagi dua bangsa yang sedang berseteru tersebut, isi dan prosesnya masih tampak memanjakan bangsa Zionis semata.
Kalaupun dalam isi kebijakan itu Hamas harus rela menanggalkan persenjataannya karena Israel akan disuruh untuk mundur dari Gaza, hal itu tetap meragukan untuk menumbuhkan kedamaian. Pasalnya, dalam sebuah liputan detik.com, Hamas dan lembaga perjuangan dalam negeri Palestina lainnya sudah menyetujui untuk dilucuti senjatanya. Sedangkan perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu masih dibiarkan keberatan untuk mengangkat pasukan militernya dari atas tanah Gaza. (3/08/2026)
Selanjutnya, apabila kebijakan itu menyatakan akan mengamankan Gaza dengan aktivasi polisi perdamaian baru di bawah komando BoP, maka nuansa ide kebijakan tersebut masih bisa diprediksi sama dengan kemunafikan ide-ide sebelumnya. Bagaimana tidak, sejak awalnya saja, pasukan militer yang dikirimkan oleh negara anggota BoP sudah dikatakan hanya sebagai media sosial pengamanan warga Palestina. Bukan pengusir kaum Zionis yang menjadi aktor antagonis utama.
Dengan demikian, pada dasarnya segala inovasi kebijakan yang Amerika tawarkan memang hanya untuk melemahkan perjuangan bangsa Palestina. Sebab, pejuang internal Palestina seperti Hamas dirayu agar mau berhenti beroperasi secara total. Akibatnya, bangsa Zionis bisa makin lancar merebut tanah Palestina dan melakukan aksi genosida.
Selain itu, apabila suara penolakan umat Islam terhadap para penguasa negerinya yang bergabung dalam BoP tidak kembali menggelegar. Saudara seiman mereka di Palestina akan makin tertipu, tertekan, dan tersiksa. Jika demikian, bukankah hal itu berarti suatu ketidakpedulian yang harus dipertanggungjawabkan?
Rasulullah saw bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh mendzaliminya dan tidak boleh menyerahkannya (kepada musuh/tidak menolongnya)."
*Mengubah Siasat Licik dengan Syariat*
Perlu kembali kita ingat bahwa kaum kafir tidak akan pernah berhenti mengejar-ngejar kaum muslim hingga kiamat datang. Sesuai firman Allah Swt.:
وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيࣲّ وَلَا نَصِيرٍ
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah:120)
Oleh karena itu, sudah selayaknya umat Islam tidak langsung mempercayai berbagai usulan dari kaum kafir harbi fi'lan. Sebab semua itu merupakan siasat berbahaya. Diperlukan kewaspadaan tingkat tinggi agar tak terjebak dalam jurang kehancuran.
Ketika sang pemimpin negeri-negeri Islam sudah mulai melanggar syariat dan tertarik untuk mengikuti kaum kafir harbi fi’lan, umat Islam harus terus bersemangat mengingatkannya agar segera bertaubat. Buatlah pemimpin negeri-negeri Islam sadar untuk keluar dari jebakan BoP yang penuh kebohongan. Dengan begitu, mereka tidak akan menjadi penghianat yang membawa bahaya dari para musuh Islam. Bahkan, adzab dari Allah Swt. juga tidak akan diturunkan di tengah negeri yang dipimpinnya.
فَأَعۡرَضُواْ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ سَيۡلَ ٱلۡعَرِمِ وَبَدَّلۡنَٰهُم بِجَنَّتَيۡهِمۡ جَنَّتَيۡنِ ذَوَاتَيۡ أُكُلٍ خَمۡطࣲ وَأَثۡلࣲ وَشَيۡءࣲ مِّن سِدۡرࣲ قَلِيلࣲ
“Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Aṡl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS. As-Saba: 16)
Lebih dari itu, saat kaum kafir sudah bersekutu secara politik melawan umat Islam. Kaum muslimin di seluruh dunia sudah sepatutnya juga bersatu melawan mereka dalam bentuk kesatuan tata negara berupa Khilafah. Sebab dengan Khilafah yang berlandaskan syariat Islam kaffah itu, keharaman untuk berhubungan dengan kaum kafir harbi fi'lan akan dijalankan. Walhasil, semua umat Islam tidak akan terjebak dalam segala taktik yang licik.
Apalagi bagi bangsa Palestina, ketegasan Khilafah menolak hubungan dengan kaum kafir harbi fi'lan semacam Amerika dan Israel akan menjadi benteng diplomasi kuat untuk melindungi mereka. Metode jihad fisabilillah yang mewajibkan seluruh lelaki muslim baligh berangkat perang juga dapat membuat Zionis segera angkat kaki dari Palestina tanpa tawar-menawar lagi. Akhirnya, kedamaian dan keamanannya bisa terwujud, jauh dari tipuan yang berbahaya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
