Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Citra Septiani

FOMO dan Harga Premium: Ketika Tren Mempengaruhi Keputusan Konsumen

Bisnis | 2026-07-16 00:20:30
Gambar 1. Ilustrasi konsumen di era digital, di mana tren dan strategi pemasaran turut memengaruhi keputusan pembelian. Sumber : Pinterest - Indogulf Institute.

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan besar terhadap cara masyarakat mengenal dan memilih suatu produk. Saat sebuah merek atau produk menjadi viral, perhatian konsumen sering kali tidak hanya tertuju pada kualitasnya, tetapi juga pada popularitas yang dibangun melalui berbagai unggahan di internet. Akibatnya, banyak orang terdorong untuk membeli bukan semata karena membutuhkan, melainkan karena tidak ingin merasa tertinggal dari tren yang sedang berlangsung. Kondisi ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FOMO).

Fenomena tersebut dimanfaatkan oleh banyak perusahaan dalam menyusun strategi pemasaran. Salah satu strategi yang sering diterapkan adalah premium pricing, yaitu menetapkan harga yang relatif lebih tinggi untuk membangun kesan eksklusif dan meningkatkan nilai sebuah merek. Bagi sebagian konsumen, harga yang tinggi justru dianggap sebagai cerminan kualitas dan prestise. Persepsi inilah yang membuat produk premium tetap memiliki peminat meskipun tersedia alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, keputusan pembelian yang dipengaruhi oleh FOMO sering kali menggeser pertimbangan rasional konsumen. Keinginan untuk mengikuti tren, mencoba produk yang sedang ramai diperbincangkan, atau memiliki barang yang digunakan banyak orang dapat menjadi alasan utama dalam melakukan pembelian. Dalam situasi seperti ini, faktor emosional terkadang lebih dominan dibandingkan penilaian terhadap manfaat, kualitas, maupun kesesuaian harga dengan produk yang ditawarkan.

Bagi perusahaan, kondisi tersebut tentu menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing dan penjualan. Namun, keberhasilan strategi harga premium tidak dapat bergantung pada viralitas semata. Konsumen kini semakin mudah memperoleh informasi dan membandingkan berbagai pilihan produk. Jika kualitas yang diterima tidak sebanding dengan ekspektasi yang dibangun melalui promosi, kepercayaan konsumen dapat menurun dan berdampak pada citra merek dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan bahwa harga yang ditetapkan benar-benar mencerminkan nilai yang diberikan kepada konsumen. Sementara itu, konsumen juga perlu lebih bijaksana dalam mengambil keputusan pembelian dengan mempertimbangkan manfaat produk serta kebutuhan pribadi, bukan hanya karena pengaruh tren di media sosial. Dengan demikian, strategi pemasaran dan perilaku konsumen dapat berjalan secara seimbang sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan pelanggan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image