Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Muhammad Ridho Juniarta

Ketika Anak Lebih Percaya Media Sosial daripada Orang Tua

Lain-Lain | 2026-06-30 13:32:23
Sumber : Internet

Mengapa anak anak jaman sekarang lebih percaya media sosial dari pada orang tua? Media sosial kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur, banyak orang menghabiskan waktunya untuk membuka TikTok, Instagram, YouTube, Twitter, Theards, atau platform digital lainnya. Bagi anak-anak dan remaja, media sosial bukan hanya tempat mencari hiburan, tetapi juga menjadi sumber informasi, tempat belajar, bahkan tempat mencari solusi atas berbagai masalah yang mereka hadapi.

Fenomena ini membawa perubahan besar dalam pola komunikasi di dalam keluarga. Tidak sedikit anak yang lebih percaya pada informasi dari media sosial atau perkataan influencer daripada nasihat orang tua. Saat menghadapi masalah, mereka lebih memilih mencari jawaban melalui internet dibandingkan berdiskusi dengan keluarga. Jika kondisi ini terus dibiarkan, hubungan antara orang tua dan anak dapat semakin renggang.

Dalam ilmu Public Relations, hubungan yang baik dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan saling memahami. Prinsip ini sebenarnya tidak hanya berlaku bagi perusahaan atau organisasi, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi dua arah dengan anak, bukan hanya memberi perintah atau larangan. Ketika anak diberi kesempatan untuk berbicara dan didengarkan pendapatnya, mereka akan merasa lebih dihargai dan lebih mudah mempercayai orang tua.

Konsep komunikasi dua arah yang diperkenalkan oleh James E. Grunig menjelaskan bahwa hubungan yang kuat akan tercipta apabila kedua belah pihak saling mendengarkan dan menghargai pendapat masing-masing. Dalam keluarga, komunikasi seperti inilah yang dibutuhkan agar hubungan orang tua dan anak tetap hangat meskipun perkembangan teknologi semakin pesat.

Selain itu, komunikasi interpersonal juga memiliki peran yang sangat penting. Komunikasi yang baik bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian, memahami perasaan lawan bicara, serta menunjukkan empati. Ketika anak merasa diterima tanpa takut dihakimi, mereka akan lebih terbuka untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapi. Sebaliknya, jika setiap pendapat anak langsung disalahkan, mereka cenderung memilih diam atau mencari tempat lain untuk bercerita.

Kepercayaan merupakan fondasi utama dalam sebuah keluarga. Kepercayaan tidak muncul begitu saja, tetapi dibangun melalui kebiasaan saling menghargai, saling mendukung, dan menjaga komunikasi secara konsisten. Orang tua yang mampu menjadi pendengar yang baik akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan anak. Sebaliknya, anak juga akan belajar untuk menghargai pendapat orang tua ketika merasa diperlakukan dengan penuh kasih sayang.

Media sosial seharusnya tidak dipandang sebagai musuh keluarga. Justru media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan. Orang tua dapat mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan anak sehingga memiliki bahan obrolan yang sama. Misalnya, berdiskusi mengenai berita yang sedang viral, membahas konten edukatif, atau mengajarkan cara membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan. Dengan cara ini, media sosial tidak lagi menjadi penghalang komunikasi, tetapi menjadi jembatan untuk membangun kedekatan.

Bagaimana solusinya dari sudut pandang (Public Relations)? Keluarga juga perlu membiasakan komunikasi yang sehat. Luangkan waktu setiap hari untuk berbincang tanpa gangguan telepon genggam. Biasakan berdiskusi saat mengambil keputusan keluarga, menghargai setiap pendapat, dan menciptakan suasana yang nyaman untuk saling bercerita. Kebiasaan sederhana seperti makan bersama atau berbincang sebelum tidur dapat memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Di era digital, kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan yang sangat penting. Anak perlu diajarkan untuk tidak langsung percaya pada semua informasi yang beredar di media sosial. Mereka harus belajar memeriksa sumber informasi, membandingkan dengan sumber lain, serta berpikir kritis sebelum mengambil kesimpulan. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penggunaan internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital dan komunikasi keluarga menjadi semakin penting agar anak mampu menggunakan media sosial secara bijak.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bukanlah keberadaan media sosial, melainkan bagaimana keluarga mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Orang tua tidak perlu bersaing dengan teknologi, tetapi perlu membangun hubungan yang lebih dekat dengan anak melalui komunikasi yang terbuka, hangat, dan penuh empati. Ketika kepercayaan sudah terbangun, anak akan tetap menjadikan orang tua sebagai tempat pertama untuk meminta saran, meskipun informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui internet.

Hubungan yang harmonis tidak dibangun dalam satu hari. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan komitmen dari setiap anggota keluarga untuk terus menjaga komunikasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Public Relations seperti komunikasi dua arah, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan yang saling menguntungkan, keluarga dapat menjadi tempat yang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan menghadapi berbagai tantangan di era digital. Pada akhirnya, komunikasi yang hangat di dalam keluarga akan selalu menjadi benteng terkuat dalam menghadapi derasnya arus informasi di media sosial.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image