Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rosalya Iswandini

Pengaruh Akhlak Tasawuf terhadap Pembentukan Karakter Generasi Z

Ekonomi Syariah | 2026-06-29 12:54:16
Oleh: Rosalya Iswandini Mahasiswa Ekonomi Syariah, Pamulang

Perkembangan teknologi digital telah memberikan dampak yang signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan karakter Generasi Z. Kemudahan akses informasi membawa manfaat besar, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan seperti menurunnya nilai moral, meningkatnya perilaku individualis, serta rendahnya pengendalian diri. Akhlak tasawuf hadir sebagai salah satu pendekatan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembinaan spiritual dan penyucian jiwa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh akhlak tasawuf terhadap pembentukan karakter Generasi Z berdasarkan kajian dari berbagai jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai tasawuf seperti ikhlas, sabar, tawakal, zuhud, dan muhasabah memiliki peran penting dalam membentuk karakter yang religius, bertanggung jawab, disiplin, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan modern.

Generasi Z merupakan kelompok generasi yang lahir pada rentang tahun 1997–2012 dan tumbuh di tengah perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Generasi ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital, namun juga menghadapi berbagai persoalan sosial dan moral, seperti kecanduan media sosial, perilaku konsumtif, rendahnya kepedulian sosial, serta lemahnya kontrol diri. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembentukan karakter yang tidak hanya menitikberatkan pada kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual.

Akhlak tasawuf merupakan bagian dari ajaran Islam yang berfokus pada pembinaan jiwa, penyucian hati (tazkiyatun nafs), serta pembentukan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Menurut beberapa penelitian, pendidikan akhlak tasawuf dapat menjadi solusi dalam menghadapi krisis moral yang terjadi pada generasi muda, khususnya Generasi Z.

Akhlak tasawuf memiliki tujuan utama untuk mendekatkan manusia kepada Allah SWT melalui pembinaan moral dan spiritual. Dalam praktiknya, akhlak tasawuf menekankan pembiasaan sikap terpuji seperti kejujuran, kesabaran, keikhlasan, tawakal, serta kemampuan melakukan introspeksi diri (muhasabah). Nilai-nilai tersebut sangat relevan diterapkan pada Generasi Z yang hidup di era digital dengan berbagai tantangan yang kompleks.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Husnul Qodim dalam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, pendidikan akhlak tasawuf mampu menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda karena mengajarkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual. Tasawuf tidak mengajarkan seseorang untuk meninggalkan kehidupan dunia, tetapi mengarahkan manusia agar mampu mengendalikan diri serta menggunakan teknologi dan kemajuan zaman secara bijaksana.

Generasi Z memiliki karakteristik yang dinamis, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Namun, kemudahan akses terhadap informasi juga dapat memengaruhi perilaku mereka apabila tidak diimbangi dengan nilai-nilai moral yang kuat. Oleh karena itu, internalisasi akhlak tasawuf menjadi penting untuk membentuk karakter yang berlandaskan pada nilai keagamaan.

Nilai ikhlas mengajarkan Generasi Z untuk melakukan setiap aktivitas dengan niat yang baik tanpa mengharapkan pujian dari orang lain. Sikap sabar membantu mereka dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial yang sering muncul di era digital. Tawakal menumbuhkan keyakinan kepada Allah SWT setelah melakukan usaha secara maksimal, sedangkan muhasabah mendorong individu untuk terus mengevaluasi diri agar dapat memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas perilaku.

Penelitian lain mengenai relevansi pemikiran Imam Al-Ghazali menunjukkan bahwa pendidikan akhlak berbasis tasawuf dapat membentuk pribadi yang memiliki integritas, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial. Selain itu, penerapan nilai tasawuf juga mampu mengurangi perilaku konsumtif, meningkatkan empati, serta memperkuat hubungan sosial antarindividu.

Dengan demikian, akhlak tasawuf memiliki peranan yang penting dalam membentuk karakter Generasi Z. Pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai tasawuf di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat dapat membantu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kualitas spiritual dan moral yang baik.

Akhlak tasawuf memberikan kontribusi yang besar terhadap pembentukan karakter Generasi Z di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Nilai-nilai seperti ikhlas, sabar, tawakal, zuhud, dan muhasabah mampu membentuk pribadi yang religius, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki pengendalian diri yang baik. Oleh karena itu, penguatan pendidikan akhlak tasawuf perlu terus dikembangkan sebagai upaya membangun generasi muda yang berkarakter dan mampu menghadapi tantangan kehidupan modern.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image