Pemikiran Ekonomi Ibnu Khaldun yang Tetap Nyambung dengan Kondisi Saat Ini
Ekonomi Syariah | 2026-06-25 23:30:55
Kalau mendengar nama Ibnu Khaldun, kebanyakan orang mungkin langsung mengingat beliau sebagai seorang sejarawan atau tokoh Islam yang terkenal dengan karya Muqaddimah. Namun, yang menarik adalah ternyata pemikiran beliau tentang ekonomi juga sangat berkembang dan bahkan masih relevan untuk dibahas sampai sekarang. Menurut saya, hal inilah yang membuat Ibnu Khaldun menjadi salah satu tokoh yang pemikirannya layak dipelajari, terutama oleh mahasiswa yang sedang mempelajari ekonomi.
Salah satu gagasan Ibnu Khaldun yang paling menarik adalah pandangannya tentang tenaga kerja. Beliau berpendapat bahwa kekayaan tidak muncul begitu saja, tetapi berasal dari usaha dan kerja manusia. Jika dipikir-pikir, pendapat ini masih sangat masuk akal dengan kondisi saat ini. Sebuah negara mungkin memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat yang maksimal. Karena itu, tidak mengherankan jika saat ini pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi.
Menurut saya, pemikiran ini memberikan pesan bahwa manusia merupakan aset yang paling berharga dalam suatu negara. Selama ini banyak orang beranggapan bahwa kemajuan ekonomi hanya diukur dari tingginya pendapatan atau banyaknya pembangunan fisik. Padahal, kualitas manusia yang ada di dalamnya juga memiliki peran yang tidak kalah penting. Ketika masyarakat memiliki pendidikan yang baik dan kesempatan untuk berkembang, maka produktivitas juga akan meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian.
Selain membahas tenaga kerja, Ibnu Khaldun juga memiliki pandangan yang cukup menarik mengenai pajak. Beliau menjelaskan bahwa pajak yang terlalu tinggi dapat membuat masyarakat kehilangan motivasi untuk bekerja dan berusaha. Akibatnya, kegiatan ekonomi menjadi menurun dan pendapatan negara juga ikut berkurang. Sebaliknya, jika pajak ditetapkan secara wajar, masyarakat akan lebih terdorong untuk melakukan aktivitas ekonomi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak.
Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, menurut saya pemikiran tersebut menunjukkan bahwa pemerintah perlu berhati-hati dalam membuat kebijakan ekonomi. Kebijakan yang dibuat seharusnya tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan negara, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat. Bagaimanapun, masyarakat merupakan pelaku utama dalam kegiatan ekonomi sehingga kesejahteraan mereka juga harus menjadi perhatian.
Hal lain yang membuat saya tertarik dengan pemikiran Ibnu Khaldun adalah pandangannya mengenai peran pemerintah. Menurut beliau, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan keadilan, menjaga keamanan, dan memastikan kondisi ekonomi tetap stabil. Saya pribadi setuju dengan pandangan tersebut karena aktivitas ekonomi akan sulit berkembang jika masyarakat tidak merasa aman atau tidak percaya terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Menariknya, meskipun pemikiran tersebut lahir ratusan tahun yang lalu, banyak persoalan yang dibahas Ibnu Khaldun masih dapat ditemukan dalam kehidupan saat ini. Isu mengenai pengangguran, kesenjangan ekonomi, kualitas sumber daya manusia, hingga kebijakan pajak masih menjadi topik yang sering dibicarakan. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran beliau tidak hanya relevan pada zamannya, tetapi juga mampu memberikan gambaran mengenai bagaimana suatu perekonomian dapat berkembang dengan lebih baik.
Pada akhirnya, menurut saya, mempelajari pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun bukan hanya tentang memahami teori dari masa lalu. Lebih dari itu, pemikiran beliau mengajarkan bahwa pembangunan ekonomi seharusnya berorientasi pada manusia, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang terus berkembang, gagasan-gagasan Ibnu Khaldun masih dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat bagaimana ekonomi dapat dijalankan secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
