Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Amelia Juwitasari

Laut Jawa Darurat Plastik, Lebih dari Sekadar Masalah Lingkungan

Politik | 2026-06-25 18:38:19

Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar ke laut di dunia. Di Laut Jawa, dampaknya sudah sangat dirasakan oleh masyarakat.

Setiap hari, jutaan ton sampah plastik dari daratan mengalir melalui sungai-sungai di Pulau Jawa menuju laut. Proses yang berlangsung tanpa henti selama puluhan tahun, dan hasilnya kini terlihat jelas Laut Jawa menjadi salah satu perairan dengan tingkat pencemaran plastik tertinggi di Asia Tenggara.

Menurut laporan Our World in Data yang mengacu pada 2015 dan pembaruan data hingga 2019, Indonesia menempati posisi kedua dunia sebagai penyumbang sampah plastik ke laut, dengan volume mencapai ratusan ribu ton per tahun. Laut Jawa, sebagai perairan yang diapit kota-kota besar dan padat penduduk, menanggung beban terbesar dari arus sampah.

Dampaknya bukan hanya soal pemandangan pantai yang kotor. Pada Riset ilmiah menunjukkan bahwa plastik yang masuk ke laut akan terurai menjadi partikel-partikel kecil yang disebut mikroplastik. Sejumlah studi yang diterbitkan dalam jurnal internasional seperti Marine Pollution Bulletin dan Environmental Science & Technology menemukan keberadaan mikroplastik dalam tubuh ikan konsumsi yang ditangkap di perairan Indonesia, termasuk di Laut Jawa.

Implikasinya langsung menyentuh kehidupan sehari-hari. Ikan yang mengandung mikroplastik dikonsumsi oleh jutaan keluarga Indonesia sebagai sumber protein utama. Penelitian toksikologi menunjukkan paparan mikroplastik secara berkelanjutan berpotensi mengganggu sistem hormon dan memicu peradangan dalam tubuh manusia, meskipun riset jangka panjang pada manusia masih terus berkembang.

Di sisi kebijakan, pemerintah Indonesia sebenarnya telah memiliki komitmen tertulis. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut menargetkan pengurangan 70 persen sampah plastik di laut pada 2025. Namun berbagai laporan dari organisasi lingkungan hidup mencatat bahwa realisasi target tersebut masih jauh dari harapan, terutama karena lemahnya infrastruktur pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan kurangnya koordinasi antar lembaga.

Beberapa inisiatif berbasis komunitas mulai menunjukkan hasil positif. Program bank sampah di sejumlah daerah pesisir Jawa berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik dari laut dalam jumlah signifikan. Namun para pemerhati lingkungan menilai bahwa solusi struktural tetap diperlukan termasuk kebijakan yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas daur ulang kemasan produk mereka, atau yang dikenal sebagai extended producer responsibility.

Perbandingan dengan kebijakan global patut menjadi cermin. Uni Eropa memberlakukan larangan produk plastik sekali pakai sejak Juli 2021, meliputi sedotan, peralatan makan plastik, hingga kapas pembersih berbatang plastik. Langkah ini dinilai efektif menekan volume sampah plastik yang masuk ke perairan Eropa. Indonesia hingga saat ini belum memiliki regulasi setara yang bersifat mengikat secara hukum.

Persoalan sampah plastik di Laut Jawa bukan semata masalah lingkungan ini adalah masalah kesehatan publik, ketahanan pangan, dan keadilan sosial. Nelayan kecil di pesisir utara Jawa adalah pihak yang paling merasakan dampaknya, sementara mereka paling sedikit berkontribusi pada masalah ini. Solusinya membutuhkan lebih dari sekadar kampanye kebersihan; dibutuhkan reformasi kebijakan yang serius dan komitmen industri yang nyata.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image