Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Devian Syah

Inflasi dan Daya Beli: Siapa yang Paling Merasakan Dampaknya?

Ekonomi Syariah | 2026-06-24 13:26:30

Oleh Devian Syah, Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Ekonomi Syariah

Inflasi merupakan kondisi ketika harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi menjadi salah satu indikator penting dalam perekonomian karena memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika harga-harga meningkat, daya beli masyarakat cenderung menurun karena jumlah barang yang dapat dibeli dengan pendapatan yang sama menjadi lebih sedikit. Pertanyaannya, siapa yang paling merasakan dampak dari inflasi?

Pengertian Inflasi dan Daya Beli

Inflasi terjadi akibat berbagai faktor, seperti meningkatnya permintaan masyarakat, kenaikan biaya produksi, atau gangguan distribusi barang. Sementara itu, daya beli adalah kemampuan seseorang atau kelompok masyarakat untuk membeli barang dan jasa berdasarkan tingkat pendapatan yang dimiliki.

Ketika inflasi meningkat tetapi pendapatan masyarakat tidak bertambah secara seimbang, maka daya beli akan menurun. Akibatnya, masyarakat harus mengurangi konsumsi atau mencari alternatif yang lebih murah untuk memenuhi kebutuhannya.

Kelompok yang Paling Terdampak Inflasi

1. Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Kelompok ini merupakan pihak yang paling merasakan dampak inflasi. Sebagian besar pendapatan mereka digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan tempat tinggal. Ketika harga kebutuhan pokok naik, mereka memiliki ruang yang sangat terbatas untuk menyesuaikan pengeluaran.

2. Pekerja dengan Pendapatan Tetap

Pegawai atau pekerja yang menerima gaji tetap juga terdampak oleh inflasi, terutama jika kenaikan gaji tidak sebanding dengan kenaikan harga barang dan jasa. Akibatnya, kemampuan mereka untuk menabung dan memenuhi kebutuhan hidup menjadi berkurang.

3. Pelajar dan Mahasiswa

Pelajar dan mahasiswa yang bergantung pada uang saku dari orang tua juga dapat merasakan dampak inflasi. Kenaikan harga makanan, transportasi, dan kebutuhan pendidikan membuat pengeluaran mereka meningkat sehingga uang saku yang diterima terasa lebih cepat habis.

4. Pelaku Usaha Kecil

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sering menghadapi kenaikan biaya bahan baku saat inflasi terjadi. Jika harga jual produk tidak dapat dinaikkan karena persaingan pasar, keuntungan usaha akan menurun dan berpotensi menghambat perkembangan bisnis.

Dampak Inflasi terhadap Kehidupan Masyarakat

Inflasi yang tinggi dapat menyebabkan berbagai dampak, antara lain

  1. Menurunnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Berkurangnya nilai tabungan karena uang kehilangan sebagian daya belinya.
  3. Meningkatnya biaya produksi bagi pelaku usaha.
  4. Bertambahnya kesenjangan ekonomi antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah.
  5. Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum.

Upaya Menghadapi Inflasi

Untuk mengurangi dampak inflasi, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah, seperti:

  1. Membuat perencanaan keuangan yang lebih baik.
  2. Mengutamakan kebutuhan dibandingkan keinginan.
  3. Menabung dan berinvestasi agar nilai uang dapat berkembang.
  4. Mencari sumber pendapatan tambahan.
  5. Meningkatkan literasi keuangan agar mampu mengelola keuangan secara bijak.

Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang dapat memengaruhi seluruh lapisan masyarakat. Namun, dampak terbesar umumnya dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja dengan pendapatan tetap, pelajar, serta pelaku usaha kecil. Kenaikan harga barang dan jasa menyebabkan daya beli menurun sehingga kebutuhan hidup menjadi lebih sulit dipenuhi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan keuangan yang baik serta kebijakan ekonomi yang tepat agar dampak inflasi terhadap kesejahteraan masyarakat dapat diminimalkan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image