Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Literasi Digital Santri Melalui Dakwah Visual

Eduaksi | 2026-06-18 15:46:46
Tim Prodamat Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Prodamat MPAI)

Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Dakwah Visual: Etika Komunikasi dan Literasi Digital dalam Mewujudkan Santri Beradab dan Qur’ani di PPTQ Al-Mansyur” sebagai implementasi pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026, di Masjid Ad-Dakwah Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Mansyur, Bantul, dan diikuti oleh 20 peserta tingkat SMP dan SMA. Program ini diselenggarakan oleh tim Prodamat yang terdiri atas Muhammad Hudaifah N.A., S.Pd., Vivi Alfiah Riski, S.Hum., dan Arham Ihwaludin, S.Pd.

Arham Ihwaludin, S.Pd. selaku ketua pelaksana Prodamat menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini para santri diharapkan mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah visual yang bermakna. “Santri jangan hanya sekadar scrolling, tetapi juga harus mampu membuat orang lain tergerak melalui pesan-pesan yang disampaikan,” ujarnya.

Kepala lembaga Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Mansyur, Ustadz Muhajir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menuturkan, “Di era perkembangan teknologi saat ini, penyampaian dakwah tidak terlepas dari metode dakwah yang bersifat digital. Dengan adanya pelatihan dakwah visual ini, santri dapat diarahkan dan dilatih untuk membuat media dakwah yang menarik dan tepat sasaran.”

Turut hadir Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam sekaligus dosen pembimbing Prodamat, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I.. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan dakwah visual, etika komunikasi, dan literasi digital sangat krusial dalam menentukan sikap atau adab di ruang media sosial.

“Melalui media sosial justru kita dituntut untuk menyampaikan syiar dakwah dan memposting hal-hal yang baik. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran di ruang digital dengan penuh keadaban, kesantunan, dan etika digital yang baik demi mewujudkan masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber, Raihan Amru G., S.Pd. menjelaskan bahwa dakwah visual merupakan bentuk dakwah yang dapat dilihat secara langsung melalui media visual. Menurutnya, informasi melalui gambar, video, maupun media digital lebih cepat diterima dibandingkan penggunaan teks panjang.

“Dakwah visual hadir bukan untuk mengubah ajaran Islam, melainkan sebagai pengemasan pesan dakwah yang lebih menarik agar mudah dipahami dan diingat masyarakat,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa konten dakwah yang ideal tidak hanya berisi pesan yang benar, tetapi juga disampaikan dengan cara yang baik agar melekat dalam benak audiens.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tepat waktu, dan kondusif. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pendampingan praktik desain menggunakan beberapa aplikasi seperti Canva. Antusiasme peserta terlihat dari komitmen mereka dalam menyelesaikan dan mengumpulkan karya terbaik. Pada akhir sesi, peserta dengan karya terbaik mendapatkan doorprize dari panitia.

Melalui kegiatan Prodamat ini, mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung semangat dakwah santri di era digital serta membentuk generasi yang bijak bermedia sosial tanpa meninggalkan nilai-nilai Qur’ani. (Doc)

uad.ac.id

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image