Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Sovi Dwi Azzahra

Mahasiswa Keperawatan Kenalkan Penggunaan Sediaan Obat Cair yang Aman dan Tepat kepada Masyarakat

Edukasi | 2026-06-18 15:03:21

Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Edukasi Sediaan Obat Cair kepada Masyarakat Umum di Car Free Day” sebagai bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Farmakologi. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 10 Mei 2026, pukul 07.30–09.00 WIB di kawasan Car Free Day Jl. Jaksa Agung Suprapto, Tlogobendung, Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kegiatan edukasi dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai kesalahan dalam penggunaan obat cair di masyarakat. Banyak individu yang belum memahami cara mengukur dosis secara tepat, teknik penyimpanan yang benar, maupun batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka. Padahal, penggunaan sediaan obat cair yang tidak sesuai dapat menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat cair yang aman dan rasional menjadi salah satu upaya preventif yang penting dalam mendukung kesehatan keluarga.

Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat umum yang mengikuti aktivitas Car Free Day, khususnya para ibu yang memiliki peran penting dalam pengelolaan obat di lingkungan rumah tangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan informasi yang mudah dipahami sehingga masyarakat dapat menerapkan penggunaan obat cair secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Adapun tujuan dari pelaksanaan edukasi ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai jenis sediaan obat cair, cara penggunaan yang benar, teknik penyimpanan yang aman, serta tata cara pembuangan obat yang sudah tidak layak digunakan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong masyarakat agar lebih cermat dalam melakukan swamedikasi dan pengelolaan obat di rumah.

Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai jenis sediaan obat cair, seperti larutan, sirup, suspensi, emulsi, sediaan tetes (guttae), dan injeksi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai karakteristik masing-masing sediaan, pentingnya mengocok suspensi sebelum digunakan, penggunaan alat ukur dosis yang tepat, penyimpanan obat sesuai ketentuan, serta perbedaan antara tanggal kedaluwarsa (expired date) dan batas waktu penggunaan setelah kemasan dibuka (Beyond Use Date/BUD). Selain itu, dijelaskan pula cara membuang obat cair yang sudah rusak atau tidak terpakai agar tidak menimbulkan risiko penyalahgunaan maupun pencemaran lingkungan.

Penyampaian materi dilakukan menggunakan metode edukasi interaktif yang mengombinasikan ceramah, demonstrasi, dan sesi diskusi. Untuk mendukung proses pembelajaran, mahasiswa memanfaatkan berbagai media edukasi, antara lain papan obat sebagai alat peraga visual, leaflet yang berisi ringkasan materi, serta e-book yang dapat diakses secara digital melalui kode QR. Penggunaan media tersebut bertujuan untuk mempermudah peserta dalam memahami informasi yang diberikan serta memungkinkan materi dipelajari kembali setelah kegiatan selesai.

Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, peserta diminta mengisi pre-test sebelum edukasi berlangsung dan post-test setelah seluruh materi selesai disampaikan. Pelaksanaan pre-test dan post-test ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah menerima edukasi, sehingga efektivitas kegiatan dapat dievaluasi secara objektif.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Hal ini terlihat dari perhatian peserta selama sesi edukasi serta aktifnya beberapa ibu dalam mengajukan pertanyaan terkait penggunaan dan penyimpanan obat cair di rumah. Interaksi yang terjalin menunjukkan bahwa materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu mendorong partisipasi aktif peserta dalam proses pembelajaran.

Secara keseluruhan, kegiatan edukasi sediaan obat cair yang dilaksanakan oleh mahasiswa D-III Keperawatan Universitas Airlangga berjalan dengan baik dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat cair dapat meningkat sehingga risiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalkan. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan diharapkan mampu menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, cermat, dan bertanggung jawab dalam penggunaan obat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image