Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Reynaldi Bibisan

Resign Massal di Bank Mandiri karena WFO: Buktinya Kompensasi Nggak Cuma Uang

Bisnis | 2026-06-15 19:23:14

Nama Penulis: Michael WIranto Tampubolon, Reynaldi Bibisan, Nurhidayatullah, Indah Apriyani, Keisya Aulia Az-Zahra, Novia Eka Putri Setiawan.

Program Studi Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pamulang.

1. Kebijakan WFO 100% Picu Gelombang Resign Karyawan Bank Mandiri

Kebijakan Work From Office (WFO) 100% membuat banyak karyawan harus kembali bekerja penuh di kantor setelah sebelumnya terbiasa dengan sistem hybrid atau Work From Home (WFH). Perubahan ini menyebabkan meningkatnya beban harian pegawai, terutama karena harus menghadapi kemacetan, perjalanan jauh, dan waktu tempuh yang lebih panjang. Banyak pekerja modern mulai mempertimbangkan fleksibilitas kerja sebagai faktor penting dalam memilih tempat kerja. Hal ini membuat sebagian pegawai memilih resign ketika merasa sistem kerja yang diterapkan tidak lagi sesuai dengan kebutuhan hidup mereka. Bank Mandiri sendiri dalam laporan ESG menjelaskan bahwa perusahaan berupaya menciptakan “employee experience yang meaningful” untuk menjaga kualitas SDM dan retensi pegawai.

Data resmi Bank Mandiri tahun 2024 menunjukkan:

* Tingkat voluntary turnover mencapai 2,63%

* Jumlah pegawai yang keluar secara sukarela mencapai 1.024 orang

* Angka tersebut turun dibanding tahun 2023 sebesar 2,68% atau 1.044 pegawai

2. Biaya Transportasi dan Waktu Tempuh Jadi Keluhan Utama Pegawai

Salah satu dampak terbesar dari WFO penuh adalah meningkatnya biaya transportasi harian pegawai. Karyawan harus mengeluarkan biaya tambahan seperti:

bensin,tol,parkir,makan di luar,transportasi umum,hingga biaya perawatan kendaraan.

Selain biaya finansial, waktu perjalanan yang panjang juga menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Banyak pegawai merasa waktu mereka habis di jalan sehingga mengurangi waktu istirahat dan waktu bersama keluarga. Fenomena ini membuat pekerja mulai menganggap waktu dan efisiensi perjalanan sebagai bagian dari kompensasi kerja.

Dalam laporan resmi ESG, Bank Mandiri menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan berbagai fasilitas kesejahteraan pegawai seperti: klinik kesehatan,fitness center,daycare, komunitas olahraga,layanan psikolog online, hingga fasilitas family friendly workplace. Fasilitas tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mulai memperhatikan dampak kelelahan kerja terhadap pegawai.

3. Kompensasi Finansial Dinilai Belum Menjawab Beban Kerja Karyawan

Saat ini, banyak pegawai tidak lagi hanya melihat besarnya gaji, tetapi juga mempertimbangkan kualitas hidup yang mereka dapatkan dari pekerjaan tersebut. Meskipun perusahaan memberikan kompensasi finansial yang kompetitif, sebagian karyawan merasa bahwa beban kerja dan tekanan kerja masih terlalu tinggi jika dibandingkan dengan pengorbanan waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Dalam laporan ESG, Bank Mandiri menyebutkan bahwa perusahaan melakukan berbagai strategi retensi pegawai melalui:

* program pengembangan karier,

* kompensasi kompetitif,

* lingkungan kerja inklusif,

* dan dukungan work-life balance.

Selain itu, Bank Mandiri juga mencatat:

* Employee Engagement Score tahun 2024 mencapai 89,93%

* Tingkat partisipasi survei pegawai mencapai 80,81%

Data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan aktif mengukur kepuasan dan keterlibatan pegawai sebagai bagian dari strategi pengelolaan SDM. Penelitian akademik terkait pegawai Bank Mandiri juga menunjukkan bahwa keterlibatan kerja dan kepercayaan terhadap perusahaan memiliki pengaruh terhadap turnover intention atau keinginan resign pegawai.

4. Work-Life Balance Menjadi Pertimbangan Baru dalam Dunia Perbankan

Dunia kerja perbankan dikenal memiliki tekanan kerja tinggi, target besar, dan ritme kerja cepat. Setelah pandemi, banyak pekerja mulai menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance. Pegawai yang harus menghadapi: perjalanan jauh, jam kerja panjang, tekanan target, dan lembur berlebihan. lebih mudah mengalami burnout dan stres kerja. Kondisi tersebut dapat memengaruhi loyalitas pegawai terhadap perusahaan.

Bank Mandiri dalam laporan ESG menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan:

* layanan kesehatan mental,

* psikolog online,

* fasilitas olahraga,

* daycare,

* ruang laktasi,

* dan berbagai program wellbeing pegawai.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mulai menyesuaikan kebijakan SDM dengan kebutuhan pekerja modern yang lebih memperhatikan kesehatan mental dan kualitas hidup.

5. Fenomena Resign Massal Menunjukkan Pentingnya Kompensasi Non Finansial

Fenomena resign massal menunjukkan bahwa kompensasi saat ini tidak hanya berupa uang. Banyak pekerja mulai menilai bahwa fleksibilitas kerja, kesehatan mental, kenyamanan kerja, waktu bersama keluarga, dan lingkungan kerja sehat merupakan bagian penting dari kompensasi non finansial. Perusahaan yang tidak mampu memberikan kenyamanan kerja berisiko kehilangan talenta terbaik mereka. Karena itu, banyak perusahaan mulai menerapkan hybrid working untuk mempertahankan pegawai dan meningkatkan loyalitas karyawan.

Bank Mandiri sendiri terus mengembangkan berbagai program employee wellbeing dan talent development sebagai strategi retensi pegawai. Dalam laporan ESG juga disebutkan bahwa perusahaan menjalankan:

* leadership development program,

* talent pipeline development,

* serta program pengembangan kompetensi pegawai.

Data resmi Bank Mandiri:

* Employee engagement tahun 2024 meningkat menjadi 89,93%

* Voluntary turnover turun menjadi 2,63%

Data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berusaha menjaga loyalitas pegawai melalui kombinasi kompensasi finansial dan non finansial.

Daftar Pustaka

Bank Mandiri. (2024). ESG Employee Engagement. Diakses dari [https://www.bankmandiri.co.id/esg-employee-engagement](https://www.bankmandiri.co.id/esg-employee-engagement?utm_source=chatgpt.com)

Bank Mandiri. (2024). ESG Human Capital. Diakses dari [https://www.bankmandiri.co.id/esg-human-capital](https://www.bankmandiri.co.id/esg-human-capital?utm_source=chatgpt.com)

Bank Mandiri. (2024). Sustainability Report. Diakses dari [https://www.bankmandiri.co.id/sustainability-report](https://www.bankmandiri.co.id/sustainability-report?utm_source=chatgpt.com)

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2024). Ketenagakerjaan dan Produktivitas Kerja. Diakses dari [https://kemnaker.go.id](https://kemnaker.go.id?utm_source=chatgpt.com)

International Labour Organization. (2024). Work-Life Balance and Employee Wellbeing. Diakses dari [https://www.ilo.org/jakarta/lang--en/index.htm](https://www.ilo.org/jakarta/lang--en/index.htm?utm_source=chatgpt.com)

World Economic Forum. (2024). Future of Work. Diakses dari [https://www.weforum.org/agenda/archive/future-of-work/](https://www.weforum.org/agenda/archive/future-of-work/?utm_source=chatgpt.com)

Napitupulu, A. (2023). Pengaruh Employee Engagement terhadap Turnover Intention Pegawai Bank Mandiri. Jurnal Manajemen dan Logistik. Diakses dari [https://www.jurnal.tau.ac.id/index.php/jml/article/view/404](https://www.jurnal.tau.ac.id/index.php/jml/article/view/404?utm_source=chatgpt.com)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image