Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nina Fitriani

Maraknya AI Dikalangan Pelajar

Guru Menulis | 2026-06-13 22:54:30
https://share.google/kFNWXW3HQZLZnTnEW

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan pada dunia pendidikan. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah salah satu teknologi yang banyak digunakan saat ini. Teknologi ini membawa kemudahan yang sangat besar bagi penggunanya, hanya bermodalkan sedikit kuota seseorang dapat mendapatkan informasi apa saja yang diinginkan. Mahasiswa khususnya sangat terbantu dengan adanya teknologi ini. AI dapat membantu menulis karya tulis, membuat gambar, dan juga mencari ide yang diinginkan. Tugas Kuliah yang tadinya terasa berat dan menguras otak, bisa dijalani dengan mudah.


Dibalik manfaatnya yang besar, AI memiliki dampak negatif yang tidak bisa dihilangkan. Semakin sering seseorang menggunakannya, semakin ia akan terbiasa dan nyaman. Akibatnya otak tidak mampu lagi bekerja keras dan berpikir kritis. Besarnya kepercayaan dan ketergantungan yang terbentuk, akan membuat kita meragukan diri sendiri. Pada akhirnya kita akan merasa tidak bisa melakukan apapun tanpa uluran tangan pihak ketiga.


Survei nasional yang dilakukan oleh Higher Education Policy Institute (HEPI) dan Kortext terhadap lebih dari 1.000 mahasiswa, tercatat 66% mahasiswa menggunakan AI dalam kegiatan akademik. Pada tahun 2025 angka tersebut meningkat menjadi 92% siswa. Hal ini semakin mempertegas kekhwatiran yang telah disebutkan sebelumnya.


AI memiliki potensi besar untuk membantu pengajaran di kelas. Namun, penggunaannya harus dilakukan secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap mengutamakan peran guru serta kebutuhan peserta didik. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI dapat menjadi sarana yang mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.


Penggunaan AI harus dilakukan dengan bijak. Guru dan siswa tidak boleh sepenuhnya bergantung pada teknologi tersebut. Informasi yang diberikan oleh AI perlu diperiksa kembali karena tidak selalu benar atau sesuai dengan konteks pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis tetap harus dikembangkan agar pengguna dapat menilai kualitas informasi yang diperoleh.


Integrasi AI dalam dunia pendidikan dapat dilakukan dengan menjadikannya sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti guru atau proses belajar peserta didik. Guru dapat memanfaatkan AI untuk membantu menyusun materi, membuat soal, dan memberikan umpan balik, sementara siswa menggunakannya untuk mencari informasi dan memahami materi. AI dapat berdampak positif jika digunakan dengan bijak, dan akan berdampak negatif tanpa pemikiran yang kritis.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image