Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Naufal hanif

Tamparan Keras Buat Kita yang Sibuk FOMO Duniawi

Sastra | 2026-06-10 16:30:35

Pernah enggak sih merasa capek banget sama hidup zaman sekarang? Tiap hari buka HP, isinya kalau bukan orang pamer kerja keras sampai malam (hustle culture), ya pamer jalan-jalan mewah. Akhirnya kita kena penyakit bernama FOMO (Fear of Missing Out)—alias takut ketinggalan tren dan takut kalah sukses dari orang lain. Kita jadi sibuk ngejar materi seolah-olah bakal hidup di dunia ini selamanya.

Kumpulan Cerpen Konvensi karya A. Mustofa Bisri

Kalau kamu lagi ngerasa stres dan capek karena terus-terusan ngejar dunia, coba deh baca cerpen karya Gus Mus yang judulnya Nasihat Kiai Luqni. Cerpen ini bukan ceramah agama yang bikin ngantuk, tapi sebuah sentilan lucu yang bakal bikin kita langsung tersadar. Menyindir Diri Sendiri Sambil Tertawa Gus Mus menggambarkan sosok Kiai Luqni sebagai ulama yang sangat unik. Beliau enggak suka marahin orang atau nakut-nakutin pakai cerita neraka yang seram. Sebaliknya, Kiai Luqni itu santai, suka bercanda, tapi omongannya selalu jujur dan menusuk hati.

Lewat tokoh ini, Gus Mus sebenarnya lagi nyindir kita semua. Salah satu ucapan Kiai Luqni yang paling menohok di cerpen ini adalah pas beliau membahas cara manusia memandang kehidupan:"Kalian ini aneh. Mengaku percaya adanya akhirat, tapi perilakumu menunjukkan seolah-olah kalian akan hidup selamanya di dunia ini. Kalian sibuk menumpuk harta yang tidak akan dibawa mati."

Kutipan ini cocok banget buat menggambarkan sifat FOMO kita sekarang. Kita rela mengorbankan waktu istirahat, waktu sama keluarga, bahkan ibadah demi mengejar uang atau pujian orang lain. Kita takut ketinggalan tren dunia, tapi lupa bersiap-siap buat masa depan yang abadi."Mati Sesuai Kebiasaan" dan Sindiran Zaman SekarangBagian paling menarik sekaligus ngeri dari cerpen ini adalah teori Kiai Luqni soal kematian. Beliau bilang, cara seseorang meninggal itu biasanya mirip dengan apa yang paling sering dia lakukan sehari-hari.

Coba bayangkan kalau teori ini dipakai di zaman sekarang. Apa sih hal yang paling sering kita lakukan tiap menit? Pasti main HP dan scrolling media sosial. Nah, Kiai Luqni mengingatkan begini:"Orang yang hobi main dadu, matinya ya pas megang dadu. Orang yang suka mabuk, matinya pas teler. Maka hati-hati dengan apa yang paling sering kau lakukan dalam hidupmu."

Kalau kalimat itu diterjemahkan ke bahasa anak medsos sekarang, artinya bisa jadi begini: Orang yang kerjanya cuma pamer dan nyinyir di internet, jangan-jangan matinya pas lagi sibuk nyari filter Instagram atau lagi ngetik komentar julid di TikTok. Seram juga, kan? Gus Mus mau mengingatkan bahwa apa pun hal duniawi yang kita kejar secara berlebihan, itulah yang bakal menemani kita di akhir hidup. Saatnya berhenti ikut-ikutan dan mucai “ngaca”.

Membaca cerpen Nasihat Kiai Luqni enggak bakal bikin kita merasa dihakimi. Kita justru bakal tertawa geli sambil menunjuk diri sendiri karena merasa tersindir.Gus Mus sebenarnya enggak melarang kita buat kerja keras atau main medsos. Tapi, beliau cuma mengingatkan jangan sampai hal-hal itu menguasai hati kita. Jangan sampai rasa takut ketinggalan tren dunia (FOMO) bikin kita lupa esensi utama sebagai manusia, yaitu tahu kapan harus istirahat dan tahu jalan pulang.

Jadi, sebelum kamu lanjut scrolling HP berjam-jam dan merasa minder melihat kesuksesan orang lain, coba luangkan waktu sebentar buat membaca cerpen ini. Biarkan Kiai Luqni menampar ego kita dengan lembut, biar kita sadar kalau hidup ini bukan cuma soal pamer dan ikut-ikutan tren.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image